MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB LIMA PULUH eNAM


__ADS_3

Sebenarnya Marco sudah ingin pulang tapi saat keluar dari ruangannya ia bertemu dengan Erlan.Marco heran karena tadi Rani mengatakan ingin bertemu dengan Erlan


" kita ketemu lagi" Erlan menyapa


" ia,tadi kata Rani ingin bertemu denganmu?"


" tidak aku hanya bertemu dengan Rani hanya pagi,kalau siang ini Rani bersama sahabatnya lagi reuni,jadi mereka lagi di kantin kebetulan salah dokter disini adalah sahabat mereka sejak SMa,mereka sangat akrab makanya bertemu di kantin.jadi tadi kamu berpikir Rani akan bertemu denganku? aku menghargai permintaan Rani,tadi Karina menchatku kalau mereka akan bertemu di kantin,ia mengajakku tapi aku menolak karena aku tidak ingin Rani merasa bersalah,kamu sebagai suaminya cintailah dia dan jaga dia,saat aku kembali kabar yang ku dengar kamu menyakitinya aku akan membawanya pergi dari sisimu,pergilah ke kantin Rani ,lina dan Karina ada di sana.Rani itu anak yang baik.kamu harus ingat baik baik perkataanku"


" Terima kasih aku akan menjaga Rani"


" belajarlah jadi suami yang baik untuk Rani,apabila Tuhan mengijinkan aku kembali dan saat aku kembali kamu sudah mempunyai anak dan aku akan menjadi Ayah baptisnya"


" aku bersedia tapi saat kamu jadi ayah baptis harus sudah ada ibu baptisnya juga"


" kalau mengenai ibu baptis aku akan mencari"


" terima kasih karena kamu adalah yang dewasa dalam segala hal,aku hanya berdoa semoga kamu bisa melaksanakan semua tugasmu dengan baik."


" sampaikan salamku untuk Rani karena aku akan pergi." Erlan menjabat tangan Marco.

__ADS_1


Erlan berlalu meninggalkan Marco.dengan langkah panjanh Marco menuju kantin untuk mencari Rani.saat ia memasuki kantin semua mata tertuju padanya.tapi tujuannya hanya satu,ia ingin menjemput Rani untuk pulang.


" Marco" Rani menyentuh tangan suaminya.Marco yang lagi melamun tidak mendengar apa yang Rani katakan


" Marco" kali bisik Rani di telinganya.Marco dengan wajah kaget


" kamu memanggilku?"


" ia memangnya siapa yang disini nama Marco? " Lina dan Karina tertawa melihat wajah polos Marco.


" Ran pikiran suamimu itu jauh,entah kemana" goda karina.Marco hanya senyum menututupinya.


" mau makan apa? tubuh kamu di sini pikiran kamu di jauh"


" nggak kok, o ya ra tadi mami telepon kita di suruh ke rumah mami,jadi aku nyusul soalnya hp kamu ketinggalan tadi" Marco memberikan hp Rani. Drttt drtt Mami is caling hp Rani berbunyi


" hallo mami"


" kamu dan Marco ke rumah ya"

__ADS_1


" ia mami" Rani mengakhiri panggilan teleponnya.


" Karina dan Lina lain kali kita ketemuan lagi ya,ini mami panggil untuk kerumahnya, maaf ya nanti kita ketemu lagi"


" nggak apa apa,nanti kita janjian yang penting kita sama sama di kota ini"


" ok aku berangkat dulu" Rani bangun dari duduknya di ikuti oleh Marco.


" kami pamit duluan ya"


" hmmm " Lina mengganguk kepalanya. Marco dan Rani meninggalkan Karina dan Lina,mereka berjalan menuju parkiran mobil.


" Ra,kamu masih marah ya?"" tanya Marvo begitu mereka sampai dalam mobil.Rani yang sedang memakai sabuk pengamannnya mengangkat wajahnya.


" buat apa marah,yang penting kamu berubah"


" terima kasih" Marco tiba tiba memcium pipi Rani.Rani kaget dengan perlakuan Marco


" kamu kenapa?" tanya Rani heran

__ADS_1


" kita kencan yuk,kan selama menikah kita tidak pernah jalan berdua,hitung hitung kita pacaran"Marco terkekeh melihat wajah Rani yang merah.


__ADS_2