
Siang ini Elisa memutuskan untuk kembali ke rumah kedua orang tuanya bersama Rendi, tentu Elisa harus pamit terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya sebelum nanti dirinya ikut tinggal bersama Rendi di rumah minimalis tempat tinggal Rendi yang di sediakan oleh pihak sekolah tempat mereka mengajar. Elisa baru selesai membereskan pakaian miliknya dan pakaian milik Rendi, kini mereka bersiap-siap keluar dari kamar hotel tersebut.
Setelah itu Elisa dan Rendi segera turun ke lantai bawah, tak lama kemudian taksi online pesanan mereka telah sampai di lobi hotel. Elisa dan Rendi segera masuk ke dalam mobil taksi setelah memasukan koper milik mereka ke bagasi mobil, sepanjang perjalanan Elisa dan Rendi terlibat obrolan kecil seputar masa-masa mereka kuliah dulu dan terkadang sesekali ada selingan canda gurau yang di buat oleh Rendi.
Hingga mereka tak menyadari bahwa mobil taksi tersebut sudah berhenti di kediaman kedua orang tua Elisa, Elisa dan Rendi segera turun dan tak lupa membayar ongkos. Kedua orang tua Elisa ternyata telah menunggu kedatangan mereka di teras depan, Elisa segera menghampiri sang ibu serta mencium punggung tangan sang ibu dengan takzim dan Rendi pun melakukan hal yang sama dengan mertua laki-laki namun tidak dengan mertua perempuan karena dirinya ingat yang dinikahinya bukan anak kandung sepasang suami istri tersebut.
"Malam ini nginap disini aja, pulang ke tempat tinggal kalian kapan-kapan saja. Jangan terlalu terburu-buru" kata Kirana kepada sang anak dan sang menantu
"Iya Umi" jawab Elisa yang masih mengapit lengan sang ibu dengan begitu manja
"Ayo masuk" ujar Dokter Perdi mengajak sang anak dan sang menantu masuk
Rendi dan sang mertua laki-laki mengobrol di ruang tamu di temani oleh cemilan serta kopi hitam, sedangkan Elisa memilih untuk ke dapur ingin membantu sang ibu yang sedang mempersiapkan makan siang buat mereka nanti. Elisa ingin memanfaatkan sisa waktu bersama sang ibu mumpung masih berada di rumah kedua orang tuanya, jika dirinya telah ikut suaminya tentu akan jarang bisa menikmati kebersamaan sang ibu.
"Entar kalau udah tinggal di tempat tinggal sendiri, harus bisa mengelola keuangan. Belilah sesuatu yang benar-benar kita butuhkan, jangan tergiur apa yang di beli teman jadi mau ikut beli terus jangan suka foya-foya. Masa depan itu panjang kalau bisa berinvetasilah dengan sesuatu yang bisa dihasilkan ketika masa tua" kata Kirana menasehati sang anak
Elisa yang mendengar nasehat sang ibu tentu memahami setiap perkataan sang ibu, seperti kehidupan kedua orang tuanya yang sudah mempersiapkan masa depan buat anak-anak hingga akhirnya Elisa merasakan bagaimana kehidupannya dan saudara kembarnya terjamin hingga detik ini. Bahkan dirinya dan saudara kembarnya bisa sekolah ke jenjang yang tinggi, maka dari itu sang ibu menanamkan nasehat tersebut kepada dirinya.
"Iya, Umi. Terima kasih nasehatnya, Insyaallah Elisa akan mengamanahkan nasehat Umi" jawab Elisa sembari memeluk sang ibu
__ADS_1
"Iya nak, semua demi kebaikan kalian" kata Kirana mengelus pucuk kepala sang anak
"Udah siap makanannya, sekarang panggil suami-mu dan Abi-mu. Sudah waktunya makan siang" ujar Kirana memerintah sang anak
Elisa pun langsung bergegas ke ruang tamu setelah mendapat perintah dari sang ibu.
