Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama
Bab 35


__ADS_3

Erisa sudah lelah sampai detik ini dirinya belum bisa mengubur perasaannya terhadap Rendi, walaupun dirinya sudah menyibukkan diri mengajar anak-anak TK yang aktif belajar di sekolah TK yang di dirikan sang ayah setengah tahun yang lalu. Namun meski sedang sibuk seperti ini dan tertawa bersama anak-anak TK, Erisa tetap belum bisa menghilangkan perasaannya terhadap Rendi.


Padahal akhir-akhir ini dirinya juga selalu menghindar setiap kali Elisa dan Rendi menginap di rumah dirinya memilih menyibukkan diri di dalam kamar dengan alasan mengecek tugas anak-anak TK, bahkan sudah hampir dua tahun pulang ke Indonesia dirinya juga sudah berapa kali di tawari sang ayah untuk ta'aruf dengan laki-laki yang memang baik namun Erisa tetap tak bisa menerima. Sepertinya hatinya sudah tertutup rapat dan sulit di buka untuk laki-laki lain, apalagi nama Rendi masih terukir indah di hatinya.


"Erisa... Er" panggil Aisyah sembari memegang pundak Erisa


Erisa langsung terkejut saat merasakan ada yang memegang pundaknya, dirinya pun segera menoleh ke belakang ternyata Aisyah yang memegang pundaknya barusan.


"Ya ampun Aisyah bikin kaget aja, bagaimana kalau aku jantungan" kata Erisa sembari memegang dadanya yang masih berdebar


"Kamu sih melamun, padahal aku udah dari tadi manggil kamu" kata Aisyah duduk di hadapan Erisa


Aisyah adalah teman kuliah Erisa waktu di Kairo Mesir dulu, mereka kenal udah lama dari mereka sama-sama mondok pas waktu SMA dulu hanya saja dulu tak terlalu dekat. Dan semenjak Aisyah sering minta bantu mengerjakan tugas dengan Erisa akhirnya mereka dekat, setelah di telusuri ternyata Aisyah adalah anak Fitri sahabatnya Kirana.


Aisyah ikut mengajar di sekolah TK yang di bangun oleh sang ayah Erisa, itu juga atas permintaan Erisa karena Erisa kelelahan jika harus menghandle anak-anak TK itu sendirian. Awalnya sang ibu menyarankan untuk mengajak Elisa namun Erisa menolak dengan alasan gaji di sekolah TK tersebut tak sebesar gaji Elisa di SMP Negeri 1 Pancasila, alasan Erisa yang sebenarnya tak mau Elisa mengajar disini karena pasti setiap hari Rendi akan menjemput Elisa disini dan lagu-lagi dirinya harus menyaksikan kemesraan Elisa dan Rendi.

__ADS_1


Padahal dirinya sudah berusaha menghindar, dan beruntungnya Rendi juga tak mengizinkan karena terlalu jauh dari tempat tinggal Elisa dan Rendi. Belum lagi guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Pancasila hanya Elisa sendiri, mau mencari pengganti tentu sangat sulit.


"Maaf, ada apa memangnya kamu manggil aku?" tanya Erisa kepada Aisyah


"Kamu gak lupakan besok anak-anak TK mulai libur setelah ujian mereka kemarin selesai, pembagian rapot ketika masuk nanti. Dan ini undangan untuk kamu dan orang tua kamu jangan lupa datang ya" kata Aisyah panjang lebar kemudian menyodorkan dua bungkus undangan pernikahan


"Tenang aja aku pasti datang, sekali lagi selamat ya. Ternyata kamu yang lebih dulu dapat jodoh" kata Erisa tersenyum kecut di balik cadarnya


"Jodoh sudah di atur jadi banyak-banyak berdoa saja" jawab Aisyah sembari terkekeh sebenarnya heran dengan temannya itu sudah banyak yang ngajak ta'aruf tapi selalu menolak


Erisa hanya menganggukkan kepalanya, mungkin saja jodohnya mau jauh atau bisa jadi malaikat maut duluan yang datang menjemput ketimbang jodoh. Sekarang dirinya sudah pasrah meski hati ini belum bisa sepenuhnya ikhlas menerima takdir yang tak membuatnya berjodoh dengan cinta pertamanya, tapi Erisa bersyukur yang terpenting laki-laki yang dicintainya sekarang bahagia meski dirinya sakit hati.


Sekolah TK yang di bangun oleh sang ayah memang belum terlalu besar hanya ada ruang yaitu untuk kelas dan untuk ruang guru, bahkan murid yang di sekolah di tempat tersebut pun belum terlalu banyak hanya ada 50 anak kurang lebih. Makanya yang mengajak hanya Erisa dan Aisyah, namun halaman di sekolah TK ini sangat besar area permainan sangat lengkap dan ada taman yang terlihat asri juga karena Erisa dan Aisyah membudidayakan alam kepada anak-anak TK.


"Udah selesai kan, ujian anak-anak biar aku saja yang periksa. Kamu fokus saja dengan pernikahanmu" kata Erisa merapikan lembaran kertas ujian yang akan dibawanya ke rumah

__ADS_1


"Oke, ayo kita pulang" kata Aisyah sembari merangkul tangan Erisa


Aisyah begitu senang akhirnya Erisa yang irit bicara akhirnya mau jadi temannya, bahkan sekarang Erisa juga sudah mulai banyak bicara jika bersamanya meski yang di bahas hanya tentang sekolah tapi dirinya tetap senang. Aisyah dan Erisa berpisah di gerbang sekolah setelah mengendarai sepeda motor masing-masing, jalan ke arah rumah orang tua mereka memang berbeda makanya mereka gak pernah bareng kalau berangkat atau pulang dari sekolah.


Tak membutuhkan waktu lama Erisa pun sudah tiba di kediaman orang tuanya, Erisa langsung memasukan sepeda motornya ke dalam garasi mobil.


"Assalamualaikum" ucap Erisa saat pintu di buka sang ibu sembari mencium punggung tangan sang ibu dengan takzim


"Walaikumsalam, udah selesai mengajarnya?" kata Kirana pada sang anak ketika sang anak melangkah masuk ke dalam rumah


"Iya mi, kan besok anak-anak mulai libur jadi hari ini tadi gak terlalu banyak kegiatan. Ohh ya mi ini undangan dari Aisyah" kata Erisa kemudian mengambil undangan pernikahan Aisyah dari dalam tasnya


"Aisyah udah mau nikah saja usianya lebih tua kamu setengah tahun, kamu masih belum ke pengen menikah usia kamu sekarang udah 27 tahun" kata Kirana menerima undangan pernikahan Aisyah dari tangan sang anak


"Belum mi, Erisa ke kamar dulu ya mi" kata Erisa pamit dengan sang ibu sembari terus melangkahkan kaki ke arah kamar

__ADS_1


Sampai di dalam kamar tidurnya Erisa langsung menyeka air mata yang hendak jatuh, dirinya meletakkan kertas ujian anak-anak TK di meja belajar yang ada di kamar tidurnya kemudian dirinya menjatuhkan bobot badannya ke atas tempat tidur.


"Maafin Erisa Abi Umi, belum mau menuruti permintaan kalian soal menikah. Erisa ingin juga menuruti permintaan kalian hanya saja Erisa tak bisa untuk memaksakan hati Erisa karena jika di paksa pernikahan itu takkan ada kebahagian" kata Erisa dalam hati sembari menatap langit-langit kamar tidurnya


__ADS_2