
Marco membuka bungkusan didalamnya setelah di buka sebuah jas lengkap dengan asesoris dan ada sebuah surat didalamnya.
" Untuk suamiku
aku tak tahu warna kesukaanmu,aku membuat ini khusus untukmu semoga kamu suka,tapi kalau tidak suka boleh kamu kasih saja di orang yang membutuhkan,aku bukan perancang terkenal dan mungkin juga kain yang ku gunakan tidak baik,sekali maaf ya kalau hadiah ini tidak baik.aku juga bingung mau kasih apa?? hadiah ini aku pikirkan maka aku buat untukmu" Marco melipat surat tersebut.ia memperhatikan detail jahitan begitu rapi,seperti perancang perancang terkenal.betul kata Mami bahwa Rani memiliki bakat seorang desainer.dengan langkah cepat Marco keluar dari kamarnya.ia menuju ke kamar Rani.ia mengetuk.tiba tiba datang ibu Ana
" Nak Marco,Nak Rani sudah pergi ia mengantar pesanan temannya.setelah itu mau mencari kain begitu pesananya."ibu ana memberitahukan.
__ADS_1
" Rani mengatakan akan pulang jam berapa?""
" tidak,biasanya setelah mengantar pesanan dia langsung balik tapi kayaknya dia lama karena masih beli kain"Marco hanya manggut-manggut.memang dia tak pernah tahu kegiataan Rani.
" Nak Marco" Ibu Ana memanggil
" ayo makan dulu,ibu siapkan ya,ini Rani yang masak semalam,katanya untuk ulang tahunmu.Marco ibu hanya mau bilang kamu akan menyesal kalau Rani meninggalkanmu"
__ADS_1
" kenapa ibu bilang begitu?""
" Nak,sekuat apapun seorang perempuan pasti suatu saat ia akan lelah.ibu takut saat itu Rani tidak mampu ia akan meninggalkanmu" kata Ibu Ana sambil mengambil makanan untyk Marco
" Nak ibu yang membesarkanmu walau bukan ibu kandung,tapi ibu sudah menggangapmu anak Ibu,kamu harus peka terhadap istrimu.memang dia tidak pernah bicara tapi ibu bisa lihat dari pancaran matanya.ia seakan tertekan dengan semua ini.dia merasa kamu menggangap iatidak pernah ada dalam rumah ini.saat ia tak sanggup ia akan pergi meninggalkanmu,kamu akan menyesal.lupakan Lola karena kamu sudah beristri.Lola tidak pantas untukmu.sekarang ini kamu belum tahu keburukan Lola di belakangmu,suatu saat terbongkar saat itu kamu juga akn kehilangan Rani.seringkali Ibu bersama dia,terkadang ia menangis,tapi apa daya Ibu,Ibu tidak mengatakan apa- apa.tumbuhkan rasa cinta di hatimu.ajak dia jalan- jalan,selama kalian menikah ibu tak pernah sekalipun membawa dia jalan bersamamu.kalau kamu tak pernah membuka pintu hati untuknya,maka kamu jangan marah saat ia meninggalkanmu dan menemukan yang lebih baik darimu,Ibu takut saat Rani pergi dia tidak akan kembali" Marco hanya menatap ke depan,ia kehilngan selera makannya,setiap kata yang di ucapkan Ibu Ana tepat di hatinya.di tambah semalam mami sudah memperingatkannya.Marco kehilngan kata- katanya.memang dia selama ini tak pernah mengajaknya jaln bersama." apakah aku egois hanya mau menang sendiri"
" Marco kamu adalah anak yang baik pikir kan semuanya.ibu harap jangan kau sia siakan berlian yang berharga,dan maaf kemarin nyonya besar datang ke rumah ini menanyakan keadaan rumah tangga kalian,ya ibu jawab kalau kalian bahagia.tapi Nyonya tidak percaya.Nyonya memeriksa kamar mu,didalam lemari tidak ada pakaian Rani,dan Nyonya menanyakan Apakah kalian tidur pisah? karena selama ini Rani bilang kalian tidur sekamar.ibu tidak mungkin bohongkan?? Nyonya mengancam Ibu,sekali lagi Ibu minta maaf ya?""
__ADS_1