
" sudahlah ma,jangan marah marah nanti darah tingginya kambuh" marco mengusap usap lengan mami
" habis papi menjengkelkan"
" papi masih sibuk ma,tenang saja kita juga pasti menginap disini"
* " tidak bisa Co ini kabar gembira masa papi masih mengulurkan waktunya." mami masih menyisahkan kejengkelan kepada papi.tak lama kemudian mobil papi masuk.
" sudah lah mi marah marahnya,itu papi sudah datang.kalau marah terus wajah mami kelihatan gimana gitu?"" goda Marco.Mami yang cemberut langsung mengubah ekspresi wajahnya
" nah gitu dong masa mau dapat cucu ko wajahnya cemberut terus"
" hai sayang" sapa papi yang masuk begitu lihat mami.mami yang masih sedikit jengkel dengan papi tak ya
" mami kamu kenapa??" papi menoleh ke arah Marco
" biasa lah papi,papi juga mami telepon masih lama,alhasih mami marah deh"
" udah lah mi kan papi sudah datang.papi duduk di sebelah mami sambil memeluknya
" ih papi jangan sentuhmami,sana urus semua pekerjaanmu" rajuk mami
" ia deh papi minta maaf" papi masih berusaha membujuk mami.marco yang melihat kemesraan ke dua orang tuanya hanya bisa tersenyum
" mami" panggil sisil yang baru datang.sontak mereka melihat ke arahnya
" kenapa wajah mami begitu asam ya,pasti ini ada hubungannya sama papi" cerca Sisil
" biasalah sil mami ngambek sama papi"
__ADS_1
" mami seperti anak kecil merajuk tidak dapat es krim".mami yang di katakan seperti anak kecil langsung murka
" uang jajanmu di potong" kata mami
" lho mami kan sisil tidak salah"
" tadi kamu kan ikut ikutnya meledek mami??"
sisil hanya tertawa." mami sayangku tambah cantik deh kalau marah" sisil mulai mengeluarkan rayuannya.mami yang masih marah tidak mau menoleh
" ayo lah mami marahnya" bujuk papi.mami masih dengan wajah cemberut
"papi ya kalau mami telepon itu penting masa tidak mau pulang.papi mau punya cucu tidak??
" maksud mami??
" Rani hamil??
" ia "
" wow berarti sebentar lagi aku dipanggil tante??
" terus raninya mana??
" tidur papi"
" mami sebentar kita sudah opa dan oma""
" ia pi,eits mami masih marah kenapa bicara sama papi" sontak mereka semua tertawa
__ADS_1
" kak, kaka ipar dimana??
" tidur karena makannya banyak"
" papi kata dokter anaknya tiga" sisil dan papi kaget.
" kak beneran?? wow berarti rumah ini akan rame sekali?""
" ya betul" mami dan papi saling berpelukan
" kenapa papi dan mami yang senang??"
" senanglah kitakan sudah lama berharap cucu,ya kan papi?""
" ia mami kita bisa bermain bersama mereka"
" lebai deh"
" biarin"papi dan mami berbarengan.mami yang tadi marah marah sudah lupa.
Rani membuka matanya.menyesuaikan dengan keadaannya.dilihat langit langit kamar beda,na ini di mana Marco ingin Rani memanggil tapi tunggu,ini sepertinya kamar Marco.betul sekali berarti di rumah orang tuanya.kenapa aku di tinggal?? Rani melangkah keluar dari kamar sayup sayup di dengar suara dari ruangan keluarga.dengan langkah kecil Rani mendekati Ruangan tersebut Marco yang mendengar langkah kakinya langsung mengangkat wajahnya
" sayang?? panggil Rani.Mami,papi dan sisil langsung melihat ke arah Rani.
" sudah bangun Ra??
" ia ma maaf tadi Rani ketiduran??"
" sudah ayo duduk sini" mami memanggil Rani sambil menepuk sofa disebelahnya.Rani melangkah ke arah mami yang duduk di samping papi.
__ADS_1