
Rani mengganti sperai.marco duduk di sofa memperhatikan Rani.
" mana pakaianku"marco menunjukan barangnya di atas di meja." kamu tidak mandi??
" bentar"
" mandi lah,aku lapar".marco melangkah kekamar mandi,Rani segera menganti pakaiannya.selesai Rani keluar dari kamar.ia turun ke lantai bawa.Rani mencari letak dapur,untung ada pak Dino
" pagi pak"sapa Rani
" pagi nak,sudah bangun?""
" ia pak,ibu mana?""
" ada di dapur lagi masak,mari dapurnya di sini,Rani mengikuti langkah pak Dino,di dapur ada seorang ibu umurnya sama seperti ibu ana
" pagi bu" sapa Rani pada istri pak Dino.istri pak dino yang lagi memasak menghentikan kegiataannya.
" pagi nak,maaf tadi malam ibu tidak tahu kalau mau datang"
" tidak apa apa bu, masak apa hari ini?""
" masak kesukaan nak Marco,ada sayur sawi,ikan kuah asam dan ayam goreng"
" ada yang bisa Rani bantu??"
__ADS_1
" sudah selesai nak,sisa tata di meja makan"
" aku bantu ya?"" Rani mulai menata makanan di meja sambil menunggu Marco turun untuk makan bersama.tak lama kemudian marco datang.ia tersenyum ke arah Rani dan Ibu Mira
" pagi bu, wow ada masakan enak ni" ia berjalan ke arah Rani dan menciumnya.Rani kaget,matanya melotot
" Nak Marco datang ko tidak ada pemberitahuan"
" maaf bu semua di luar rencana" marco menarik kursi dan duduk." bu ini istriku"
" ia tadi ibu sudah salaman dengannya"
" bu mana pak ayo panggil kita makan sama sama"
" tidak usah nak?"" ibu Mira menolak
" ia bu,ayo panggilkan pak Dino kita makan sama sama,aku kan orang baru di sini,biar bisa saling kenal"ibu mira keluar mencari suaminya.
" Ra masih sakit ya?""
" sedikit"
" lama lama tidak lagi"
" ia" Rani mengganguk kepalanya.tak lama kemudian ibu mira dan suaminya datang.
__ADS_1
" ayo pak bu kita makan sama sama"Marco mempersilakan suami istri tersebut untuk duduk.mereka merasa sungkan tapi Rani bangun dan menarik kursi untuk mereka.
" makasih nak Marvo,nak Rani" kata Pak Dino lirih.
" pak, bu sudah kami menggangap bapak ibu adalah orang tua kami di sini, ayo pak kita makan,aku sudah lapar" Rani mengambil makanan untuk Marco,
" Bu ayo layani suaminya,jangan sungkan"ibu Mira masih terdiam
" Bu ayo kapan makannya" Rani menyetuh tangan ibu Mira
" Nak kami tidak tahu harus berkata apa?" kami bukan siapa siapa kalian"
" Bu,aku punya mama seumuran sama dengan ibu,karena meteka jauh di kampung,jadi sekarang pak dan ibu adalah orang tuaku disini, ayo diambil kita makan bersama sama" Ibu mira mengambil makanan untuk suaminya dan dirinya.mereka makan tanpa ada suara.hanya bunyi sendok dan garpu.mereka menikmati makanan mereka.setelah selesai makan Rani dan ibu Mira membereskan semua piring kotor
" Nak Rani ,biar ibu saja"
" ibu aku bantu ya"tak sadar airmata ibu mira menetes
" nak kamu sangat baik,ibu berdoa supaya kamu cepat punya anak dan ibu bisa menjaganya"
" amin bu terima kasih doanya"kedua perempuan itu menyelesaikan pekerjaan mereka.
" ibu sudah selesai,istirahat dulu nanti ada apa apa akubpanggil ibu"
" ia nak ibu ke rumah sebelah,sebelumnya makasih ya, ibu merasa punya putri"
__ADS_1
" anggap saja aku putrimu" Rani mengenggam tangan ibu mira
" makasih nak" ibu Mira memeluk Rani.