
Mereka makan tanpa suara.setelah selesai makan Rani membantu Ibu Ana membereskan meja.
" Nak Rani sudah biar ibu yang lanjut.dandan cantik pagi ini mau kemana?""
" Bu ana aku mau kerumah saki"
" siapa yang sakit??
" tidak bu hanya memeriksa Rani memastikan kalau Rani beneran hamil atau tidak ,sudah pakai alat test tapi Rani masih mau ke dokter" jelas Marco
" aduh Nak Rani ibu bahagia mendengarnya"
" makasih Bu,bu kami pamit dulu ya.kalau sudah selesai kerjaan istirahat dulu." Rani mencium pungung tangan Ibu Ana.Ibu Ana yang sudah di anggap sebagai orang tua.
" ibu berdoa supaya kadungannya baik baik"
" makasih bu atas doanya, mari bu"Rani melangkah keluar mengikuti Marco yang sudah duluan ke garasi mobil.Marco membuka pintu untuk Rani.Rani masuk duduk di dalam.Rani meghela napasnya.Marco yang menyadari akan sikap Rani
__ADS_1
" kenapa,ko seperti punya beban pikiran saja"
" aku sepertinya mengantuk tiada habisnya"
" tidur saja sampai di rumah sakit aku akan membangunkan kamu"
" kalau aku tidur kamu ngobrol sama siapa??."
" sudah jangan melawan,tidur aku tidak apa apa"Marco memasang sabuk pengamanan kepada Rani.mobil baru jalan Rani sudah menguap beberapa kali.karena matanya tidak bisa di ajak kompromi akhirnya ia tertidur.Marco yang sedang meneyetir hanya melihat istrinya yang pulas tidurnya.ia menjalankan mobilnya perlahan.dua puluh menit mereka sampai di rumah sakit.karena Marco yang melihat Rani masih tertidur ia tidak membangungkannya.di tunggu sampai Rani yang bangun sendiri.baru lima belas menit Rani membuka matanya dilihat sudah sampai halaman parkir rumah sakit.dilihat Marco asyik memandangnya.
" sudah bangun sayang??
" tidurnya terlalu pulas jadi aku tidak mau menggangu,ayo kedalam aku sudah buat janji dengan dokter kandungan di dalam,ia masij sepupuku.kalau dia banyak ngoceh kamu jangan peduli"."
" hmmm ayo kita jalan" Rani membuka pintu dan berjalan keluar,Marco mengandeng tangan Rani.
" Rani " panggil seseorang.Rani dan Marco menoleh ke arah panggilan itu Vian yang berada di depan mereka.
__ADS_1
" kak Vian" sapa Rani.Marco yang di samping hanya menatap dingin kepada Vian
" siapa yang sakit"
" tidak ada,saya yang mau control, o iya ka ini kenalkan suami ku?,honey ini Kak Vian kakak kelasku waktu SMA" Rani memperkenalkan.
" Marco suami Rani" Vian tertegun tidak di sangka ternyata gadis yang di kejar sudah bersuami.
" kak duluan kedalam sudah janji dengan dokter"
" o ia silakan" Rani dan marco melanjutkan perjalanan mereka.
" sepertinya laki laki tadi menyukaimu"
" Honey stop,kamu berlebihan dia itu hanya kakak SMA ku saja,jangan lebay deh"
" tidak juga tapi aku tidak suka tatapannya ke kamu"
__ADS_1
" sudahlah honey jangan di perpanjang.untukku dia hanya teman,dan tangan yang ku pegang ini suamiku" Rani menvubit pipi Marco.Marco yang wajahnya tidak senang mulai berubah cerah.sementara Vian yang melihat pasangan itu tidak bisa berkata kata lagi.pupus sudah harapannya.sejak bertemu Rani tempo hari ini berharap bisa mengejar Rani.karena kabar yang ia dengar kalau Erlan sedang berada di Papua.jadi berkesempatan mendekati Rani.pernikahan Rani juga ia tidak mengetahuinya.kenapa tiba tiba Rani sudah menikahtapi bukan dengan Erlan tapi dengan pria yang baru ia lihat.Vian semakin penasaran saja