
" terima kasih Rani, mama hanya menyusahkan kamu"
" mama jangan bilang begitu sudah seharusnya begitu anak terhadap orang tua,bagaiaman keadaan Papa sehat ?
" sehat sehat semuanya.kamu juga jaga kesehatan,dan ingat penyakit asam lambungmu sering kumat kalau terlambat makan"
" ia Mama sayang"
" Baiklah Ran,mama tutup telepon nya karena sudah malam,kamu tidurlah yang cukup.jangan banyak memforsi tenaga" nasinat Mama.Mama tidak tahu kalau sekarang Rani lagi di rumah sakit.
" ia Ma,salam semuanya"Rani menutup teleponnya.pintu kamar terbuka.yang datang Sisil dan Dina
" kak ko sendiri? tanya Dina heran
" Mami sama Marco sedang keluar cari makan kasian mami nanti sakit,giliran aku yang keluar gantian mami yang masuk rumah sakit" kata Rani dengan senyum
" Kak sudah tidak apa apa?
" sudah,enakan sekarang,maaf ya Sisil kita tidak jadi beli tas,semua karena aku pingsan?""
" bukan salah kakak semua gara gara kak Marco tidak tahu diri"sisil terlihat kesal
__ADS_1
" sudah jangan salahkan kakakmu,tadi memang keadaanku yang kurang fit"
" kak akhir bulan ini ulang tahun perusahaan aku harap kak Marco bisa memperkenalkan kakak dengan semua orang" Dina berharap
"kak harapan terbesar kami adalah Kak Marco bisa melepaskan Lola,tapi sampai saat ini kak Marco masih belum bisa melepaskan Lola"
" biarkan saja aku juga tidak permasalahkan yang penting selama itu tidak menggangu kesenangan Marco,sudah kita bahasa yang lain,karena aku tidak ingin mami sakit"
" o ya kak sebentar lagi ulang tahun perusahaan jadi kak bisakan buat kasih kita gaun ya? Dina sengaja mengalihkan pembicaraan.
" kalau masalah itu gampang,setelah keluar dari sini kalian bisa lihat desaianku mana yang kalian suka setelah itu kita sama sama cari bahannya?""
" oke kak" mereka asyik bercerita,sampai Mami dan Marco kembali
" Kakak ini cari perkara atau cari mati sih,mana ada Mami baru bicara yang aneh aneh bisa bisa uang jajan sebulan tidak di beri mami" Dina merajuk.karena Mami sudah wanti wanti tidak pacaran selama dalam bangku pendidikan
" ia ni kakak ini cari masalah saja"Sisil menambahkan.Mami yang beradavdi samping Marco menatap kedua anak gadisnya.
" Mami nggak main main kalau ketahuan pacaran"
" nggak Mi,kakak saja yang kepo tu" Dina membela diri
__ADS_1
" ia ni kak Marco suka cari masalah"Rani hanya tersenyum melihat interaksi antara anak dan mama.
" Kak Rani percaya kan sama kita" Sisil memcari pembelaan pada Rani
'Ia kaka percaya kok"
" wow mi sekarang sudah pembelaan tu anak anak gadisnya mami"Marco duduk di samping tempat tidur RANI
" mami percaya kalau Rani yang bicara" marco terdiam
" na kakak sori ya kalah telak, mami kan sebentar ulang tahun perusahaan kami lagi bahas sama kak Rani untuk gaun yang akan kami pakai"
" o ia ya sebentar kan ulang tahun perusahaan"
" na karena itu kak Rani bersedia untuk membantu kita dalam gaun"
" tapi kalau hasilnya tidak bagus jangan nangis ya"
" nggak bakalan deh,nyata pesanan kaka selalu banyak" Dina begitu bersemangat
" dari mana kamu tahu?""
__ADS_1
" tahu lah kan teman kaka yang namanya Lina itu,adiknya bersahabat denganku,kami sebangku"jelas Dina