MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB ENAM PULUH SATU


__ADS_3

" Kak,kalau aku seperti kakak aku pasti minta pisah,karena suamiku tidak pernah memperdulikan hidupku?""


" semua itu harus penuh keyakinan,dan berdoa"


" kak Rani apakah tidak punya pacar??


" aku punya,tapi aku melepaskannya setelah menikah dengan Marco,mau di bilang aku yang memutuskan.ada banyak hal yang tidak bisa jelaskan tapi harus rela, seperti yang kakak bilang jodoh kita tidak tahu,semua Tuhan sudah mengatur"


" kita harus banyak belajar dari kakak ni"


" banyaklah belajar tentang hidup,jangan bilang hidup kita seperti drama korea yang harus berakhir indah,semua harus di lalui karena jalan di depan tak selamanya lurus tapi berliku"


" makasih kak" tiba tiba pintu di buka.


" hei kalian berdua memangnya kakak ipar mau dibtahan berapa jam di kamar" begitu kata Marco yang masuk menjumpai ketiga perempuan yang asyik dengan oboralan mereka.


" Kak Marco sayang mau tahu aja urusan perempuan"Dina yang menyela kakaknya


" ini sudah sore,kami mau pulang"


" emangnya jam berapa?"tanya Rani


" jam lima"Marco menjawab


" Dina dan sisil kakak pamit dulu nanti kapan kapan kita sharing lagi"


" ia kak" mereka berdua menggangukan kepalamya.Marco meraih tangan istrinya,mereka menuruni tangga menuju lantai bawa,disana orang tua Marco lagi santai

__ADS_1


" mami, papi,kami pamit pulang ya"mami yang lagi menonton tv menoleh


" Marco aja yang pulang,Rani tinggal"Marco menoleh ke arah Rani


" Mami, Rani pulang dengan Marco,Rani janji akan datang lagi ke sini"Rani memohon kepada mertuanya


"Marco ingat janji kamu"


" ia mami"


" oke mami pegang janji kamu, ingat kalau bisa bulan depan mami sudah dapat kabar,kalau mami akan jadi oma" wajah mereka berdua langsung memerah.


" Mami"


" eits mau pulang dengan Rani atau Ranibtinggal di sini"


" Ayo ra kita pulang,bisa pusing dengar mami ngoceh tidak berhenti" Marco menyalami kedua orang tua di ikuti oleh Rani


" kamu baik baik ya" Mami menvium Rani.


" ia mami Rani baik baik"


" sudah sana sebelum mami berubah pikiran"


" makasih mami ku sayang" Marco tertawa penuh kemenengan.Mereka meninggalkan rumah orang tua Marco.Marco menghidupkan mobil membelah jalanan.


" Ra,kitq pulqng dulu ke rumah setelah itu baru kita kencan"

__ADS_1


" aku ikut kamu saja".tak sampau dua puluh menit mereka sampai di rumah.disambut oleh ibu Ana.


" Ibu Ana" panggil Rani manja," Rani rindu" Rani memeluk Ibu Ana


" ibu juga,gimana sudah baikan? ibu cemas dengar kamu sakit"


" udah Bu makasih ya"


" Nak Marco Ibu mau pamit pulang,semua makanan ibu sudah siapkan"


" ia bu"


" Rani,makan yang banyak,tanamanmu ibu merawatnya,jadi tidak merana"


" Ibu ana paling baik deh" Rani memeluk ibu ana seperti ibu baginya saat jauh dari mama.


" na kalian berdua ibu pamit dulu ya"


" ia ibu,hati hati di jalan,Rani tunggu besok ya"


" ia nak" Rani menyalami ibu ana,disusul oleh Marco.Ibu Ana telah pergi


"aku iri" tiba tiba Marco berkata


" iri kenapa?"


" ibu ana kamu peluk,cium sedangkan aku kamu tidak pernah"

__ADS_1


" aduh Marco jangan lebai deh"Kata Rani sambil berjalan masuk kekamarnya.saat tangannya mencapai gagang pintu di tahan oleh Marco.


__ADS_2