
Marco dan Rani sudah sampai di depan pintu dokter kandungan.seorang perawat membawa mereka ke dalam karena sudah di beritahukan oleh dokter kandungan kalau ada pasien khusus atas nama Marco.begitu pintu di buka,tampak seorang dokter perempuan dengan kacamata minus ,imut dan manis.ia langsung tersenyum melihat Marco.
" lama tak bertemu,silakan duduk" kata dokter Nita,"Nitha" dokter menyalami tangan Rani
" Rani" kata Rani
" Marco kamu hilang tak ada kabar,e tahu tahu datang sudah bawa istri,kapan nikahnya kok aku tidak tahu" tanya Nitha
" enam bulan lalu"
" aku kira datang sama pacar kamu yang bar bar itu siapa namanya Lola??"
" sayang jangan dengar kata nitha"
" Kenyataan nya Pacar kamu itu barbar sekali"kata dokter sambil tertawa
" itu dulu nyata aku tidak menikah dengannya,sudah jangan bicara periksa dulu istriku" Marco mengalihkan pembicaraan
" ia aku juga tahu,Rani tolong berbaring,angkat baju sedikit' Rani mengangkat bajunya Nitha mengoleskan gel di perutnya dan menempel alat di perut Rani
"ini kamu dengar bunyi detak jantung bayi kamu" Nitha memberikan alat pedengar jantung ke telinga Marco.marco mendengarnya sambil tersenyum
__ADS_1
" jantungnya baik,kita coba usg bayinya.kita lihat bentuknya" nitha mengarahkan kelayar monitor.tampak segumpalan daging yang masih kecil.
" Marco kamu bisa di sana.sepertinya bayimu bukan satu tapi tiga.dan usia kandungan istrimu sudah hampir lima minggu" jelas nitha.Marco dan Rani kaget.tidak di sangkah sekarang di perutnya ada tiga janin.Rani masih tak percaya.marco mencium kening istrinya.sambil terus memandang janin yang masih kecil.
" terima kasih Honey "
" selamat ya Marco,rawat istri mu dengan baik karena bukan hanya ibunya saja ada tiga yang ada di perutnya.jadi selalu menjaganya dengan baik.kurangi semua kegiataan tak jelas dan perbanyak makanan bergisi dan minuman vitamin.ini aku berikan resep untuk mengambil obat" Nita menasihati.Marvo hanya memandang istrinya.Rani tersenyum
" nitha kamu ini dokter atau apa sih ??tanya Marco
" aku ini dokter,tapi aku juga harus memberikan sebuah rasa ketenangan pada ibu hamil seperti Rani,o ya Rani kalau suami mu nakal telepon aku,pasti aku akan datang"Rani hanya tersenyum saja.
" its panggil saja Nita"
" oke"
" baik Nitha kami pamit dulu"
" mau kemana buru buru,ayo lah kitabaru bertemu masa sudah mau jalan??'
" ibu dokter di luar sana ada pasien yang menunggu,sudah kerja aku dan Rani mau pulang"
__ADS_1
" hati hati saat bercinta kandungannya belum kuat" nasihat Nitha.Marco melotot ke arah Nitha
" lihat Ra suami mu,sepertinya tidak mau mendengar nasihatku"
memangnya harus begitu"
" ia lah apa kamu mau calon anakmu tidak lahir,sudah sana ingat pesanku hati hati kandungannya masih rawan"
ya ya dokter yang bawel"jawab Marco.
" kami pamit Nit"
" baiklah hati hati".marco dan Rani keluar dari ruangan nitha.Marco mengenggam erat tangan Rani takut Rani terlepas dari genggamnya.Rani hanya bisa pasrah saja.setelah sampai di tempat parkir Marco mengambil mobil Rani menunggu.
" Rani kita bertemu lagi" Kata Vian yang tiba tiba berdiri di samping Rani.Rani yang kaget segera menoleh
" kak Vian siapa yang sakit??"
" Ayahku hari ini cek up"
" o.." rani hanya ber o " maaf kak aku duluan itu suami ku sudah datang
__ADS_1