
sejak saat Marco dan Rani mulai membuka hati mereka menerima segala kekurangan mereka.hubungan mereka semakin erat.tak terasa mau sebulan.Rani yang sibuk dengan rancangannya untuk lomba,Marco juga sibuk dengan perusahaan.Rani yang dulu tak pernah meminta saran tentang rancangan gaun,tapi kali ini ia selalu menanyakan kepada Marco apakah ini cocok,apakah bisa ditambah hiasaan Marco selalu memberikan masukan.Rani sangat senang.
Akhir Bulan dimana pergelaran lomba rancangan di mulai.Rani dan Lina telah menyiapkan model yang akan memakai rancangan tersebut semua persiapaan telah oke.Rani puas.walau Marco saat ini berada di luar daerah karena harus menyelesaikan masalah proyek di cabang lain.Rani sangat bersemangat memberitahu Marvo kalau ia akan mengikuti lomba
drrttt drrt bunyi ponsel Rani berdering
" hallo Rani" suara Lina" kamu dimana?"'
" aku di rumah lagi bersiap untuk jalan ke tempat pergelaran?""
" Rani kita mendapat masalah, model yang kita pakai,ternyata tidak bisa ikut,karena Ayahnya meninggal,bagaimana ni satu jam lagi pergelaran akan di mulai"Lina gugup sekali suaranya sangat ketakutan Rani juga kaget,bagaimana ini,dengan susah payah ia telah merancang gaun untuk ikut lomba harus pupus
" Rani kamu masih di sana?"" panggil Lina
" ia Lin,aku juga bingung"
__ADS_1
" aku ada ide,gimana kamu yang jadi modelnya?""
" apa kamu gila?? aku tak pernah yang begituan"
" terus siapa,waktunya sudah mepet,apa kamu mau buang semau impianmu"Rani tertegun.memang impian Rani adalah bisa mengikutkan rancangannya dalam event event seperti ini supaya ia bisa tahu mana yang pas.Rani berpikir
" Rani,cepat sekarang kamu datang kita tidak punya waktu,aku yang akan make up kamu,kita bisa latihan jalan walau hanya lima menit_ cepat aku tunggu kamu,jangan menolak,ingat impianmu"Lina menututp panghilan teleponnya.Rani langsung berangkat ke tempat acara pergelaran.ia telah di tunggu sopirnya.Marco menyedialan seorang sopir tapibyang perempuan.Marvo tidak ingin ada laki laki yang bersama dengan istrinya
" ayo lia kita jalanke alamat ini" kata Rani sambil masuk ke dalam mobil.
" ayo Lia ikut ke dalam"
" aku disini saja nyonya"
" Eits tudak baik seorang perempuan sendirian di luar sini." Lia akhirnya mengikuti Rani ke dalam.Lina yang sudah tak sabaran begitu melihat Rani ia langsung berlarinke arahnya
__ADS_1
" ayo cepetan Rani,jangan lama lama waktu kita mepet"Lina menarik tangan Rani ke ruangan yang telah di sediakan untuk paraodel mengantikan pakaiannya.Lina lanhsung menarik kursi dan menyuruh Rani duduk ia mulai dengan make up Rani.Rani tidak banyak bicara.ia menguatkan hatinya.
" sudah selesai rani,wow Rani kamu sangat berbeda, aku saja tidak mengenalmu"Rani memperhatikan dirinya di kaca
" Lina ini beneran aku"
" ia sayang ini kamu,ayo cepatan pakai sepatunya dan gaunnya" Rani memakai gaun hasil rancangannya, dan sepatu yang tumitnya hampit sepuluh centi
" Lin aku takut"
" ayo kamu bisa,* Lina memberikan semangat
' Nyonya pasti bisa" Lia memberikan dukungannya.Rani bangun dari duduknya.mimpinya untuk menjadi model tidak pernah ada.tapi malam ini ia harus bisa.Lina mengajarkannya jalan berjalan
" Ayo Ra senyumnya,ingat senyumannya" ingat percaya diri,aku dan lia menunggu.tunjukan bahwa kamu adalah istri dari seorang Marco Daniel seorang penguasaa yangterkenal,semangat" Lina mterus memberikan semangat kepada Rani.Lia juga mendukung Nyonyannya.
__ADS_1