MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB DELAPan PULUH DUA


__ADS_3

Lola segara berlari ke arah Marco dan hendak memeluk dengan gerakan mundur Marco menghindari tubuh Lola.alhasil Lola jatuh.Lola menahan rasa marah dan malu pada saat itu banyak orang yang berada di cafe tersebut melihat tingkahnya.dengan malu Lola bangun sambil mengepalkan tangannya.awas kamu Marco aku akan membalasnya.ia ingin pergi kearah Marco tapi Marco tak memperdulikannya.marco dengan langkah lebar menuju tempat Rani


" maaf tidak sengaja" kata Marco.Marco terus melangkah ke arah Rani.Wajah Rani yang tadi berseri langsung berubah.Lina dan Karina melihat itu


" Ra kamu lihat tidak marco tidak peduli.sudah jangan di masukin di hati.jangan tunjukan wajah sedihmu" bujuk Lina sambil mengusap tangannya.


" tidak apa apa Lin,aman"


" maaf Ra tidak sengaja bertemu dengannya"


" tidak apa apa,yudi ayo duduk"Rani menyilakan Yudi duduk.kursi yang tersisa hanya di sebelah Lina.Rani menatap Karina.karina yang tahu langsung bergeser


" hei Kar mau geser kemana??"


" tidak?""


" itu kursinya di geser"


" aku hanya memberikan keluasaan supaya tamu kita bisa duduk" marco yang tanggap maksud dari karina dan Rani ia langsung mengerti


" jadi ini yang tadi kamu bilang" bisik Marco ditelinga Rani.Rani mengganguk.


" hei kamu berdua jangan mesra di depan kami ya"


" tidak"jawab Marco acuh


"itu pakai bisik bisik lagi"

__ADS_1


"he he" Rani tertawa.


" sudah selesai kita pulang"


" hmm iya,ibu dokter bagaimana?"" tanya Rani kepada Karina dengan kedipan mata.Lina tidak melihat


" maaf ya aku harus kembali ke rumah sakit ada urusan"


' kalau aku sama siapa?? lina hanya melotot karena mereka tadi memakai mobil Karina


" barengan sama aku nanti setelah Yudi antar aku dan Marco,baru lanjut antar kamu??


" antar aku duluan saja??


" aku ada urusan jadi kami yang duluan"marco yang tadi diam langsung menjawab


" ayo kita pulang" marco melinggar tangan di pinggang istrinya.mereka meninggalkan cafe tersebut.di dalam mobil Rani melihat Lina tidak nyaman dengan duduk di sebelah Yudi


" Lina kamu cacingan ya?? tanya Rani soalnya Lina duduk tidak menentu sepertinya gelisah.


" bukan ambeyen" jawab Lina asal bunyi.Rani hanya tertawa saja.sedangkan Marco sibuk dengan hpnya.tak sampai Dua puluh menit mereka tiba di rumah.saat turun Rani berbicara ke arah Yudi


" bawa pulang temanku jangan sampai lecet, Lina hati hati ya" Rani mengedipkan matanya


" semoga sukses ya??" bisik Rani.Lina hanya menatap Rani.


" Rani"

__ADS_1


" awas kalau tidak sukses,bye Lina" Rani melambaikan tangannya.Lina dengan wajah cemberutnya.Marco yang melihat istrinya hanya tertawa saja melihat Lina yang di goda,


" kamu menjodohkan Lina sama Yudi ya??


" ia.apakah yudi sudah punya pacar??


" belum"kata Marco sambil mendorong pintu.


" berarti masih ada kesempatan"


"ya semoga berhasil"


" kamu harus membantu"


" bantuan bagaimana dan apa imbalan?"


" marco sayang,dengan istri sendiri penuh perhitungan sekali" wajah masam Rani terlihat


" honey jangan buat wajah begitu,tapi aku ada satu permintaan dari ku kalau aku membantu Yudi dan Lina"


" apa itu?? binar wajah Rani begitu mendengar perkataan Marco


" malam ini aku mau kamu yang lebih agresif dan aku tinggal menikmatinya,bagaimana??" kata Marco mengoda Rani.wajah Rani langsung memerah.


"tidak mau" tolak Rani


" aku juga tidak membantu" Marco bersikeras.Rani hanya menatap marah pada Marco dan berjalan meninggalkan Marco.

__ADS_1


__ADS_2