MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB TIGA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Akhirnya Rani ,mami dan Sisil tiba di mall yang begitu besar di kota ini.Rani hanya mampu memandangnya ia berdecak kagum melihat mall tersebut kalau di kampyng berapa hektar tanah yang di pakai?? memang Rani sudah hampir empat bulan di kota tapi ia tidak pernah ke mall ini.hari ini pun di ajak mertuannya.mereka berjalan beriringan masuk ke dalam mall.mall yang begitu besar orang orang pada hilir mudik.Rani sedikit pusing dengan pemandangan yang ada.


" Sil" panggil Rani sambil memegang kepalanya


" kenapa Kak" sisil menghentikan langkahnya


" kepala kaka pusing"


" mami kepala kak Rani pusing"


" ayo kita ke sola ria biar Rani bisa duduk" ajak Mami.Rani, sisil dan mami ke arah sola ria.tempat makan makan.Sisil menarik kursi untuk Rani duduk.


" kak duduk dulu,sebentar aku pesan teh panas ya?"" Sisil memanggil pelayan memesan teh untuk Rani.Rani tahu kalau asam lambungnya naik dan dari pagi ia hanya makan mie ayam.ditambah banyaknya orang yang pada hilir mudik menambah sakit kepalanya


" maafin Rani ya Mi,gara gara Rani Mami tidak bisa belanja" Rani meminta maaf pada Mertuanya

__ADS_1


" tidak apa apa"


" kak di minum dulu teh nya selagi masih panas" sisil memberikan teh kepada Rani.Rani menerima teh tersebut.matanya segera melihat pemandangnya yang menusuk hatinya di meja seberang ada Marco dan Lola yang lagi duduk.Sisil yang tahu arah mata Rani segera membalikkan badannya.ternyata di sana ada Marco dan Lola.wajah Sisil langsung berubah.


" kak " bisik Sisil,jangan sampai Mami melihat aku yang akan membereskannya,kak tunggu disini"


" aku tidak apa apa"


" aku yang tidak biasa"


" kenapa kalian pada bisik bisik" mami heran melihat keduanya


" Rani bagaimana sudah enakan?"" mami memegang tangan Rani.Rani yang melamun langsung terkejut.dengan cepat di rubah ekspresi wajahnya


" sudah agak mendingan Mi"

__ADS_1


" makan dulu,pasti tadi kamu belum makan,sudah jalan"


" ia Mi, tadi pagi Rani hanya makan mie ayam saja, makanya asam lambung Rani kambuh,ditambah lagi Rani pusing lihat banyak orang yang pada hilir mudik.maklum mami dari kampung" Rani cengngesan


" kamu itu biasa saja kali"


Marco yang tidak menyadari kehadiran Mami dan Rani,sedang asyik berdua dengan Lola.tiba tiba ponselnya berbunyi.dilihat Sisil memanggil


" hallo kak,ada di mana?"" tanya Sisil begitu Marco menerima panggilannya


" ada di mall"


" sekarang juga kakak keluar datang ke arag toilet aku menunggu,kalau sampai kakak tidak datang aku akan bilang sama Mami kalau kakak lagi bersama Lola" ancam Sisil sisil langsung mematikan panggilannya


Marco melihat ke arah Lola

__ADS_1


" sebentar ya aku ke luar kamu tunggu di sini,aku ada perlu" Marco langsung bangun dari duduknya.Lola memeruskan makannya.


Marco melihat Sisil sedang menunggunnya.Marco melangkah ke arah Sisil.


__ADS_2