MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB 93


__ADS_3

Semua keluarga senang menyambut kelahiran ketiga bayi kecil.mama dan papa Rani sudah ada,sedangkan kedua adiknya tidak bisa datang karena mereka bersekolah.Rani sudah di perbolehkan pulang.Ibu Ana yang sering membantu di rumah mereka senang sekali.karena sebentar lagi rumag mereka rame.


" sayang aku bahagia sekali" kata marco sambil memcium pipi Rani.wajah Rani berubah merah.


" mommy ko wajahnya merah masih malu malu juga" goda Marco


" ada orang banyak"


" biarin aja,orang lagi senang"


" ya ya terserah kamu "


" jangan marah nanti ketiga bayiku nangis"


"alasan aja"


" Marco stop buat Rani" mami menegur Marco karena sejak tadi Marco selalu mengoda istrinya.


" he he ia mi," Marco mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


" mau istirahat biar aku antar ke kamar"Rani masih mau mengedong bayi bayinya tapinkarena kelelahan ia mengikuti Marco yang menuntun kekamar.


" ada mama dan mami nanti mereka lihat ketiga bayi itu,jangan di pikirkan"


Rani hanya mengangguk saja.Rani membaringkan badannya.lelah ,capek tapi ia puas bahagia


"sayang aku bahagia"

__ADS_1


"ia aku juga,terima kasih sayang telah menjaga mereka dalam perut dengan susah payah,gimana pasang kb aja supaya bisa jaga jarak kelahiran,atau sekalian steril aja supaya tidak melahirkan lagi"


" no aku masih mau melahirkan,nanti aku pakai kb supaya jaga jarak,tenang saja aku tidak lelah,aku pingin rumah kita rame dengan anak kecil"


" apa kamu tidak lelah?""


" itu sudah kodrat seorang ibu sayang" Rani membelai pipi suaminya.Marco mengenggam tangan istrinya.


" sayang kapan bisa berhubungan lagi" tanya Marco


" sayang harus selesai masa nipasku paling dua bulan"


" ha" marco kaget," dua bulan sayang puasanya panjang"


" demi ketiga adek bayi sayang" Rani tersenyum melihat wajah suaminya.


" terus selama itu aku buat apa?"'


" jangan bahasa yang lalu"


" kenapa itu kan kenyataan sayang"


" ya ya itu dulu kalau sekarang beda"


" bedanya di apa??"


" sekarangkan aku tak mau berpisah darimu"

__ADS_1


" aku kan masih di sini?""


" ia tapi pasti di gantikan dengan ketiga bayi"


" jadi kamu cemburu dengan ketiga anak kita??"


" he he ia"


" jangan begitu tetap aku istrimu,ibu dari anak anakmu" cup Rani mencium bibir Marco.Marco terkejut karena selama ini marco yang selalu aktif


" mau mengoda ya"


" tidak itu ciuman menenangkan bayi besarku yang sedang galau" Rani tersenyum sambil mengedipkan matanya.


" awas ya kalau sampai selesai masa nipasmu kamu harus rajin berolah raga denganku"


" tenang bos,nanti aku yang selalu di atas" ha ha Rani tertawa,


" sekarang otak kamu sudah mulai mesum ya"


" siapa juga gurunya?""


" ha ha ternyata muridku yang dulu lugu sekarang mulai ganas"marco mencium kening istrinya dengan lembut


" tidurlah aku kekamar anak anak"Rani mengganguk.


Setiap rumah tangga selalu ada kerikil kecil tapi bagaimana menyingkapinya supaya bisa di lalui.piring dan sendol sering bersentuhan apalagi rumah tangga,karena itu rumah tangga harus di pertahankan sampai maut memisahkan kedua insan manusia.Dan jangan lupa berdoa supaya Tuhan selalu menjaga dan melindungi rumah tangga dari setiap godaan.dan selalu berpegang pada ikrar perkawinan yang telah dinucapkan di altar pada saat menikah karena setiap janji harus ditepati

__ADS_1


sampai jumpa di novel yang lain karyaku


...selesai...


__ADS_2