
Keesokan harinya Erisa memutuskan untuk menjelaskan semua yang telah dirinya ketahui kepada Elisa, karena menurutnya lebih cepat lebih bagus kasihan juga dengan Elisa yang tak tau menau dan orang-orang disekitarnya yang tau justru diam saja. Erisa segera mengeluarkan HP-nya dari dalam tas, kemudian mencari kontak Elisa dan setelah ketemu Erisa segera menghubungi Elisa.
"Assalamualaikum, kak Elisa" kata Erisa setelah sambungan telepon terhubung
"Walaikumsalam, iya Erisa. Ada apa?" kata Elisa di seberang telepon
"Kakak sibuk gak saat ini, Erisa mau mengajak ketemuan. Ada yang ingin Erisa sampaikan sangat penting, soal kakak" kata Erisa yang menyampaikan tujuannya menghubungi Elisa
"Soal kakak, baiklah kita ketemuan. Dimana?" kata Elisa yang penasaran dengan apa yang hendak di sampaikan Erisa
"Di restoran xxx ya, kak" kata Erisa menyebutkan nama restoran tempat sang ibu bekerja dulu
"Oke, kakak OTW sekarang" kata Elisa begitu terburu-buru karena tiba-tiba perasaannya tak enak
Elisa segera mengambil jilbab instan dan tas yang senada dengan warna jilbab, kemudian dirinya keluar kamar dan pamit dengan Rendi yang ada di ruang kerja hendak keluar sebentar bertemu dengan Erisa. Rendi tentu mengizinkan Elisa, apalagi bertemu dengan Erisa juga mungkin mereka pertemuan mereka sangat penting.
Elisa segera keluar dari rumah dan menuju garasi mobil, Elisa mengeluarkan sepeda motor milik Rendi dan sengaja mengunakan sepeda motor agar lebih cepat tiba di restoran. Apalagi hari ini weekend dan pasti jalanan menuju restoran sangat macet karena kebetulan sudah waktunya makan siang, setelah memakai helm Elisa mulai melajukan sepeda motor tersebut meninggalkan rumahnya dan menuju restoran yang di maksud oleh Erisa tadi.
__ADS_1
Hanya dua puluh menit Elisa sudah memasuki area parkir restoran dan segera memarkirkan sepeda motornya di khusus parkiran sepeda motor, setelah memastikan sepeda motornya aman kemudian Elisa turun dari sepeda motor dan berjalan masuk ke dalam restoran. Elisa yang tiba lebih dulu segera duduk di salah satu kursi kosong sembari menunggu Erisa, Elisa memesan minuman terlebih dahulu dan bertepatan minuman yang di pesan Elisa datang Erisa baru muncul dan segera duduk di hadapan Elisa.
Di rumah Rendi yang telah selesai mengecek berkas-berkas di ruang kerjanya segera ke kamar ingin istirahat siang, Rendi masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepi ranjang dan tak sengaja menduduki HP milik Elisa. Elisa telah melupakan HP tersebut, Rendi segera beranjak dan ingin memberikan HP tersebut pada Elisa karena Rendi tau Elisa paling tak bisa tanpa HP karena m-banking Elisa ada di HP tersebut.
Rendi segera keluar dari rumah dan tak lupa mengunci pintu rumah kemudian berjalan ke arah garasi mobil, Rendi segera masuk ke dalam mobil jazz miliknya dan Rendi baru tau ternyata Elisa pergi dengan mengunakan sepeda motor milik Rendi. Jalanan menuju restoran sangat macet membuat Rendi sedikit lama sampai ke restoran dimana Elisa berada, dan syukurnya kemacetan di jalan tak lama hingga akhirnya Rendi bisa sampai juga di restoran.
.
.
