
Dari kemarin Elisa dan kedua orang tuanya serta beberapa kerabat dekat mereka begitu sibuk mempersiapkan acara pernikahan Elisa, mereka semua telah menginap di hotel dari semalam hotel yang akan di jadikan tempat acara pernikahan Elisa dan Rendi di gelar. Setelah sholat subuh ternyata MUA yang akan menghiasi wajah Elisa sudah datang, Elisa yang kebetulan sudah sholat dan baru habis mandi jadi bergegas memakai pakaian panjang agar MUA bisa segera menghiasi wajahnya.
Dengan begitu telaten dan hati-hati MUA itu memoles sedikit demi sedikit make-up ke seluruh wajah Elisa, sedangkan MUA yang lain juga sibuk menghiasi Kirana beserta bibi-nya Rendi yang akan menjadi pengganti orang tua Rendi dan kebetulan bibi-nya Rendi yang dari Surabaya sudah dua hari yang lalu di Jakarta dan ikut menginap di hotel tersebut sedangkan Dokter Perdi dengan paman-nya Rendi serta Rendi justru begitu santai karena mereka laki-laki tak begitu ribet seperti kaum perempuan.
Selama calon pengantin wanita di hiasi di dalam kamar, para kerabat Elisa maupun Rendi sibuk menerima tamu undangan di luar hotel yang di pimpin oleh Dokter Perdi dan paman-nya Rendi. Begitu banyak yang hadir selain teman-teman Dokter Perdi dan Kirana ada juga para dewan guru serta anak-anak murid Elisa dan Rendi, para tamu sudah banyak yang datang bahkan telah memenuhi aula gedung hotel sehingga pembawa acara pun akan segera memulai acara setelah mendapat laporan bahwa calon pengantin wanita juga sudah selesai di hiasi.
"Bismillahirohmanirohim, ananda Rendi Dewantoro saya nikahkan engkau dengan saudari Elisa binti Mita dengan emas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Wali hakim pelan tanpa memakai pengeras suara namun tetap terdengar jelas dan yang mendengar hanya Rendi dengan para saksi
"Saya terima nikah dan kawinnya Elisa binti Mita dengan emas kawin tersebut" jawab Rendi dengan satu kalimat dan lancar
"Bagaimana para saksi?" tanya Penghulu baru memakai pengeras suara
"Sah... Sah... Sah" ucap Dokter Perdi dan paman-nya Rendi serta yang lain
"Alhamdulilah" ucap Para tamu undangan yang sebenarnya bertanya-tanya mengapa ketika pengucapan ijab kabul tidak memakai pengeras suara
__ADS_1
Elisa pun keluar dari kamar beriringan dengan sang ibu dan Putri sahabatnya yang mendampinginya sembari mengandeng tangannya walaupun seharusnya saudara kembarnya namun mau bagaimana lagi saudara kembarnya masih di Kairo Mesir, kebaya akad nikah Elisa pakai saat ini berwarna putih susu dan di atas kepalanya memakai siger sunda yang selama ini sangat diinginkannya.
Semua para tamu yang melihat pengantin wanita keluar begitu kagum dengan Elisa yang memang sangat cantik meski tanpa hiasan apalagi di hiasi sekarang kecantikannya semakin terlihat nyata, Rendi yang juga memperhatikan istrinya berjalan menuju ke arahnya begitu kagum bahkan dirinya merasa seperti sedang melihat bidadari turun dari langit ke tujuh.
Rendi berdiri sejenak mengulurkan tangannya untuk menyambut kedatangan Elisa tentunya di sambut oleh Elisa dengan sangat baik bahkan Elisa tak henti-henti menyunggingkan senyumannya yang sangat manis, sekian lama menanti akhirnya Rendi bisa merasakan bagaimana mengenggam jari jemari milik Elisa yang selamanya ini di nanti-nantinya.
Setelah sepasang pengantin baru sudah berada di dekat penghulu, Elisa dan Rendi menandatangani surat nikah mereka lalu di serahkan kepada sang ibu dari mempelai wanita. Selesai acara akad nikah kini sesi pemotretan bersama keluarga besar pengantin, para dewan guru serta anak-anak murid Elisa dan Rendi yang tak mau ketinggalan.
"Aku bahagia akhirnya bisa memilikimu seutuhnya dan selamanya" kata Rendi sembari mencium punggung tangan sang istri dengan lembut dan penuh kasih sayang
Selesai acara sesi pemotretan para tamu yang hadir di acara pernikahan Elisa dan Rendi kini di minta untuk menikmati hidangan yang telah di sajikan oleh pihak hotel, dengan tertib para tamu mengantri menuju meja hidangan yang telah di pisah dimana rombongan para laki-laki sebelah kanan dan rombongan para perempuan sebelah kiri. Kirana sengaja memisahkan hidangan untuk para laki-laki dan para perempuan, karena dirinya tak ingin yang bukan mahrom jadi bersentuhan meskipun tak sengaja.
"Selamat ya El, Pak Rendi. Semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah" kata Putri mengucapkan selamat pada sahabatnya itu sembari memeluk
"Makasih Put, semoga kamu segera menyusul" kata Elisa yang membalas pelukan dari Putri
__ADS_1
Satu persatu para tamu naik ke pelaminan memberi ucapan selamat dan mendoakan sepasangan pengantin baru, Elisa dan Rendi juga dengan ramah menerima ucapan tersebut dan ikut mendoakan para tamu-tamu mereka. Bahkan anak-anak murid Elisa dan Rendi juga tak mau ketinggalan ingin memberi ucapan dan mendoakan guru mereka yang tengah bahagia sekarang, tentu Elisa dan Rendi juga senang melihat anak-anak muridnya pada hadir di acara pernikahan mereka.
Acara demi acara telah selesai para tamu yang hadir dari pagi sudah banyak yang pamit pulang, kini ada para tamu yang baru datang sehingga membuat aula gedung hotel justru semakin penuh. Elisa dan Rendi di minta oleh Kirana untuk istirahat sejenak di dalam kamar hotel sebelum melanjutkan acara lagi sekalian mereka mengisi perut mereka dahulu, setelah itu baru nanti kembali ke pelaminan lagi dan pastinya dengan gaun pengantin yang lain.
"Wah selamat ya, kalian udah punya menantu aja. Bentar lagi bakal jadi Opa Oma" kata Al sahabatnya Dokter Perdi yang kebetulan baru datang
"Iya thanks Al, nanti kamu juga bakal punya menantu meski sekitar 5 tahunan lagi" kata Dokter Perdi yang mengingat anak pertama sahabatnya masih duduk di bangku SMA
"Iya pastinya, kemana pengantin barunya" kata Al sembari melirik kesana kemari mencari anak dan menantu Dokter Perdi
"Lagi istirahat, sekalian mau ganti baju. Sebentar lagi juga keluar" jawab Dokter Perdi sembari tersenyum menyapa para tamu yang lain
Kini yang menyambut para tamu hanya keluarga besar Elisa dan keluarga besar Rendi karena sepasang pengantin baru masih beristirahat, setengah jam berlalu Elisa dan Rendi berjalan beriringan sembari Rendi terus mengapit lengan Elisa, seperti ratu dan raja sepasang pengantin baru itu membuat para tamu yang hadir kembali terpana oleh mereka.
Kini sepasang pengantin baru tersebut kembali duduk dipelaminan dengan baju pengantin yang berbeda, Elisa memakai gaun pengantin berwarna biru langit sedangkan Rendi memakai kemeja biru langit juga namun di balut dengan jas warna hitam sehingga sepasang pengantin baru terlihat begitu serasi.
__ADS_1