MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
Bab 91


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat tak terasa Rani telah melewati tahap trimester pertama dari kehamilannya.Marco yang overprotetive akan kandungan Rani.terkadang dengan kesal Rani harus mengikuti kemauan Marco.Rani malas berdebat dengan Marco yqng selalu merasa benar.Rani yang masih sibuk dengan baju baju rancangannya.Sahabatnya Lina sering membantunya.Marco kadang marah karena ia selalu mengerjakan akan rancangan bajunya.tapi alasan yang Rani berikan ia malas dan bosan.Rani dan marco tidak mau mengetahui jenis kelamin dari bayi bayi mereka.biar suprise.Lina yang lebih banyak menemaninya.Marco menawarkan membuat butik untuk Rani,tapi Rani mengatakan ia lebih nyaman dengan kerjasama bersama sahabatnya.ia hanya menyalurkan hobinya saja.Rani tidak ingin terikat dengan pekerjaan.rani ingin bebas tanpa ada ikatan.kehamilan Rani memasuki bulan kesembilan.ia mengikuti anjuran dokter nitha untuk banyak gerak supaya jalan lahir juga baik.Ibu ana yang selalu menemaninya.pagi ini Marco menemani Rani untuk jalan jalan sekitar kompleks karena ibu ana ada urusan keluarga di kampung.keringat bercucuran Rani memegang pinggangnya terasa pegal.


" sayang kita istirahat ya aku capek" kata Rani sambil menghapus keringatnya


" kita duduk disana ya" Marco menuntun istrinya duduk dibangku taman tersebut.


" haus,tunggu sebentar aku beli air" marco membeli air.Rani yang merasakan perutnya sakit ia mencoba bertahan,keringat bercucuran.Marco yang melihat itu langsung berlari


" sayang kenapa?""


" aku mau lahiran "


" tahan sayang" marco panik.ia segera mengambil hp di saku celananya.


" yudi tolong bawa mobil jemput kami di taman kompleks depan ini rani kesakitan" kata Marco mengakhiri panggilan teleponnya.Marco memegang tangan Rani seolah memberikan kekuataan kepada Rani.yang mengeluh dengan sakit

__ADS_1


" sayang bentar Yudi sudah datang"


" aku tidak tahan"Rani memegang erat tangan marvo.sambil mengusap perutnya


" sabar ya sayang sayang Daddy jangan buat mommy kesakitan"


" pak marco" panggil Yudi marco menoleh ke arah Yudi


"sayang kamu bisa jalan kan??" Rani mengangguk.Rani coba menahan sakitnya.marvo menuntun istrinya ke mobil yang parkir tak jaauh dari tempat mereka duduk.Yudi dengan sigap membawa kendaraan


" pak silakan ikut ke dalam untuk memdampingi istrinya" kata perawat tersebut. Marco mengikuti perawat tersebut.dilihat Rani menahan sakit Marco mendekat ke arah istrinya sambil mencium keningnya.


" caesar ya??" tanya Marco.Rani mengeleng " nggak aku pingin normal??"


" tapi sayang ada tiga lho??"

__ADS_1


" aku kuat yangbpenting kamu ada di sampingku" Rani mengeratkan pegangan.dokter yang menangani Rani memberikan pilihan.


" gimana bu mau normal atau caesar??


" normal dok aku pingin rasakan??


" oke kalau ibi sanggup kami akan mengikuti" tiba tiba Rani berteriak


" sakit sambil menarik tangan Marco.Marco yang berdiri hanya bosa melihat perjuangan istrinya


" sayang aku ada bersamamu" bisik Marco di telinga istrinya sambil menvium kening Rani.


" ayo bu pembukaan sudah sempurna lakukan bu,ayo bu mengejam kepala bayi sudah di luar ,sekali dorong bayi tersebut keluar.marco tidak sanggup melihat istrinya ia terus memegang erat tangan rani.


" bu tarik napas,bersiap karena yang satu sudah juga kelihataan" dokter memberikan instruksi,sekali Rani mengejam keluar seorang bayi disambut dengan cepat oleh seorang perawat yang membantu.perawat langsung membawa ke sebelah.Rani menarik napasnya.

__ADS_1


" bu masih sanggup ini yang terakhir kepalanya juga kelihataan,ternyata anak anak ini tidak menyusahkan ibunya,ayo bersiap mengejam dan dorong" Rani mengejam dan mendorong dengan sekali dorong seorang bayi keluar.marco yang berada di samping Rani mencium istrinya.Rani yang lelah langsung memejamkan matanya


__ADS_2