
" biasa aja Din itu juga masih belajar kaka tidak sepandai perancang perancang terkenal"
" siapa bilang nyatanya tiga hari lalu Dina main ke butiknya teman kaka baru menyerahkan sebuah gaun terbaru yang akan di pakai tunangan oleh anaknya Om Lators,aku lihat gaunnya ko?? kak ajarin ya?""
" ia kalau aku sembuh dan tidak menggangu pelajaranmu"
" benaran ya janji?" Dina menunjukan jari kelingkinya
" ia janji"
" kak Rani Sisil juga"
" bisa"
" enak saja tidak bisa,kali ini Marco angkat bicara,
" kenapa kak Rani saja tidak masalah kenapa kaka yang protes"Dina marah
" kakamu masih sakit"
" tadikan kak Rani bilang kalau sudah sembuh"
" sudahlah ribut saja,na Rani setelah keluar dari rumah sakit nanti mami mau kamu membuat untuk kita gaun tapi yang memakai tenun,sekalian melestarikan budaya kita"
" bisa mami kalau itu kita mengkombinasikan maka akan muncul gaun yang indah"
" kalau aku"Marco angkat bicara
"kalau kakak nanti special di buat" Dina mengedipkan matanya
" betul itu"
__ADS_1
" sudah ini rumah sakit bukan rumah untung kita di kelas vip kalau tidak di usir petugas"
" mami,Sisil dan dina pulang nanti Rani sama aku saja"
" nggak? mama berkata
" kenapa mi?""
" mami nggak yakin sama kamu?""
" mami" Marco merajuk
" biar Mami yang jaga Rani"
" Mami biar kali ini Marco yang jaga ya? Rani memohon pada Mami
" oke karena kamu yang meminta mami ijinkan,tapi awas kamu Marco mami tidak mau mendengar kesalahan apapun"
" ia mami sayang,ayo mami sudah malam"
" tenang mami kalau ada apa apa Rani langsung telepon"
" baiklah mami pulang,ayo para gadisnya mami kita pulang"
" kak Rani kita pulang besok kita balik lagi ke sini" Rani mencium punggung tangan maminya,kedua iparnya mencium pipinya.
" aku tidak"
" ogah malas," Dina berlari menjuah dari Marco
" awas kamu nanti kalau aku ketemu kamu di jalan barengpacar mu aku bilang samam Mami"ancam Marco
__ADS_1
" nggak bakalan karena aku nggak punya pacar week " Dina menjulur lidah sebelum menghilang dari pintu.setelah mami dan ke dua adiknya pulang kamar kembali sepi.
tinggal Rani dan Marco sendiri.Rani sebenar malas berurusan dengan Marvo tapi ia tak tega minta mertuanya menjaganya.
" Rani" panggil
" hmm"
" Rani" panggil Marco lagi
" kenapa, aku mau tidur"
" bisa kita bicara"
" na dari tadi kita buat apa? ada bicara kan??"
" ia ini tentang rumah tangga kita"
" apa yang kamu mau bicara"
" Mami minta kalau keluar dari rumah sakit kamu tinggal di rumah mami,kamu jangan mau ya""
" kenapa,kan kalau aku di rumah Mami kamu bebas "
"Ran aku ingin kita memulai dari awal,belajar menerima kamu,mencintai kamu,dan mengenalmu lebih dalam lagi, kita hampir empat bulan nikah,tinggal dalam satu rumah terasa seperti orang asing buat kita" Marco menatap mata istrinya.
" Kamu yang buat suasana itu,kita seperti orang asing"
" Ran aku minta maaf untuk semuanya,aku salah masih mempertahankan hubunganku dengan Lola,sedangkan aku sudah menikah.tadi aku bersama Lola itu aku ingin mengakhiri semua hubungan kita"
" kenapa cerita sama saya"
__ADS_1
" Ran , aku menyesal sekali"
"benahi hatimu dan pandang ke depan apakah ada aku di hatimu??" atau hanya Lola?? aku juga sadar bahwa pernikahan kita karena orang tua"