
mereka menikmati makanan yang telah di sediakan tak lama kemudian pak Daniel dan 2 putrinya baru pulang.sisil dan dina melihat ada Rani di rumah mereka.
" sore papi" sapa Rani saat di lihat mertuanya datang,Rani menyalami mertuanya.di ikuti oleh Marco.
" Kakak Ipar" teriak Dina sambil memeluk Rani.ia tak menghiruakan Kakaknya Marco.
" kakak sudah selesai makan ayo kita kekamar aku ada sesuatu untuk kakak" kata Dina.Sisil yang berdiri di samping Rani.
" ia kak tadi aku dan Dina cari hadiah untuk kakak" tambah Sisil.Marco yang merasa tidak di perhatikan hanya memandang adik adiknya,mami hanya mengedipkan bahunya.sedangkan Papi yang melijat wajah Marco
" kenapa wajahmu di tekuk begitu?" papi mengoda Marco.Marco mengarahkan pandangannya.
" Papi aku ini masih kakak mereka tidak sih?"" Marco merajuk
" Anak papi merasa tidak di perhatikan oleh adik adiknya" Papi tertawa.
" ih kak Marco seperti cewek aja sensi"
" kenapa ipar kalian yang di tegur aku yang dari tadi di cuekin"
" salah kakak sendiri" kata Sisil melengos wajahnya.Marco ingin menjitak kepala Sisil.
" coba berani lewati Kak Rani" Sisil bersembunyi di belakang Rani.
" awas kamu"
__ADS_1
" Marco,sisil kapan akurnya,ayo makan hari ini Rani ulang tahun" Mami memberitahu
" selamat panjang umur ya kak" Dina memcium pipi Rani di ikuti oleh Sisil.
" selamat bertambah umur ya Ran" kata papi
" terima kasih semuanya"
" o ya kak hari ini kakak jadi tidur di sini kan? tanya Dina sambil mengambil sayur," kita tidur bertiga,banyak yang ingin aku cerita" Marco yang makan tersedak
" pelan kak ini airnya" Dina memberikan air di gelas kepada Marco
" tidak lain kali ya,hari ini kakak harus pulang ada sesuatu yang kakak kerjakan" Rani memberikan alasan kepada adik ipar
" ya batal deh "
" Memangnya kakak kamu itu masih sendiri diajak tidur sama sama" Marco bersuara
" Kakak Marco tersayang jangan monopoli ya,kita hanya minta semalan aja"
" tidak bisa,malam ini kami berdua mau kencan mau makan malam romantis merayakan ulang tahun kakakmu"
" Wow ada kemajuan ni" celetuk Dina.semua memandang Dina yang dengan cuek makan terus
" kenapa memandangku,apa salah perkataanku?""
__ADS_1
" nggak ada,ya sudah kak ayo kita kekamar,sudah selesai makannya," Sisil menarik tangan Rani.Rani mengikuti saja
" tunggu sebentar,mami dan papi Rani ikut ke atas dulu ya?""
" ia tidak apa apa" Marco yang cemberut.
" kamu kenapa sayang?" Mami mengoda marco yang tidak bisa buat apa apa.
" memangnya mereka sembunyikan apa sih dari ku?"
" mami aja tidak tahu.tanya papi kamu kan tadi papi yang sama mereka"
" Papi juga tidak tahu mereka yang belanja papi hanya bayar saja,sudah kamu tenang aja,maklum sesama perempuan" papi menghibur putranya
" sudahlah kamu tunggu aja" kata mami sambil membereskan meja makan.akhirnya Marco membantu Maminya.
" Marco,mami harap kamu berubah,Rani itu anak yang baik"kata mami di sela sela mencuci piring.memang ada asisten rumah tangga tapi Mami terkadang mengerjakan sendiri.
" ia mami Marco juga janji sama Rani kalau kita akan memulai dari awal"
" Mami harap kamu bisa menerimanya"
" ia Mami,Marco akan belajar menerima"
" Mami percaya kamu mampu"
__ADS_1
" ia mami,Marco minta maaf kalau Marco sudah salah"