"Kak, maaf sebelumnya kakak jangan kaget ya jika tau soal ini. Aku mohon kakak jangan datang lagi ke rumah orang tuaku" kata Erisa sembari menggenggam jari jemari milik Elisa
"Tidak kak, Abi dan Umi orang tua kandungku tapi bukan orang tua kandung kakak. Kakak hanya anak angkat Abi dan Umi" kata Erisa dengan tenang
"Bercanda kamu gak lucu, Erisa" kata Elisa semakin pusing
"Aku serius. Udah cukup kakak, aku mengalah demi kakak selama ini dari cinta pertamaku yang telah menikah dengan kakak jadi sekarang tolong jangan lagi datang lagi ke rumah orang tuaku. Aku tak sanggup kak, lima tahun berusaha berdamai dengan takdir melihat kakak bermesraan dengan Rendi cinta pertamaku jadi sekarang biarkan kasih sayang dan perhatian kedua orang tuaku hanya untukku jangan terbagi lagi dengan kakak" jelas Erisa panjang lebar
__ADS_1
"Rendi cinta pertamamu, Abi Umi bukan orang tua kandungku. Apa maksud semua ini, kakak tak mengerti" kata Elisa sembari menggelengkan kepalanya semakin bingung
Erisa segera menyodorkan surat yang di tinggalkan oleh ibu kandung Elisa, kemudian memperlihatkan gambar buku nikah milik Elisa yang ada di HP-nya. Elisa segera mengambil surat tersebut dan dibacanya dari awal sampai akhirnya, Elisa langsung menjatuhkan surat tersebut sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Rendi yang tak sengaja mendengar semua perkataan Erisa tentu marah, bagaimana bisa Erisa memberitahu semua yang selama ini telah di tutupi olehnya dan kedua orang tua Erisa. Rendi segera bergegas mendekati Elisa yang mulai menangis mengetahui kenyataan yang sebenarnya, Rendi memegang pundak Elisa ingin memeluk Elisa namun Elisa menolak karena ternyata Rendi juga sudah tau tentang dirinya namun tetap menutupi semuanya.
Erisa juga terkejut tiba-tiba Rendi muncul begitu saja, Elisa pun berlari keluar dari restoran tersebut sembari menangis meninggalkan Erisa dan Rendi yang sama-sama mematung karena tak tau harus berbuat apalagi. Elisa sangat kecewa dengan Rendi yang tak memberi tahunya soal kenyataan tersebut dan yang membuat Elisa semakin sakit hati, dirinya ternyata anak hasil di luar nikah meski ibu kandung terkena musibah karena di perkosa.
Bruk.....
Seketika jalanan di depan restoran ramai saat ada yang menabrak seseorang, Rendi dan Erisa segera berlari keluar restoran ingin melihat apa yang terjadi di jalan depan restoran. Jalanan jadi macet karena ada seseorang yang tergeletak di tengah jalan dengan bersimbah darah, Rendi dan Erisa berusaha menerobos kerumunan orang-orang itu dan setelah tiba di dalam kerumuman orang-orang itu.
"Kak Elisa"
"Elisa"
Rendi menangis melihat Elisa yang bersimbah darah, bahkan dirinya terus meraung sembari memeluk tubuh Elisa. Orang-orang yang berkerumun segera di bubarkan oleh pihak kepolisian, ambulan datang dan para medis mulai mengangkat korban kecelakaan dan akan di bawa ke rumah sakit. Rendi pun baru tersadar dan segera berdiri ingin menyusul Elisa namun ambulan sudah lebih dulu pergi, Rendi melangkahkan kaki ke arah mobilnya yang terparkir di restoran.
__ADS_1
"Kalau terjadi apa-apa dengan Elisa, aku aku buat perhitungan denganmu karena ini semua karena kamu" kata Rendi menghentikan langkah kakinya saat bertemu dengan Erisa
Erisa terdiam mendapat ancaman dari Rendi barusan, dirinya segera menghubungi kedua orang tuanya dan mengabari bahwa Elisa kecelakaan dan sudah di bawa ke rumah sakit yang ada di dekat sini. Erisa segera mengambil sepeda motornya yang ada di parkiran restoran, kemudian dilajukannya menuju rumah sakit dimana Elisa di larikan.