
Cahaya matahari pagi masuk melalui celah ventilasi kamar tidur milik Elisa dan Rendi, mereka berdua yang tengah bersiap untuk berangkat mengajar masih sibuk merapikan penampilan masing-masing. Elisa yang sudah siap lebih dulu keluar dari kamar dan melangkahkan kaki ke arah dapur, sarapan yang tadi disiapkannya sebelum mandi kini sudah ditatanya di atas meja makan.
Elisa segera duduk di salah satu kursi makan, tak lama kemudian Rendi juga keluar dari kamar menyusul Elisa yang sudah berada di dapur untuk sarapan. Kini Elisa dan Rendi mulai menyantap sarapan pagi yang hanya masing-masing sarapan dengan satu potong roti panggang dengan selai yang berbeda sesuai kesukaan mereka masing-masing, tak lupa di temani oleh secangkir kopi untuk Rendi dan segelas susu untuk Elisa.
Setelah sarapan dan minuman mereka habis, Elisa dan Rendi pun bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk mengajar. Rendi segera mengeluarkan sepeda motor milik Bambang sahabatnya yang kini juga di hadiahkan Bambang untuk dirinya, Elisa juga akhirnya naik di jok belakang dan sepeda motor pun mulai di lajukan oleh Rendi dengan kecepatan sedang.
Tak butuh waktu lama sepeda motor yang mereka kendarai tiba di halaman SMP Negeri 1 Pancasila karena dari tempat tinggal mereka ke sekolah hanya memakan waktu lima belas menit, Elisa turun terlebih dahulu saat Rendi menghentikan sepeda motor hendak mencari tempat parkir. Kini Elisa dan Rendi berjalan beriringan di koridor sekolah yang tanpa sudah ramai, apalagi bel sekolah belum berbunyi jadi seluruh murid masih berkeliaran di luar kelas.
"Akhirnya pengantin baru kita masuk juga" kata Putri pertama kali menyambut ke datangan Elisa dan Rendi
Rendi yang berada di lingkungan sekolah selalu menjaga wibawanya jadi dirinya hanya menyunggingkan senyuman untuk menyapa para dewan guru.
"Iya, thanks semuanya udah mau hadir di acara pernikahan kita" jawab Elisa sembari tersenyum ramah dan kemudian mencium pipi kanan pipi kiri para dewa guru perempuan
"Aku ke ruangan aku dulu ya" kata Rendi sedikit berbisik pamit dengan Elisa
Elisa hanya menjawab dengan anggukkan kepala paham bahwa Rendi menjaga wibawa jika sudah berada di lingkungan sekolah, sebelum melangkahkan kakinya Rendi pamit dengan para dewan guru yang ada ruang kantor ingin masuk ke dalam ruangannya yang sudah dua minggu tak di tempati. Sedangkan para dewan guru yang lain mulai kembali ke meja kerja mereka masing-masing, begitu juga dengan Elisa dan Putri yang meja kerja merek hanya bersebelahan.
Bunyi bel panjang pertanda mata pelajaran pertama akan di mulai, para dewan guru yang mendapat jadwal mengajar di jam mata pelajaran sudah mulai bersiap-siap ke ruang kelas tempat mereka mengajar masing-masing. Syukurnya Elisa belum ada jadwal mengajar di jam pertama sampai istirahat pertama nanti, dirinya mendapat jadwal mengajar hari ini setelah habis istirahat pertama jadi sekarang Elisa memilih untuk merekap ulang absensi seluruh muridnya yang waktu dirinya cuti selama dua minggu kemarin.
__ADS_1
Baru juga mulai fokus dengan pekerjaannya tiba-tiba HP-nya Elisa berbunyi tanda notifikasi pesan masuk di aplikasi gagang telepon berwarna hijau, Elisa yang tengah fokus menoleh ke arah HP-nya yang tergeletak didepannya dan ternyata Rendi yang mengiriminya pesan. Elisa yang tak mau membuat Rendi kecewa serta menunggu balasan dari dirinya, segera Elisa ambil HP-nya dan mulai membuka serta membaca pesan tersebut.