.
.
Kini Elisa dan Rendi bersama kedua orang tuanya makan siang bersama untuk kedua kalinya, yang pertama kali ketika Rendi datang kesini yang berkeinginan menyampaikan niat baiknya yang hendak mempersunting dirinya. Dengan nikmat dan lahap mereka memakan hidangan masakan sang ibu yang memang dari dulu rasanya tak pernah berubah, sangat lezat seperti masakkan almarhumah sang nenek sebelah sang ibu.
"Iya bi, terima kasih" jawab Rendi yang memang sedikit pemalu
"Kamu juga Elisa, makan yang banyak biar makin sehat" kata Kirana yang ikutan mengambil lauk buat sang anak
Elisa hanya tersenyum di perlakukan oleh sang ibu seperti anak kecil, selesai makan Rendi dan kedua mertuanya sekarang memilih bersantai di taman belakang. Sedangkan Elisa membereskan piring kotor bekas mereka makan tadi, dirinya yang tak ingin sang ibu yang mengerjakan jadi memilih mengerjakan pekerjaan tersebut sekarang tanpa menunda.
Setelah itu Elisa ikut ke taman belakang melihay kedua orang tuanya dan Rendi yang tengah bersantai di taman belakang, melihat-lihat ikan koi serta tanaman bunga milik sang ayah yang kini bermekaran. Elisa duduk di ayunan yang ada di taman belakang sembari terus tersenyum melihat keakraban sang ayah dengan Rendi, dirinya bersyukur Rendi di terima dengan baik oleh kedua orang tuanya maupun keluarga besarnya.
__ADS_1
"Ohh iya, ini hadiah dari Abi dan Umi. Maaf baru bisa memberikan sekarang" ujar Dokter Perdi memberikan dua tiket umroh untuk Elisa dan Rendi
"Ini seriusan bi, untuk kami" kata Rendi yang mengambil dua tiket umroh tersebut dengan wajah yang begitu terharu
"Iya, bulan depan kalian udah bisa berangkat" jelas Dokter Perdi yang ikut bahagka melihat sang anak dan sang menantu bahagia
"Terima kasih bi" ucap Rendi kemudian bersujud syukur karena impiannya yang ke pengen ke tanah suci akhirnya kesampaian
"Iya sama-sama" jawab Dokter Perdi sembari menepuk pundak sang menantu
Elisa yang melihat Rendi sangat bahagia tentu ikut bahagia juga karena Elisa tau mungkin ini adalah pertama kali Rendi akan menginjak ke tanah suci, berbeda dengan dirinya yang sudah pernah pergi bersama kedua orang tuanya dan saudara kembarnya sewaktu mereka masih SD mereka pergi umroh untuk pertama kalinya dan yang kedua kali mereka pergi haji sewaktu lulus SMA.
"Kalian istirahat sana, pasti kalian masih capek" ujar Kirana kepada sang anak dan sang menantu
"Iya Umi, Abi, kita ke kamar dulu mau istirahat" kata Elisa dan Rendi berbarengan kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah dan menuju kamar tidur milik Elisa
Kini Rendi duduk di tepi ranjang sembari memperhatikan sekeliling kamar tidur milik Elisa, sedangkan Elisa tengah merapikan pakaian miliknya dan pakaian milik Rendi yang kini diletakkannya di lemari yang ada di kamar tidurnya. Rendi yang suka nuansa kamar tidur milik Elisa beranjak dan berkeliling melihat-lihat tulisan yang ada di dinding serta melihat bingkai foto yang berisi gambar Elisa dan satu lagi wanita bercadar, Rendi yang tau kalau itu saudara kembar Elisa tak bertanya lagi dan mengembalikan bingkai foto tersebut.
"Ayo Mas, istirahat" kata Elisa mengajak Rendi untuk tidur siang
__ADS_1
"Iya" jawab Rendi kemudian ikut naik ke atas tempat tidur