
Marco semakin bersalah saja.
" ibu Marco minta maaf ya kalau Ibu juga di bawa bawa dalam rumah tangga ku_ aku akan mengikuti saran Ibu,tunggu Bu coba ku telpon supaya dimana ia berada aku akan menjemputnya,supaya kami bisa bicara dari hati ke hati" Marco mencari kontak Rani.setelah di temukan ia menekan tombol hijau,setelah itu bunyi masuk tapi tidak diangkat.tapi bunyi telpon dekat sekali.Marco menuju ruang tengah,ternyata hpnya di tinggalkan di atas sofa
" aduh dia tidak membawa hp nya,bagaimana aku tahu kalau dia ada dimana?" Marco frustasi mengacak gacak rambutnya.Marco melihat nama kontak teman Rani ia mencoba telepon teman Rani,setelah tersambung Marco langsung bicara
" hallo ini Lina ya, ini aku Marco suami Rani,apakah Rani ada di situ?"" tanya Marco kepada Lina.
__ADS_1
" memang tadi Rani ke sini antar barang setelah itu pulang katannya ? kenapa hp Rani ada di kamu?
" Rani tadi lupa hp nya maka itu aku menelepon untuk menanyakan dan mau menjemputnya"
"Tumben kamu perhatian,perasaanya tidak begitu amat,istri kamu mau kemana saja kamu tidak perduli, kok sekarang kamu mencari? Lina tidak sadar marah kepada Marco
" kenyataannya begitu kamu tak pernah perduli istrimu,kalau aku jadi Rani aku akan pergi jauh,daripada tinggal dengan pria seperti kamu yang hanya ingin menang sendiri tanpa perduli perasaan istrinnya.aku bilang ya sama kamu,hati hati saja saat Rani tidak mampu berdiri di samping ia akan meninggalkanmu.miris sekali hidup sahabatku,menikah dengan pria kaya,orang terhormat tapi kelakuannya jauh dari moral.terus terang Rani itu terlalu baik tapi kamu tak menyadari sedikitpun walaupun ia dari keluarga yang biasa biasa ia tak pernah mengeluh tentang hidupnya.kamu baru mengenal Rani tiga bulan tapi aku sudah bertahun tahun aku dan Rani tumbuh bersama dari kecil.aku tahu kamu adalah anak pemilik perkebunan dan vila dikampung.orangtuamu sangat baik,tapi heran sama kamu yang suka mempermainkan perempuan.saya bilang ya sama kamu Rani itu menikah denganmu hanya karena orang tuamu yang telah membantu menbayar utang keluarganya." karena tidak menahan emosinya Lina menumpahkan kekesalannya pada Marco.karena ia kasian dengan Rani.Walau Rani tak pernah bicara tapi Lina bisa merasakannya.Marco yang mendengar luapan kemarahan Lina tidak mampu berkata apa apa lagi.ia segera memutuskan panggilan telepon.marco menghempaskan pantatnya di sofa.Marco memandang hp Rani walpaper depannya adalah foto pernikahan mereka.Dilihat foto pernikahan mereka.diamati wajah Rani.ia manis,baik maka itu orang tuanya sangat ingin menjadikan dia menantu.apakah selama ini aku salah tidak bisa mencintai Rani,Marco memejamkan matanya.Marco bingung mau di cari dimana istrinya.krn ia jalan tak membawa hpnya.Marco pusing sendiri.
__ADS_1
" Bu Ana tahu tidak biasanya Rani membeli kain untuk keperluan jahitnya?
" tahu biasanya di toko kain yang paling bagus yang berada di jalan Hatta"
" oke bu kalau toko itu aku tahu, kalau begitu aku keluar dulu ya" pamit marco pada Ibu Ana
Hai hai pembaca kesayanganku tolong dikomen dong novelku.supaya aku bisa tahu bagus tidak ceritaku.supaya aku lebih bersemangat untuk melanjutkan tulisanku
__ADS_1