MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
Bab ENAM PULUH DUA


__ADS_3

" ada apa?"" tanya Rani Heran karena Marco menahannya


" mulai hari ini kamu pindah tidur denganku"


" apa aku tidak salah dengar"


" ayolah Ra jangan buat aku semakin bersalah padamu"


" apakah karena Mami atau Papi??


" tidak Ra ini kemauanku"jawab Marco lirih


" Marco kalau kamu belum siap aku juga tidak apa apa,aku tidak mau kalau ada orang yang membuatmu merasa bersalah.selama kamu masih belum menyelesaikan masalahmu aku akan tetap menunggu aku tidak kemana mana"


" Ra tolonglah,oke aku akui aku salah,tapi aku sudah menyadari kalau semua yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan,ijinkan aku menebusnya" marco menatap istrinya.Rani hanya terdiam apakah ia merasa senang atau tidak tapi ada perasaan yang bahagia di relung hatinya Terima kasih Tuhan karena Marco mau berubah.


" minggir aku mau masuk" kata Rani ketus.


" tapi kamu kan mau pindah di kamar di atas"

__ADS_1


" ia aku akan pindah,aku mau masuk bereskan pakaian untuk pindah ke atas"Marco terkejut dengan perkataan Rani


" betul Ra,kamu tidak bohongkan"


" kalau kamu bicara terus aku batal pindah ke kamar atas"ancam Rani


" oke oke tuan putri" Marco mengeser badannya membiarkan Rani masuk kekamarnya.di ikuti ke dalam kamar Rani


" ngapain masuk?"


" takut kamu membatalkan"


" Ra kita kan mau kencan,setelah pulang baru kita berdua bereskan barang barangmu ke kamar atas" Rani kira Marco sudah lupa dengan janjian kencan mereka.


" kayaknya batal ya"


" nggak bisa Ra"


" jadi kita kencan dulu"

__ADS_1


" ia sayang,sekarang mandi aku juga mandi" saat Marco menyebutnya sayang hati Rani langsung berbunga.


" memangnya kamu mau mandi dimana?? sana balik kamarmu aku mau mandi"


" memangnya tidak boleh di sini?""


" nggak bisa,atau aku batalkan semuanya"


" jangan Ra,aku akan ke atas" Marco mencium kening Rani sambil berlalu dari Rani.Rani yang serasa mendapat lotre senang sekali.Marco yang berlalu dari dengan perassaan yang tidak bisa di lukiskan.marco mulai merasakan arti Rani dalam hidup.bukan karena orangtuannya,tapi semenjak ia tahu Lola hanya mencintainya untuk balas dendam.dan Lola menghianati dengan berselingkuh dengan setiap uang yang dia berikan.miris memang hidupnya saat ia mencintai lola ia di khianati tapi ai bersyukur karena Tuhan memberikan yangvterbaik walau melalui perjodohan.Marco menyiram badabnnya dengan air dingin langsung menyegarkan.sedangkan Rani sudah bersiap dengan pakaiannya,baju kaos putih oblong di padu dengan jeans selutut di tambah sepatu snakers putih.Rani melihat seperti anak abg.Rani melihat dirinya di cermin di wajahnya,apakah aku pantas memdampingi Marco?? atau aku harus melepaskannya?? tapi aku telah berjanji bahwa seumur hidupku aku hanya sekali berlulut di altar untuk mengucap ikrar pernikahan.dan hari ini Marco telah membuktikan terima kasih Tuhan untuk semuanya.Rani tidak menyadari kalau Marco sudah berada di belakangnya.


" apa yang kamu pikirkan?" tanya Marco.Rani kaget dengan sapaan Marco yang tepat dibelakangnya.


" aku memikirkan apakah aku kuat berada di sampingmu menghadapi tantangan ini?? aku takut tak sanggup"


" sudah jangan di pikirkan kita berdua akan berjuang bersama" Marco memeluk Rani dan mencium pucuk kepalanya.


" terima kasih karena kamu mau menerimaku"


" jangan bilang begitu,aku yang harus berterima kasih karena engkau hadir dalam hidupku, ayo kita jalan"

__ADS_1


__ADS_2