MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
Bab Delapan Puluh Empat


__ADS_3

Rani dan Marco sampai ke apotik.setelah memakirkan motor mereka masuk kedalam apotik.seorang penjaga melihat mereka masuk segera menghampiri mereka.


" malam pak bu ada yang perlu di bantu?? tanya penjaga itu dengan ramah.


" aku mau cari alat test kehamilan" kata Rani


" ibu mau yang mana semua test ini akurat" kata penjaga tersebut.ia menunjukan rak yang menaruh produk test kehamilan dari berbagai merk.Rani menunjuk sebuah test kehamilan


" kak yang ini ya?? pinta Rani lembut.Marco yang sedari tadi hanya melihat mereka berbicara.penjaga mengambil alat tersebut.setelah membayar alat tersebut mereka keluar dari apotik.Marco memegang tangan Rani.saat akan berjalan ke tempat parkir motot.bruk Rani hampir jatuh beruntung Marco memeluknya dengan cepatkantong yang berisi alat test tersebut jatuh.Marco memandang ke arah penabrak


" mata tu di pakai jangan asyik dengan hp nya" marah Marco.orang tersebut mengangkat wajahnya.sedangkan Rani memungut kantong yang jatuh.


" maaf aku tak sengaja" kata orang tersebut.Rani yang selesai mengambil kantong tersebut melihat sapa yang menabraknya.


" Rani" panggil penabrak.Rani melihat ternyata Vina.teman Smpku


" Vina?? Rani terkejut melihat Vina.sedangkan Vina menatap Marco yang berdiri di sebelah Rani." ini suamiku marco,Marco ini Vina teman Smpku" Rani memperkenalkan Vina pada Marco.Marco hanya mengganguk.


" maaf memabrakmu"


" tidak apa apa,kalau begitu aku duluan ya" pamit Rani.Vina hanya mengangguk.Rani dan Marco berjalan meninggalkan Vina.


" memang Rani sangat beruntung sekali mendapatkan suaminya." guman Vina sambil masuk kedalam apotik.


Marco dan Rani telah meninggalkan halaman parkir apotik.mereka melewati pedagang kuliner.Rani yang melihat semua makanan tidak bisa menahan lidah.

__ADS_1


" Honey kita bisa makan kan yang di jual"


" bisa,kamu mau"


" humm"


" kita berhenti yang di depan saja." Marco memakirkan motornya.Rani langsung duduk di sebuah tenda yang menyiapkan makanan.


" mau pesan apa non??" tanya penjual pada Rani


" pak aku mau sate,nasi soto dan ayam bakar"Marco hanya memandangnya istrinya.Rani yang tahu di tatap begitu


" kenapa,??


" bisa" Rani tak peduli." kan aku sudah bilang akhir akhir ini porsi makanku tambah banyak"


pesanan mereka datang.Rani tanpa menegur Marco langsung makan.Marco yang sedari kaget melihat istrinya.


" pelan pelan nanti tersedak"


" makanan ini membuat aku tak tahan,kamu tidak makan?"


" melihatmu makan aku kenyang"


" ya sudah aku habiskan kamu jangan menangis"Rani makan tak peduli dengan Marco.Marco hanyavtersenyum melihat istrinya makan

__ADS_1


"sayang kamu ini sudah berapa hari tidak makan sampai makanan sebanyak ini kamu habiskan"


" entahlah setiap melihat makanan aku pingin makan,kenapa kamu takut aku gemuk jelek kamu tidak mau lagi??" Rani menatap Marco


" bukan begitu sayanh,aku heran saja"


" aku juga heran sendiri"


" sudah selesaikan makannya,sudah malam tak baik lama lama di luar" Rani menyelesaikan makannya.setelah membayar mereka meninggalkan tempat tapi baru berapa langkah Rani menarik tangan Marco


" honey aku pingin jagung bakar dan pisang keju" Marco hanya mengeleng kepalanya


" apa perutmu masih muat"


" masih,ayolah aku pingin"


" ia kita kesana" mereka ke arah pedagang yang menjual jangung bakar dan pisang keju


" mau makan di sini atau di bawa pulang" tanya pedang tersebut.seorang kakek yang usianya boleh di bilang sudah tua tapi masih semangat bekerja.


" sayang mau makan disini atau di bawa" tanya Marco


" makan disini saja"


" baiklah.dengan cekatan kakek tersebut membakar jagung dan pisang.Rani dan Marco menunggu pesanan.

__ADS_1


__ADS_2