Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 24


__ADS_3

Dari kemarin Elisa begitu sibuk mempersiapkan pakaian miliknya dan pakaian milik Rendi serta keperluan mereka karena hari ini adalah hari keberangkatan Elisa dan Rendi ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh yang telah di daftarkan oleh sang ayah berapa bulan yang lalu, kado pernikahan Elisa dan Rendi yang begitu spesial dari kedua orang tua Elisa.


Setelah semuanya siap Elisa dan Rendi keluar dari rumah minimalis menjadi tempat tinggal mereka sembari membawa koper milik mereka masing-masing, kemudian Rendi meletakkan koper miliknya dan milik Elisa masuk ke dalam bagasi mobil milik sang mertua. Keberangkatan mereka ke bandara Soekarno-Hatta akan di antar oleh kedua orang tua Elisa, selesai semua kini Elisa dan Rendi serta kedua orang tua Elisa sudah berada di dalam mobil.


Mobil pun mulai di lajukan oleh sang ayah dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah minimalis tempat tinggal Elisa dan Rendi, melaju menuju bandara Soekarno-Hatta. Sepanjang perjalanan Elisa yang sudah seminggu tak bertemu dengan sang ibu terus bercerita tentang keseharian Elisa yang mengerjakan pekerjaan rumah dan mengajar di sekolah, sang ibu yang mendengar sang anak sangat bahagia tentu ikut merasakan kebahagiaan itu.


Hingga akhirnya mobil yang mereka kendarai pun tiba di parkiran bandara Soekarno-Hatta, Rendi terlebih dulu turun dan langsung mengambil koper miliknya dan milik Elisa yang ada di bagasi mobil. Setelah itu mereka berempat sama-sama masuk ke dalam bandara Soekarno-Hatta, selagi masih belum melakukan penerbangan mereka berempat duduk dahulu di kursi tunggu sembari beristirahat.


Lima belas menit kemudian nama Elisa dan Rendi di panggil untuk melakukan check-in karena sebentar lagi pesawat yang mereka tumpangi akan melakukan penerbangan, Elisa dan Rendi segera beranjak dari tempat duduk mereka dan pamit kepada kedua orang tua Elisa. Tak lupa Elisa mencium punggung tangan sang ibu dengan takzim, dan Rendi juga melakukan hal yang sama dengan sang mertua laki-laki.


Setiap kali melakukan salaman Elisa sebenarnya ingin bertanya mengapa Rendi tak pernah mau menyalami sang ibu, namun dirinya engan untuk bertanya takut salah karena dirinya pun sampai sekarang tak pernah menyalami sang ayah karena sang ayah selalu menolak. Selesai pamitan Elisa dan Rendi melambaikan tangan mereka kepada kedua orang tua Elisa sembari melangkahkan kaki bergabung dengan penumpang lain, setelah Elisa dan Rendi semakin jauh kedua orang tua Elisa segera pergi dari bandara Soekarno-Hatta hendak pulang ke rumah mereka.


"Itu disana mas tempat duduk kita" kata Elisa kepada Rendi sembari menunjuk kursi bagian depan yaang dekat jendela

__ADS_1


"Ahh, bener. Ayo kita kesana" kata Rendi sembari menuntut Elisa ke kursi depan.


Setelah para penumpang tour yang akan melakukan perjalanan umroh sudah duduk di tempat mereka masing-masing, salah satu pramugari yang bertugas mulai menjelaskan tata tertib selama di dalam pesawat dengan perlahan agar para penumpang tour tersebut mengerti.


"Bismillahirohmanirohim" ucap Elisa dan Rendi berbarengan saat pesawat mulai landas


Pesawat pun kini telah terbang di atas udara, Elisa begitu senang akhirnya dirinya bisa duduk di dekat jendela yang artinya dirinya bisa melihat pemandangan dari atas yang selama ini sangat diharapkannya karena setiap kali naik pesawat dirinya tak pernah mendapatkan kursi di dekat jendela. Elisa dan Rendi tersenyum melihat burung terbang kesana kemari bahkan ada yang ikut hinggap di sayap pesawat, Elisa juga mengabadikan momen tersebut agar dirinya selalu ingat dengan momen hari ini yang takkan dilupakannya.


