
" Sudah malam pertama" tanya Lina mengodaku
" malam pertama apanya,tidur saja pisah" aku membisikan di telinga Lina takut ada yang mendengarnya
"kenapa? tanya Lina heran
" kamukan tahu kalau kami menikah karena permintaan pak Daniel.aku juga hanya balas budi untuk kebaikan pak Daniel yang telah membantu kami.aku"
" Rani apakah kamu bahagia dengan pernikahan ini"
" Bahagia atau tidak ini baru jalan hari ke tiga,aku siap menjalaninya.toh semua akan indah pada waktunya."
" Rani"panggil Lina lirih
" sudahlah Lin aku tidak apa apa.yang penting aku punya kesibukan pasti aku bisa melewatinya.jadi kamu jangan putuskan hubungan kerjasama kita ya?"" pintaku pada Lina
" Tidak Ra kitakan sudah jalan lama hampir tiga tahun.apakah kamu tidak punya minta untuk kembangkan usaha kamu"
__ADS_1
" tidak Lin aku belum cukup modal.ini saja kadang masih kamu bantu.biar begini saja yang penting masih bisa bantu keluargaku.terima kasih ya Lin kamu baik sekali kepadaku" mataku berkaca kaca
" kita keluarga Ra kita akan selalu membantu"
pesanam kami datang.kami makan tanpa ada pembicaraan.
" Na Lina karena kampung tengah sudah diisi ayo kita beli bibit sayur ya"Lina menganggukan kepalanya.setelah itu Lina menbayar makanan kami.kami hendak bangkit tapi saat ku angkat wajahku.kulihat di pintu masuk ada seorang laki laki tampan dan seorang perempuam cantik yang bergelayut manja di lengan dan laki laki itu adalah suami ku Marco suami ku.wajahku berubah pias.
" Ada apa Rani?"" tanya Lina bingung
" itu suamimu?"' Lina bertanya
" Ia Lin" aku menundukankan wajah.
" siapa wanita itu"
" pacarnya.dari awal pernikahan ia sudah memberitahukanku" ada rasa sakit dalam hatiku.kenapa secepat ini ya aku harus menyaksikan kemesaraan.aku belum siap.entah apa yang kurasakan saat ini ternyata sakit.aku memegang dadaku.kusandarakan tubuhku di kursi.airmata jatuh di pipiku.Lina meraih tubuhku di peluknya aku
__ADS_1
" Lina aku belum sanggup untuk melihatnya.kenapa dia harus bohong kalau melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.hatiku sakit." kataku sambil terisak
" Rani " panggil Lina.ia mengusap rambutku.mengeratkan pelukannya.
" Lina hanya kamu yang kamu tahu.biar aku yang menghadapi ini sendiri.yang penting kamu tetap di sampingku" kataku sambil menhapus airmataku.
" Ayo Lina kita pulang" aku mengambil tas dan berjalan keluar dari cafe itu.lina hanya mengikuti dari belakang.setelah sampai di halaman parkir aku tak banyak bicara.Lina yang mengerti akan keadaanku juga hanya diam.Lina membawa mobilnya keluar dari parkiran.aku yang kaget melihat pemandang tersebut masih diam saja
" Rani kita jadikan membeli bibit sayur " Tanya Lina memecahkan keheningan.
" jadi Lina tolong kamu antar,sekali lagi terima kasih ya"
" kenapa bilang begitu.kamu harus kuat."
" tidak apa apa Lina.aku akan tunjukan bahwa aku kuat." Aku tersenyum kearah Lina
Lina mengantarku ke toko yang menjual bibit sayuran.aku memilih bibit sayuran.aku membeli beberpa macam bibit sayuran.untuk mengusir kesepianku dan kegalauan ku.setelah membeli semua bibit sayuran yang ku perlukan.lina mengantarku pulang.setelah sampai halaman rumah aku turun.mengajak Lina masuk tapi ia terburu buru.karena ada urusan yang harus ia tangani.
__ADS_1