MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB DUA PuLUH DUA


__ADS_3

setelah selesai mengganti pakaian Rani membuat kopi dan teh untuk mereka berdua.Marco turun dari kamarnya.


" di minum kopinya supaya badan hangat dan ada pisang goreng.kemarin aku di ajak Ibu Ana kepasar kebetulan aku pingin makan pisang goreng jadi aku beli pisang.dan pagi ini aku membuatnya.susah ya tinggal di kota semua pada beli.kalau di kampung tinggal ambil di kebun dan diolah"


" kalau kota maunya instan"kata Marvo sambil menyeruput kopinya dan memakan pisang goreng.


" jadikan kita ke rumah mami?


" jadi lah kamukan tahu mami itu sangat marah kalau tidak di turuti"


ting tong bunyi bel pintu.Rani segera bangun dan membuka pintu.disana ada seorang laki laki seumuran dengan suaminya.


" Marco ada? saya temannya nama saya Deni" Deni mengulurkan tangannya.Rani menyalaminya.


" Saya Rani,Marco Ada didalam silakan masuk" Rani memiringkan badannya supaya tamunya lewat.Marvo yang sedang asyik dengan kopinya.


" pagi pak bos" sapa Deni Marco membalikkan badannya.


" Deni tumben kemari? lama tidak kemari?? kemana saja menghilang ?" kata Marvo bertubi tubi

__ADS_1


" tanyanya satu satu,mana yang harus aku jawab duluan ,sapa yang tadi membuka pintu,dia bukan adikmu kan?""


" dia istriku" Deni terkejut


" kamu jangan bercanda ?"


"sapa yang bercanda dia memang istriku.kami menikah sudah satu minggu.memang tidak ada acara.hanya ada pemberkatan nikah saja .aku yang tidak mau"


" kenapa? tanya Deni heran


"entahlah dia juga mau.Mami dan papi yang menjodohkan kami" pembicaraan mereka terputus karena kedatangan Rani membawa minuman untuk Deni.


" terima kasih"


" aduh Marco aku juga tahu itu istri kamu,aku hanya mengucapkan terima kasih.bukan merayunya,masa mengucapkan terima kasih tidak boleh"


" silakan di minum"Rani menyilakan tamunya untuk minum


"Ibu Rani mau ya di nikahkan dengan manusia macam begini, kalau aku malah tidak mau,sikapnya kelewatan sekali" Rani hanya tersenyum

__ADS_1


" aku ke dalam kalau ada perlu silakan panggil aku" Rani meninggalkan Marco dan Deni


" Marco kamu betul menikah dengannya terus Lola kamu kemanain?""


" Mami dan Papi tidak suka dengan Lola?""


" terus kenapa juga kamu pertahankan kalau orang tua mu tak setuju"


' entahlah Den aku mencintainya"


" apa kamu tidak kasian dengan istrimu?"


" aku juga bingung


" kenapa harus bingung putuskan saja hubunganmu dengan Lola? kan beres"


" aku tidak bisa,karena cinta ku untuk Lola"


" Marco saranku.kamu itu mau yang halal atau tidak halal?"sekarang kamu sudah punya istri.pasti orang tuamu punya alasan mengapa menjodihkan kamu dengan Rani.pasti istrimu punya kelebihan tersendiri makanya orangtuamu ingin kamu menikahinya.apakah selama kamu dengan Lola orang tuamu bersikap baik? tidak kan? Lola pasti mempunyai sesuatu yang tidak kamu ketahui tapi orang tua mu tahu"

__ADS_1


" kata Mami Lola itu hanya mau uang ku saja?""


" na mamimu berpikir begitu berarti ada benarnya.orang tua itu punya filing lebih kuat dari kita,orang tua mana yang tidak ingin anaknya bahagia? pasti mereka ingin anaknya bahagia.kamu pikir dulu yang baik bagaimana? aku rasa Istrimu adalah pilihan tepat untukmu.lepaskan Lola dan buka hatimu untuk istrimu.aku takut suatu saat kamu akan menyesal saat melepaskan berlian yang sangat berharga,karena pilihan orang tua pasti yang terbaik"


__ADS_2