[Lagi sibuk gak?] Rendi
[Iya, lagi merekap absensi murid selama aku gak masuk kemarin] Elisa
[Aku ganggu kamu gak?] Rendi
[Menurutmu, ganggu gak] Elisa
[Maaf kalau ganggu, ya udah silahkan bekerja. Nanti barengan ya ke kantin pas jam istirahat pertama] Rendi
[Hahaha, maaf gak sabar soalnya ketemu kamu lagi] Rendi
[Mau ketemu tinggal keluar dari ruangan sendiri apa susahnya. Udah akhh jangan ganggu lagi, aku sibuk banget] Elisa
[Oke baby, bye selamat bekerja 😘😘😘] Rendi
Pesan terakhir Rendi membuat Elisa langsung menyunggingkan senyuman, Rendi memang berbeda dari laki-laki yang lain jika sangat bisa menempatkan diri dimana tempat dirinya harus berwibawa dan dimana tempat dirinya harus romantis dan harmonis terhadap pasangan. Elisa pun segera meletakkan HP-nya setelah mengubah dering HP-nya hanya getaran saja, kemudian dibalikkannya juga layar HP-nya menghadap ke permukaan meja agar dirinya tak melihat lagi jika ada pesan dari Rendi yang hanya menganggu pekerjaannya saja.
__ADS_1
Dua jam kemudian bunyi bel pergantian mata pelajaran para dewan guru yang berada di dalam ruang kelas segera keluar dari ruang kelas masing-masing tempat mereka mengajar dan bergantian dengan para dewan guru lain yang masuk, sedangkan Elisa masih santai merekap absensi seluruh murid ya di ruang kantor tempat meja kerjanya apalagi belum waktunya dirinya masuk untuk mengajar.
"Bu Elisa, lagi ngapain?" tanya Putri yang baru saja keluar dari ruang kelas sehabis mengajar
"Lagi merekap absensi murid" jawab Elisa menghentikan tangannya dan menoleh ke arah Putri
"Ohh, kalau mau minta bantuan bilang aja" kata Putri sembari mendudukkan bokongnya di kursi tempat kerjanya
"Terima kasih, tawarannya nanti kalau aku minta bantu pasti aku bilang" jawab Elisa sembari menyunggingkan senyumannya dengan ramah
Elisa dan Putri kembali fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing, yang satu merekap absensi murid dan yang satu lagi memeriksa buku latihan murid-muridnya yang mengerjakan tugas yang diberinya waktu minggu lalu. Waktu terus berjalan hingga tak terasa bel istirahat pertama pun berbunyi, seluruh murid yang ada di dalam kelas bersorak gembira saat waktu mereka tunggu-tunggu pun tiba dan para dewan guru yang berada di dalam kelas pun terpaksa mengakhiri seksi belajar mengajar mereka.
"Bu Elisa, kita ke kantin yuk" kata Putri beranjak dari tempat kursi kerjanya sembari mengajak Elisa pergi ke kantin
"Maaf ya Bu Putri, kali ini kita gak bisa bareng ke kantin. Soalnya,,," kata Elisa hendak menjelaskan namun orang yang mengajaknya ke kantin sudah berdiri di belakang Putri
Putri segera menoleh dan tentu terkejut bahwa kepala sekolah sudah berada dibelakangnya, sembari menundukkan kepala memberi hormat Putri menggeser tubuhnya sambil terus tersenyum dengan ramah kepada kepala sekolah. Putri lupa bahwa sahabatnya itu kini sudah menikah dan bahkan menikah dengan kepala sekolah di sekolah ini, tentu Putri tak bisa sebebas dulu untuk terus bersama sahabatnya.
"Ya udah, Bu Elisa Pak Rendi saya duluan" ucap Putri kemudian melangkahkan kakinya dengan gerakan cepat ingin menyelamatkan diri dari kepala sekolah
__ADS_1