MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB TIGA PULUH SEMBiLAN


__ADS_3

" kok kamu bisa ada disini?""


" kenapa tidak boleh"


" bukan begitu,biasanya kamu paling malas kalau di ajak keluar"


" tapi hari ini tidak.supaya kakak tahu aku kesini sama Mami,kak Rani,dan supaya kakak tahu, kalau Kak Rani sudah melihatmu bersama Lola,Aku kesini hanya bilang sama kakak jangan sampai mami tahu,dan kakak tahu kalau Mami sampai tahu? " Marco kaget karena ada mami dan Rani


" kenapa kak kaget? aku ini tidak habis pikirnya sama kakak sudah punya istri tapi masih juga menjalin dengan orang lain, aku hanya mau bilang jangan sampai mami tahu,aku permisi" sisil meninggalkan Marco.Marco memijit mijit pelipis,bisa ribut kalau mami sampai tahu aku Lola ada di mall ini .Marco memikirkan cara untuk keluar dari mall ini.ia tidak mau ribut dengan mami hanya larena Lola sedangkan ada Rani.


" lama sekali ke toiletnya Sisil" kata Mami begitu Sisil kembali


" antri Mi.maklum bamyak orang,o ya kak Ran bagaimana sudah enakan?? tanya Sisil mengalihkan pembicaraan dengan Mami


" sudah,Mami kita pulang aja ya?? Rani memberikan kedipan kembali Sisil.

__ADS_1


" ia mi daripada Kak Rani tambah pusing"


" oke kalau begitu,berarti kita batal ni beli tas??


" tapi kalau Mami mau biar mami kesana Rani tunggu di sini"


" tidak usah,biar nanti ada baru kita kembali lagi"mami mengeleng kepalanya


" kalau begitu kita pulang saja,atau Mami gimana kalau kita ke rumah kak Rani aja" Sisil memberikan pendapat


" begitu juga baik, mami kepingin lihat rancangan terbaru sapa tahu ada teman teman mami yang beli kalau mami tunjukan" mami setuju ajakan Sisil dan Rani


" ok ayo"


akhirnya mereka keluar dari dalam mall.begitu sampai di tempat parkir saat pak yono ingin membuka pintu mobik mami yang hendak tidak sengaja melihat Marco dan Lola juga baru keluar dari mall.wajah Mami langsung berubah.

__ADS_1


" pak Yono tunggu di sini" perintah Mami.Rani dan Sisil kaget mendengar perkataan Mami.


" ada Mi ??


" tunggu Mami disini" kata Mami.sambil berjalan ke arah Marco dan Lola yang hendak masuk ke mobil.Rani dan Sisil segera tahu ke mana arah Mami berjalan.


" kak Mami kak? kata Sisil gugup


" tadi kamu sudah bilang kan??


" sudah tapi kak Marco tidak mendengarkan,biar saja,tapi aku takut darah tinggi mami kumat? ayo kak kita susul Mami.Rani dan Sisil berlari mengikuti Mami


langkah nmereka terhenti karena Mami sudah berdiri di hadapan Marco dan Lola.


" Marco,mami tunggu kamu di rumah? dan buat kamu Lola aku sudah bilang padamu tinggalkan Marco,karrna kamu tak pantas untuk Marco supaya kamu tahu Marco sudah menikah dan ku harap kamu lupakan Marco dan kamu Marco mami tidak ingin ribut disini,semua keputusan di rumah". setelah selesai berkata Mami langsung membalikkan badannya di lihat Rani dan Sisil

__ADS_1


" Ayo kita pulang dan kita akan menyelesaikannya" mami mengambil ponsel dan menelpon papi


"papi tolong pulang ke rumah ada hal yang akan kita bicarakan jangan tanya nanti di rumah" kata kata mami begitu tegas dan mengandung kemarahan.Mami berbalim lagi ke Marco yang masih berdiri


__ADS_2