MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAb Lima Puluh Sembilan


__ADS_3

mereka menikmati makanan yang telah di sediakan tak lama kemudian pak Daniel dan 2 putrinya baru pulang.sisil dan dina melihat ada Rani di rumah mereka.


" sore papi" sapa Rani saat di lihat mertuanya datang,Rani menyalami mertuanya.di ikuti oleh Marco.


" Kakak Ipar" teriak Dina sambil memeluk Rani.ia tak menghiruakan Kakaknya Marco.


" kakak sudah selesai makan ayo kita kekamar aku ada sesuatu untuk kakak" kata Dina.Sisil yang berdiri di samping Rani.


" ia kak tadi aku dan Dina cari hadiah untuk kakak" tambah Sisil.Marco yang merasa tidak di perhatikan hanya memandang adik adiknya,mami hanya mengedipkan bahunya.sedangkan Papi yang melijat wajah Marco


" kenapa wajahmu di tekuk begitu?" papi mengoda Marco.Marco mengarahkan pandangannya.


" Papi aku ini masih kakak mereka tidak sih?"" Marco merajuk


" Anak papi merasa tidak di perhatikan oleh adik adiknya" Papi tertawa.


" ih kak Marco seperti cewek aja sensi"


" kenapa ipar kalian yang di tegur aku yang dari tadi di cuekin"


" salah kakak sendiri" kata Sisil melengos wajahnya.Marco ingin menjitak kepala Sisil.


" coba berani lewati Kak Rani" Sisil bersembunyi di belakang Rani.


" awas kamu"

__ADS_1


" Marco,sisil kapan akurnya,ayo makan hari ini Rani ulang tahun" Mami memberitahu


" selamat panjang umur ya kak" Dina memcium pipi Rani di ikuti oleh Sisil.


" selamat bertambah umur ya Ran" kata papi


" terima kasih semuanya"


" o ya kak hari ini kakak jadi tidur di sini kan? tanya Dina sambil mengambil sayur," kita tidur bertiga,banyak yang ingin aku cerita" Marco yang makan tersedak


" pelan kak ini airnya" Dina memberikan air di gelas kepada Marco


" tidak lain kali ya,hari ini kakak harus pulang ada sesuatu yang kakak kerjakan" Rani memberikan alasan kepada adik ipar


" ya batal deh "


" Memangnya kakak kamu itu masih sendiri diajak tidur sama sama" Marco bersuara


" Kakak Marco tersayang jangan monopoli ya,kita hanya minta semalan aja"


" tidak bisa,malam ini kami berdua mau kencan mau makan malam romantis merayakan ulang tahun kakakmu"


" Wow ada kemajuan ni" celetuk Dina.semua memandang Dina yang dengan cuek makan terus


" kenapa memandangku,apa salah perkataanku?""

__ADS_1


" nggak ada,ya sudah kak ayo kita kekamar,sudah selesai makannya," Sisil menarik tangan Rani.Rani mengikuti saja


" tunggu sebentar,mami dan papi Rani ikut ke atas dulu ya?""


" ia tidak apa apa" Marco yang cemberut.


" kamu kenapa sayang?" Mami mengoda marco yang tidak bisa buat apa apa.


" memangnya mereka sembunyikan apa sih dari ku?"


" mami aja tidak tahu.tanya papi kamu kan tadi papi yang sama mereka"


" Papi juga tidak tahu mereka yang belanja papi hanya bayar saja,sudah kamu tenang aja,maklum sesama perempuan" papi menghibur putranya


" sudahlah kamu tunggu aja" kata mami sambil membereskan meja makan.akhirnya Marco membantu Maminya.


" Marco,mami harap kamu berubah,Rani itu anak yang baik"kata mami di sela sela mencuci piring.memang ada asisten rumah tangga tapi Mami terkadang mengerjakan sendiri.


" ia mami Marco juga janji sama Rani kalau kita akan memulai dari awal"


" Mami harap kamu bisa menerimanya"


" ia Mami,Marco akan belajar menerima"


" Mami percaya kamu mampu"

__ADS_1


" ia mami,Marco minta maaf kalau Marco sudah salah"


__ADS_2