
" selamat ya pak anaknya tiga sekaligus,pertama dan kedua laki laki dan yang terakhir perempuan selamat ya bu jarang lho orang melahirkan tiga bayi normal,aku saja waktu lahiran minta caesar,tak tahan sakitnya" kata dokter tersebut yang menangani Rani." sekali selamat ya,biasanya kekuataan istri adalah doa suami dan suami yang mendampingi saat melahirkan.karena itu adalah kekuataan penuh bagi seorang istri.maka saat saya menangani kelahiran saya minta suami untuk menemani kecuali caesar.supaya istri punya kekuataan.ayo pak di berikan nama untuk tiga bayi ini.dan pak kalau bisa langsung kb saja kasian ibunya repot nanti urus tiga bayi sekaligus." dokter memberikan arahan sambil tersenyum.
" dokter bisa steril tidak,aku kasian sama istriku??"
" aku tidak mau steril??" kata Rani
" kenapa sayang??" marco kaget dengan perkataan Rani
" aku pingin nambah lagi dua biar rumah kita ramai.kalau lahir normal begini kan hamil bisa cepat benarkan dokter"'
" ia bu tapi nanti kasian dengan bayi ibu,aku sarankan kalau bisa saat bayi berusia lima tahun saja??"
" tidak dokter aku mau mereka berumur dua tahun supaya saat dewasa mereka seumuran" kata rani penuh percaya diri
" semua keputusan ada di tangan bapak dan ibu.kalau menurut saya begitu juga bagus.ibu bisa mengikuti program kb saja.setelah masa nipas ibu boleh kembali kesini untuk memilih kontrasepsi yang pas untuk ibu" saran dokter tata
"makasih dokter atas sarannya"
" itu sudah tugas ku,kalau begitu saya permisi silakan berbahagia"marco dan Rani mengganguk kepalanya.Rani melihat ke tiga bayinya.sungguh anugerah Tuhan yang tak terhingga
"Sayang kamu benaran mau tambah anak lagi??"
" ia biar rumah rame"nama mereka siapa sayang""
__ADS_1
Alexander Abraham
Alexandro Abraham
Allezandra Abraham
Marco menatap ketiga buah hatinya.sambil memandang istrinya yang sedang beristirahat
clek bunyi pintu di buka.Mami,papi dan kedua adiknya masuk.
" marco kamu itu Rani lahiran juga kamu tidak kasih kanar,untung yudi telepon jadi kami " mami memarahi Marco
" mami tadi juga marco panik solanya tadi itu Marco temani Rani jalan jalan e tahu tahu Rani mau melahirkan.jadi Marco telepon Yudi ."
" sudah mi"
" bagus " tiba tiba Rani membuka matanya
" mami,papi?"' Rani berusaha untuk duduk
" sudah sayang jangan bangun,tidur aja" mami menahan Rani yang ingin bangun dari tidurnya.
" selamat e sayang kamu hebat bisa lahirkan ketiga bayi ini tanpa 9persai"
__ADS_1
" Rani mau merasakan gimana sakitnya melahirkan,seperti mimpi bangun sudah selesai."sementara kedua adik marco mereka ingin memegang bayi bayi tersebut
"eits jangan pegang sudah cuci tangan belum" Marco menepis tangan adiknya
" kaka kami sudah steril"
" sayang sudah lah jangan lebay de"
" jangan tangan mereka bawa kuman" kata marco
kedua orang tuanya tertawa
" tu dina dan sisil cuci tangan dulu"
" ia de mi"
" kak tu overprotektif"wajah Dina cemberut.
" sudahlah ikuti saja kemauan kakamu"
" Rani sudah telepon mama belum"
" belum ma,soalnya kami panik tadi"
__ADS_1
" biar mami yang sampaikan kabar gembira ini" mami mengambil hp dan menelpon mama Rani.