MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
Bab ENAM PULUH ENAM


__ADS_3

" Marco memangnya kamar seluas ini mau main sepak bola"Marco tertawa melihat wajah polos istrinya


" ya begitu lah" Marco memcubit pipi istrinya.wajah Rani memerah.


" kalau di kampung ini sudah bisa jadi tiga kamar tidur"Rani masih berdecak kagum.Marco mendekat memeluk istrinya.


" aku ingin menghabiskan sisa umurku disini bersama dengan keluargaku"Rani yang kaget ingin mberontak,tapi Marco memperat pelukannya.Marco membalikkan badan Rani.tepat menghadapnya.Marco menatap Rani.dengan pelan pelan marco mencium kening Rani.bibir seksi Rani yqng begitu mengoda membuat Marco tidak bisa menahannya.ia mulai mencium bibir itu.Rani yang seperti tersengat listrik kaget,tapi marco telah mengunci bibirnya.marco mulai menyesap bibir indah Rani.Rani hanya terdiam.


" di buka mulutnya sayang" Rani hanya mengikuti.lidah Marco semakin masuk kedalam.Rani yang tadi hanya diam mulai mengikuti permainan Marco.entah berapa lama akhirnya Marco melepaskan ciuaman panas itu.wajah Rani bersemu merah.


" sayang buka matamu" Rani membuka matanya,tepat Wajah marco didepannya.


" Marco"


" hmmm"


" malu?""


" ini aku suamimu,bukan orang lain"marco menuntun istrinya ke tempat tidur.Marco mulai mengulum bibir istrinya.Rani mulai terpancing mengikuti permainan itu.malam semakin larut ,desah napas dari kedua anak manusia tidak beratiuran.pakaian sudah berserahkan di bawah.tubuh Rani dan tubuh Marco mulai menyatu.entah berapa kali merka melakukannya.hanya terdengar desah napas mereka.


PAGI HARI


sinar matahari masuk melalui ventilasi kamar, Rani membuka matanya,mengumpulkan semua ingatannya,rani nerasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya,di lihat Marco masih tidur,Rani memindahkan tangan Marco,ia hendak bangun tapi..


" auh, sakit" Rani meringis kesakitan di bagian area intimnya.Rani berusaha bangun pelan.ternyata gerakan membuat Marco

__ADS_1


" mau kemana?""


" kamar mandi,tapi sakit" kata Rani menahan sakit.Marco kaget dan bangun


" apa yang sakit?"",Rani hanya diam saja.marco tersenyum melihat wajah istrinya


" makasih sayang,sudah menjaganya untukku" Marco mencium kening istrinya.


" kalau pertama memang sakit sayang,setelah itu nikmat"


" aku tidak mau lagi"


" nanti pelan pelan saja"


" tidak mau sakit"


" mau mengodaku?"


" tidak,ayo bangun mandi,aku lapar"


" makan saja aku?""


" enaknya di kamu"


" kan sama sama enak"

__ADS_1


" marco aku tidak punya pakaian terus aku harus pakai kembali pakaian itu" Rani menunjukan pakaiannya.


" coba kamu lihat di lemariku pasti ada yang cocok untukmu"


" tapi dalamanku?""marco menepuk kepalanya.


"tunggu ya aku belikan?"


" memangnya kamu tahu nomer berapa?""


" tahu kan semalam sudah merasakannya"marco mengedipkan matanya.


" Marco??""


" sudah tunggu ya,aku keluar sebentar,di ujung jalan sana ada supermarket.jangan keluar dengan pakaian begitu"


" ia aku tunggu".Marco meraih kunci motor keluar membelikan dalaman untuk Rani.Rani membereskan tempat tidur yang acak acakan.ia menganti sprei karena noda darah.Rani membuka lemari mencari spreai ganti.ia takjub dengan isi lemari ini harga berapa ya masing masing pakaian ini?? memang orang kaya mau apa saja bisa Rani masih dengan perasaan takjubnya.ia tak menyadari kalau Marco ada di belakangnya.


" Rani" panggil Marco,Rani kaget


" marco,aku kaget"


" ngapaian di depan lemari situ?""


" mau cari ganti spreai? spreai ada noda darah"marco melangkah membuka lemari sebelah

__ADS_1


" ambillah" Rani mengambil sebuah spreai berwarna biru langit


__ADS_2