
Rani merasakan perasaan yang sangat aneh dalam hatinya.
" kemana kita kencan"
" kemana saja yang penting kamu suka"
" tapi aku tidak tahu banyak tentang kota ini"
" kalau begitu kita nonton setelah nonton kita makan makan" tawar Marco
" terserah kamu,tapi aku tidak ingin berkencan di tempat yang sudah kamu datangi bersama pacar kamu" Rani memberikan ultimatum
" tidak aku membawamu ke tempat lain"
" aku tidak ingin ke tempat saat kamu dan pacar kamu kesana,karena nanti dalam pikiranmu hanya di penuhi pacarmu"
" o istriku mulai cemburu"
" siapa yang tidak cemburu,kalau saat berdua pikirannya kelain tempat.atau kamu mau kalau saat kita berdua aku memikirkan Erlan" Rani balik pertanyaan kepada Marco.perubahan wajah Marco langsung terlihat tidak senang.Rani tertawa kecil.
" kapan kita jalan,ini mami sudah telepon lagi " Rani memperlihatkan panggilan masuk di hpnya.Marco hanya cemberut saja.
" ia mami sayang,ini Rani dan Marco sudah jalan"Marco menjalankan mobil menuju rumah orang tuanya.Sepanjang perjalanan Rani hanya diam.Marco yang menyadari itu.
" Ra memangnya pemandangan di luar sana lebih bagus dari pada suamimu yang ada di sini? Marco melihat kearah Rani Rani memandang Marco.
__ADS_1
" ia lebih bagus" jawab Rani ketus
" jangan marah begitu"
" ih sapa juga yang marah o ia Marco kalau sampai rumah mami,kalau mami suruh aku tinggal di rumah mami kamu bantu ya bilang tidak bisa soalnya aku nggak nyaman di rumah mami,terus tanamku merana"
" aman aku akan bantu bilang di mami,tapi ada syaratnya"
" syaratnya apa kalau bisa di penuhi aku mau"
" syaratnya malam kita dua kencan, nonton sampai bercinta" Marco mulai mengoda Rani.Rani yang serius mendengar perkataan Marco
" boleh aku terima,kemana kita kencan?""
" ada saja tapi jangan jauh aku capek"
" Marco aku tiba tiba rindu papa dan mama,kapan aku bisa kesana?" tiba tiba Rani teringat orangtuannya.
" kapan kamu mau kesana,biar aku cuti"
" jangan biar aku saja yang kesana"
" memangnya kamu tidak mau bersamaku?"
" bukan begitu,kamu kan kerja kasian kalau di tinggal"
__ADS_1
" ada Yudi dia bisa mengerjakannya"
" oke aku ikut kamu saja"
" kita sepakat".Marco tersenyum ia merasakan ada perasaan yang lain perasaan yang tidak pernah ada saat ia baru pertama kali menikah.
" kenapa senyam senyum sendiri?""
" aku senang saja,apa nggak boleh?""
" boleh itu hak kamu"Rani membuang wajahnya.mereka telah sampai di depan rumah Marco.satpam segeraembuka pintu gerbang.
" terima kasih pak"
" sama sama tuan" Marco memasukkan mobilnya kedalam.Rani membuka pintu setelah mereka sampai di halaman rumah.Mereka berdua turun dari mobil.
" Ra tunggu" panggil Marco,karena di lihat Rani berjalan tanpa memperdulikan Marco.
Rani yang sudah jalan duluan hanya menatap wajah Marco
" maaf aku kira kamu di belakang ku"wajah Rani begitu imut mengoda Marco.Marco segera menggengam tangan Rani
" ayo kedalam pasti sudah di tunggu mami".mereka beriringan masuk marco memecet bel rumah.asisten rumah tangga membuka pintu.
" Tuan,mari masuk,Nyonya ada di dalam" Asisten rumah tangga menyilakan mereka masuk.Mami yang lagi di dapur langsung keluar menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
" nah ini dia menantu mami" Rani menyalami tangan mami di ikuti oleh Marco.