
Malam hari tiba.Aku beserta keluarga menunggu kedatangan pak Daniel dan Ibu Susi.Aku memakai pakaian yang kubuat sendiri.aku tampil tanpa make up karena buatku makeup membuat ku ribett.aku memoleskan bedak baby dan lipstik aku tampil natural saja.
Bunyi deru mobil berhenti di depan rumah.aku membuka pintu
" selamat malam Rani" sapa Ibu susi
" malam Bu,silakan masuk sudah di tungga di dalam" aku menyilakan pak Daniel dan ibu Susi.Dan di belakangnya di ikuti oleh seorang laki laki tinggi putih rambut di sisir rapi.tampan juga.ia melewati aku yang berdiri di pintu sbil memandang dingin kearah ku.aku terkejut dengan tatapannya.apakah ini marco yang di bilang pak daniel.wih dingin sekali seperti es di firser.
" lho Rani kenapa berdiri di pintu, ayo duduk disini " ibu susi menepuk tempat di samping nya.aku yang masih bengong.dengan kehadiran marco yang begitu dingin.
" maaf ya pak abraham dan ibu kami datang kesini" pak daniel mulai dengan pembicaraan.
__ADS_1
" tidak apa apa pak kami yang seharusnya mengucapkan terima kasih karena mau datang ke rumah kami."
" kedatangan kami kesini ingin meminta Rani untuk jadi menantu kami untuk marco.pasti pak dan ibu sudah lupa dengannya.sejak tamat Sd ia sudah ikut Neneknya sampai ia besar.dan baru kembali setelah aku meminta untuk mengantikan aku di perusahaan"pak daniel.menjelaskan.aku yang diam diam melirik ke arah Marco yang dengan acuh memainkan hpnya.ko orang ini acuh sekali.tapi tak apa lah yang penting utang ku tidak ada lagi papa dan mama bahagia dan adik adikku bisa sekolah lanjutan.Tiba tiba ia mengangat wajahnya pandangan kami bertemu.deng deng debar jantungku.aku dengan cepat mengalihkan wajahkuvyang kurasa panas.apakah aku jatuh cinta??"
" Rani bagaimana?"' tiba tiba aku yang terkejut dengan perkataan ibu susi
" Rani ikut saja"
" kamu maunya tema apa sayang" ibu susi memandangku.aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
" Rani mau nya setelah pemeberkataan kita makan makan keluarga saja."
__ADS_1
" kamu tidak ingin yang lain"
" tidak aku ingin makan makan keluarga saja"
pak daniel dan ibu susi memandangku.
" marco " panggil pak Daniel,bagaimana ?""
" aku ikut saja yang penting baik" kata marco dengan suara dinginnya.aku yang duduk jauh darinya sudah merasakn dingin,apalagi setelah menikah pasti kita seperti orang asing.Tuhan tolong aku.aku diam diam berdoa dalam hati.aku siap dengan segala konsenkwensi yang aku buat.mama mempersilakan Pak daniel ibu susi dan Marco untuk sama sama makan malam.sepanjang makan mereka terlibat pembicaraan tentang pernikahan.aku dan marco hanya diam saja mendengar pembicaraan orang tua kami.sekali kali aku melirik kearah marco.tapi yang ku dapatkan tatapan dinginnya.apakah aku mampu bertahan dengan pernikahan ini?? tapi aku tidak mau mundur.aku yang mengambil keputusan ini maka aku harus siap untuk ini.aku berharap Tuhan selalu mendengar doaku.
Pembaca yang baik jangan lupa di komen ya.ini adalah novel ke duaku.ku tunggu komennya sehingga aku bersemangat.
__ADS_1