.


.


Elisa dan Rendi serta rombongan jamaah umroh sudah naik ke dalam bus yang sudah di siapkan oleh pembina tour mereka, bus tersebut melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel penginapan mereka. Hanya berapa menit Elisa dan Rendi serta rombongan jamaah umroh pun tiba di hotel tempat penginapan mereka, untuk perjalanan hari ini mereka di minta istirahat terlebih dahulu apalagi ini sudah malam dan kemungkinan mulai besok ibadah umroh akan mulai di laksanakan.

__ADS_1


"Masyaallah, indah sekali" kata Rendi yamg tengah berdiri di dekat jendela kamar hotel yang ditempatinya bersama Elisa


"Iya mas, indah sekali" jawab Elisa ikut melihat pemandangan yang ada di bawah


"Istirahat yuk mas, udah malam. Besok kita akan memulai berkeliling di kota Mekkah dan Madinah" kata Elisa sembari merangkul lengan Rendi dengan manja


Rendi hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum, kemudian Elisa dan Rendi melangkahkan kaki mereka mendekat ke arah tempat tidur lalu mulai naik ke atas ranjang dan segera berbaring serta memejamkan kedua kelopak mata mereka hingga mereka terlelap karena malam memang sudah sangat larut.


Adzan subuh berkumandang dengan sangat merdu Elisa dan Rendi yang tengah membaca al-quran sehabis sholat tahajud tadi malam begitu tersentuh saat mendengar panggilan adzan yang membuat hati mereka terasa damai dan sejuk, Elisa dan Rendi segera ke kamar mandi secara bergantian untuk mengambil air wudhu dan hendak sholat berjamaah di masjidil haram tempat ibadah yang sangat di inginkan semua orang.


Setelah itu Elisa dan Rendi turun ke lantai dasar menuju masjidil haram yang jaraknya memang sangat dekat dan cukup dengan berjalan kaki, tiba di masjidil haram sudah banyak sekali jamaah lain yang berdatangan dari berbagai arah. Tadi malam ingin rasanya Elisa dan Rendi sholat tahajud di masjidil haram namun karena tubuh mereka sangat lelah jadi mereka memutuskan sholat tahajud di kamar saja berjamaah berdua, Elisa dan Rendi telah berpisah saat sudah masuk ke dalam masjidil haram.


Elisa dengan khusyuk mengerjakan sholat sunnah qobliyah subuh, setelah itu salah satu jamaah mulai mengumandangkan iqamah dan seluruh jamaah yang ada di dalam masjidil haram mulai merapatkan sop sholat mereka. Selesai sholat semua jamaah tidak langsung pulang dan justru memilih untuk intikaf di masjidil haram membaca al-quran milik mereka masing-masing.

__ADS_1


"Ya ALLAH terima kasih Engkau sudah sudi memanggil hamba ke rumah-MU ini, bahkan selama ini hamba tak pernah terpikir akan menginjak tanah suci ini namun karena ke hendak-MU dan kebesaran-MU, Engkau mau memanggil hamba. Sekali lagi terima kasih Ya ALLAH, dan hamba mohon lapangkan lah kuburan kedua orang tua hamba serta ampuni lah dosa-dosa yang telah mereka perbuat semasa hidup mereka selama di dunia dulu......" ucap Rendi yang masih khusyuk berdoa di sop paling depan sembari air matanya terus mengalir mensyukuri nikmat yang telah MAHA KUASA berikan kepadanya dan tak lupa mendoakan mendiang kedua orang tuanya yang telah tiada


__ADS_2