MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
Bab Enam Puluh Delapan


__ADS_3

Setelah membersihkan semua peralatan makan Rani ingin berjalan jalan sekitar rumah. rumah yang indah pemandangan hamparan rumput yang indah dengan luas. tanah begini besar berapa hektar ya.taman samping rumah juga lebih indah dari yang ada di rumah mereka ada kolam renang,ada air terjun buataan,menambah kesejukan.Rani melangkah taman dimana ada sebuah ayunan yang besar yang bisa di tempati dua orang.hmmm benar benar seperti alam desaku.Rani duduk di ayunan tersebut dengan mata terpenjam merasakan angin sepoi sepoi.cup sebuah kecupan di bibirnya membuatnya kaget.di buka matanya tepat di hadapannya Marco berdiri.


" Marco,"


" kamu menikmati sekali"


" ia seperti alam kampung ku.dan ayunan ini memgingatkan ku kalau villa kamu di kampungkan ada ayunan jadi biasanya Bapa membersihkan Villa kami akan berebutan untuk ikut supaya bisa main ayunan" Rani tertawa kecil.Rani mengeser duduknya memberikan tempat untuk Marco duduk.Marco memperhatikan Rani.


" kamu mengingat semuanya?""


" hmmm ingat semuanya,hanya kamu saja yang aku tidak ingat,soalnya aku tidak pernah lihat kalau papi dan mami ke sana"


" aku ikut nenek sampai selesai kuliah,setelah itu Papi memanggilku untuk pulang dan meruskan usaha papi"


" pantesan aku tak pernah lihat"


" Ra" Marco membelai rambut panjang Rani," aku minta maaf ya kalau selama ini aku membuat kamu kecewa,aku merasa sangat bersalah"

__ADS_1


" Marco kita kan sudah janji untuk memulai dari awal,karena pernikahan ini sudah berjalan kita mengikutinya,karena tak selamanya sebuah rumah tangga tanpa ada masalah,semuanya itu bisa di lalui kalau sama sama bergandengan tangan.masing masing kita punya masa lalu aku punya masalalu dan kamu punya masalali.kita tidak mungkin kembali kemasa lalu,tapi bagaimana kita melihat masa depan.kita berdua awalnya di jodohkan dlam sebuah pernikahan.dan kitabtelah melewatinya.swkarang yang penting adalah bagaimana melihat ke depan"


" makasih Ra,memang Tuhan taknpernah memberikan yang salah,aku bersyukur untuk itu"Marco meraih Rani dalam dekapannya.ada rasa sangat bersalah yang ia rasakan.tapi ia sudah berjanji untuk memperbaikinya.Rani memeluk Marco


" Marco kapan kita pulang ke rumah kita"


" ini kan juga rumah"


" ia tapi..."


" sudah nikmati saja,toh hari ini baru sabtu palingan besok kita pulang"


" mau jalan jalan?"


" kemana?""


" sekitar tempat ini,tidak jauh dari tempat ini sebuah bukit bukitnya di nama bukit cinta.disana ramai ada makanan tradisional banyak"

__ADS_1


" wow aku mau tapi pakaianku?""


" sudah tadi yudi antar pakaian untukmu"


" kapan ko aku tidak tahu?""


" setelah kita makan,ayo bersiaplah kita jalan mumpung masih libur aku ingin menghabiskan waktu denganmu"Marco bangun di ikuti oleh Rani.mereka beriringan masuk.


" kamu mandilah"


" kita bareng"


" tidak nanti lain lagi ceritanya" Rani menolaknya.


"ayolah" Marco tidak memperdulikan omongan Rani,di gendong istrinya.


" Marco"

__ADS_1


" sttt diam diam" Marco mencium ibibir istrinya.Rani hanya mengikuti kemauan suaminya.Marco menurunkan Rani setelah sampai dikamar mandi.Rani hanya diam saja mengikuti permainan Marco.Marco mulai menjelajahi tubuh mulus istrinya yang tanpa busana.suasana dalam kamr mandi hanya bunyi desah desah kenikmatan saja.


setelah satu jam ritual mandi pun berakhir.marco tersenyum puasa melihat wajah istrinya yang masih memerah karena malu.


__ADS_2