
Pagi begitu indah.matahari dengan malu malu keluar dari peraduan memancarkan cahayanya.samar samar sinar memasuki celah kamar Rani.Rani tersentak bangun dilihat jam sudah menunjukan jam tujuh.
" oh Tuhan aku terlambat bangun,untung wekend kalau tidak aku tidak sempat menyiapkan makanan untuknya,tentang Marco semalam ia pulang tapi karena terlalu mengantuk Rani malas bangun.kenapa aku sampai tidur jam begini.dengan bergegas Rani turun dari tempat tidur.dengan secepat kilat ia membereskan tempat tidurnya mandi dan bersiap untuk keluar dari kamarnya.aku lupa pasti Ibu Ana sudah di depan.dengan cepat Rani berlari membuka pintu.saat pintu terbuka dilihat ibu Ana sudah ada.
" Maaf Bu Rani ketiduran jadi baru bangun,ayo Bu masuk" Rani membuka gerbang,dan Ibu Ana masuk.
" tidak apa apa Nak,tadi Ibu telepon tap Nak Rani tidak angkat jadi Ibu menunggu saja"Rani baru ingat kalau Hp dalam mode diam.
__ADS_1
" maaf Ibu semalam menggunakan mode diam"
" bagaimana semalam sukses acaranya?" Tanya ibu Ana.Rani terdiam wajahnya langsung sedih karena semuanya tidak sesuai dengan kenyataan.Ibu Ana yang melijat wajah Rani langsung tahu.
" maafkan ibu Nak,Ibu tidak tahu kalau semuanya gagal"ucap Ibu Ana dengan rasa bersalahnya.
" tidak apa apa Bu.buat Rani itu sudah biasa,sudahlah jangan merasa bersalah begitu.lihat Rani tidak apa apa kan,selama Ibu ada di samping Rani,selain oramg tuaku, bahkan papi dan Mami,Rani sanggup melewatinya,bagiku cinta ku untuk Marco mengalahkan semuanya.aku sanggup hadapi semuannya,sudah Bu kita masuj.kita makan,kebetulan makanan semalam tidak dimakan,kita panaskan saja supaya makan kasian kalau makanan di buang sedangkan di luar sana banyak orang yang tidak mendapatkan makanan"
__ADS_1
" kita menunggu Marco?
" tidak usah Bu kayaknya Marco masih tidur karena semalam Marco pulang sudah tengah malam."Rani memberitahu Ibu Ana
setelah selesai makan Rani dan Ibu ana membereskan semua piring kotor.Rani kembali kekamarnya.ibu ana membersihkan rumah.tak lama kemudian Rani keluar dari kamarnya membawa sebuah tas besar di dalamnya berisikan pakaian yang akan di bawa ke butik Lina.Ibu Ana yang sedang membereskan rumah melihat Rani keluar dari kamarnya.
" Ibu,Rani antar dulu ya pesanan ini setelah ini ke toko pakaian karena ada kain yang harus Rani beli"
__ADS_1
"ia Nak hati hati membawa motornya"
" ia Bu,Rani pamit ya" Rani mencium pungun tangan Ibu Ana.setelah pamit Rani menarik tas dan pergi.Ibu Ana melanjutkan pekerjaannya.Ibu Ana sedih melihat Rani." Nak kamu adalah wanita hebat,sekalipun suamimu tak perduli kamu selalu tersenyum,menututupi dengan sikap ceriannya.menjadi istri yang baik, memang Rani tak pernah mengeluh.ataupun mengadu kepada orang lain.kamu adalah wanita yang kuat"Ibu Ana tak habis pikir dengan jalan pikiran Marco.Marco yang sudah bangun ia telah bersiap siap turun untuk makan.saat ia membuka pintu kakinya menyentuh sesuatu di depan pintu kamarnya sebuah bungkusan diambil bungkusan tersebut.ia duduk di tempar tidur.dengan cepat Marco membuka bungkisan tersebut.Marco sangat penasaraan isinya.