
Pagi ini Elisa dan Rendi beserta rombongan jamaah umroh lain sudah bersiap hendak melakukan ibadah umroh yang telah di tentukan oleh pembina tour mereka, bahkan sekarang mereka semua begitu kompak memakai seragam yang di beri oleh pembina tour mereka. Para jamaah umroh pun mulai mengikuti pembina tour mereka yang mulai melakukan syarat-syarat umroh, setelah beberapa syarat selesai kini mereka bersama-sama mengelilingi ka'bah.
Para jamaah umroh berbondong-bondong hendak mencium hajar aswad, ada sebagian yang bisa mencium hajar aswad ada juga sebagian yang tak bisa. Rendi yang kebetulan bisa mencium hajar aswad itu membenamkan wajahnya sembari mengucap syukur kepada MAHA KUASA yang lagi-lagi memudahkannya beribadah di baitullah ini, dirinya juga berdoa meminta agar rumah tangganya dan Elisa selalu baik-baik saja tak ada ujian apapun.
Jika pun ada Rendi meminta semoga mereka berdua sama-sama bisa menyelesaikannya secara baik-baik, dan tak lupa Rendi juga meminta di beri kepercayaan secepatnya untuk memomong buah hati. Setelah selesai jamaah umroh melakukan syarat-syarat umroh di dalam masjidil haram, kini mereka semua akan melanjutkan syarat selanjutnya yaitu pergi menuju bukit Safa ke Marwa secara bersamaan.
Meski cuaca begitu panas tapi kuasa ALLAH begitu agung membuat para jamaah umroh tak merasakan panas bahkan mereka tak merasakan lelah sama sekali meski sudah berlari-lari kecil dari Safa ke Marwa berapa kali, kini akhirnya semua syarat-syarat umroh telah mereka lakukan semua dengan baik dan benar. Karena kebetulan sudah siang dan sebelum memasuki waktu sholat dzuhur, para jamaah umroh di ajak oleh pembina tour mereka untuk mengisi perut terlebih dahulu.
Adzan dzuhur berkumandang dengan sangat merdu dan indah di masjid nabawi membuat siapa yang mendengar akan tersentuh, bahkan hati mereka akan terasa sangat damai dan tentram. Para jamaah umroh yang memang sudah selesai makan berbondong-bondong menuju masjid nabawi yang tak jauh dari restoran tempat mereka makan, Elisa dan Rendi saat melangkahkan kaki masuk ke dalam masjid nabawi mereka langsung berpisah menuju bagian sop laki-laki dan bagian sop perempuan.
Bangunan masjid nabawi dangat indah hampir sama dengan bangunan masjidil haram, bahkan siapa pun yang datang ke masjid nabawi akan merasakan seperti ada sebuah getaran halus untuk meminta semua orang untuk mengunjungi masjid nabawi tersebut. Masjid nabawi sudah di penuhi oleh para jamaah yang hendak mengerjakan sholat dzuhur berjamaah, dan kini sholat dzuhur pun di mulai oleh imam masjid nabawi dengan khusyuk mereka menunaikan kewajiban sebagai hamba ALLAH.
Selesai sholat dan berzikir bersama serta berdoa sendiri-sendiri, kini ada sebagian jamaah yang mengerjakan sholat sunah ba'diyah dzuhur ada juga sebagian yang sudah sholat sunah menyempatkan diri untuk membaca al-quran ada juga yang langsung keluar dari masjid nabawi. Sedangkan Rendi pun seperti jamaah lain selesai sholat sunah ba'diyah dzuhur menyempatkan diri untuk membaca al-quran kecil yang selalu di bawanya kemana-mana yang di simpannya di dalam saku bajunya, begitu juga dengan Elisa yang berada di bagian sop perempuan melakukan hal yang serupa.
__ADS_1
Setelah itu Elisa dan Rendi serta para jamaah umroh yang lain kembali masuk ke dalam bus tour yang membawa mereka, mereka semua akan melanjutkan perjalanan mereka yang kini akan berkeliling di kota madinah mengunjungi beberapa wisata disana dan tentunya yang takkan di lupakan yaitu mengunjungi makam Rasulullah SAW. Selama perjalanan pembina tour mereka sedikit bercerita dan menjelaskan setiap apa saja yang mereka lewati, dan para jamaah umroh mendengarkan juga dengan baik apa yang telah di jelaskan.
.
.
"Mas apa aku mandi duluan?" tanya Elisa kepada Rendi setelah mereka seharian melakukan ibadah umroh dan berkeliling di kota madinah
Elisa dan Rendi baru kembali ke kamar hotel tempat penginapan mereka sehabis makan malam setelah puas berkeliling di kota madinah serta sholat magrib dan isya berjamaah di masjid quba, karena kebetulan mereka berdua belum mandi tiba di kamar hotel tempat penginapan mereka Elisa langsung bertanya dengan Rendi ingin segera mandi belum dan sudah mendapat jawaban seperti tadi dari Rendi jadi Elisa yang duluan mandi.
Selesai Elisa mandi baru Rendi masuk ke kamar mandi hendak mandi juga, tak butuh waktu lama Rendi pun sudah selesai juga membersihkan tubuhnya. Elisa dan Rendi kini menghabiskan malam mereka dengan memandangi bangunan di bawa dari atas kamar hotel, kelap-kelip lampu di bangunan di bawa membuat suasana malam jadi semakin indah.
Elisa dan Rendi baru sadar bahwa kedatangan mereka ke tanah suci ini bukan semata-mata untuk pergi umroh, melainkan honey moon mereka berdua yang telah di siapkan oleh kedua orang tua Elisa. Rendi yang teringat pesan sang mertua laki-laki meminta cucu sehabis pulang dari sini jadi tersenyum, Rendi pun berbisik di telinga Elisa jika malam ini dirinya meminta haknya sebagai suami yang sudah berapa hari tak dimintanya semenjak pertama mereka datang kesini.
__ADS_1
Perlahan Rendi merangkul pinggang Elisa sembari mendaratkan ciuman berapa kali di tengku leher Elisa, kemudian dituntunnya Elisa berjalan menuju tempat tidur mereka dan pelan-pelan Rendi mengendong tubuh Elisa untuk naik ke atas ranjang tanpa melepaskan ciumannya dari b*bir Elisa. Elisa tentu senang Rendi meminta haknya karena bagi Elisa sebagai seorang istri itulah hal yang sangat di tunggu-tunggu yaitu suami yang meminta terlebih dahulu artinya suami masih bergairah dengan istri, Elisa begitu menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh Rendi.
"Sekarang ya" kata Rendi sembari melepas kaos oblong yang menempel di tubuhnya
"Iya, lakukan sesuka hati Mas" kata Elisa menganggukkan kepala
Setelah bercinta Rendi terkapar di samping Elisa dengan napas yang masih memburu karena ini adalah percintaan mereka yang ketiga kalinya, Elisa juga sama berusaha mengatur napasnya karena sangat lelah dengan percintaan mereka apalagi Rendi terus meminta.
"Semoga secepatnya disini di titipkan anugerah" kata Rendi beranjak duduk setelah napasnya sudah bisa di atur sembari mengelus perut Elisa yang masih rata
"Aamiiin" jawab Elisa sembari tersenyum
Elisa dan Rendi pun membersihkan tubuh mereka secara bersamaan di dalam kamar mandi, namun bukannya membersihkan tubuh Rendi justru meminta lagi dengan Elisa dan berkata ingin mencoba suasana baru bercinta di dalam buth ub serta di bawa cucuran air shower.
__ADS_1