MENGAPAI HATIMU

MENGAPAI HATIMU
BAB TUJUah PULUH LIMA


__ADS_3

Selesai makan,Rani seperti biasa membantu Ibu mira membersihkan semua piring kotor.Rani yang sudah terbiasa untuk bekerja jadi ia tidak mau berpangku tangan,setelah membereskan Rani pamit kekamar karena ia baru ingat kalau Hp nya sampai saat ini masih di hidupkan sejak tadi malam.ia masuk ke kamar mencari tasnya untuk mengambil hp nya.Marco sedang mengerjakan pekerjaannya dalam ruanganan kerjanya.setelah di temukan hp nya di hidupkan Hp nya.begitu di hidupkan begitu banyak pesan yang masuk.Rani hanya senyum senyum saja.paling banyak dari Lina.Lina memberitahukan kalau lomba desain untuk pemula ia yang memperoleh juara pertama.dengan cepat Rani menekan panggilan kepada Lina.begitu tersambung


" Hei Nyonya Marco kamu kemana sih" teriak Lina kesal.Rani segera menjauhkan hp nya


" Lin aku tidak tuli, kenapa teriak?""


" kamu itu dimana sih dari semalam hp tidak bisa dihubungi,suami kamu juga? memangnya kalian kemana sih??"


" kami lagi bulan madu"


" ha..bulan madu? nggak bercanda kan??

__ADS_1


" tidak Lina sayang,ada apa sih heboh banget?""


" itu hasil pengumuman kemarin coba deh kamu lihat,aku malas memberitahukan.ingat ditraktir ya??


" betul kah?? aku tak percaya?? Rani seakan tidak percaya akan pemberitahuan Lina.


" oke Lina,terima kasih ya"


" ia aku mengerti,aku tidak mimpi kan??"


" tidak,sudahlah aku mau kencan dulu??"

__ADS_1


" Lina,kamu kencan dengan siapa??"


" kepo,nanti aku ceritakan,ayo cepat buatkan aku ponaan"


" sembarang saja memangnya apa itu kok langsung jadi,butuh proses""


" ia aku tahu tapi ini sudah lama.sudah aku mau kencan,ingat traktirannya dan jangan lupa dengan Karina dari semalam hp ku hanya berdering karena hp kamu mati,sana hubungi dia dulu,setelah itu kita janjian ketemu,tapi sebelumnya ijin suamimu"


" baik baik,makasih ya Lina kamu selalu ada untukku"


" sttt jangan sedih,aku malas dengar suara mewekmu,sudah ya aku tutup sekarang aku mau jalan,sudah di jemput,byebye sayang,ingat cepat buat ponaan tak sabaran ni" Lina menutup teleponya.Dengan cepat Rani membuka website tersebut dan namanya ada urutan paling atas.terima kasih Tuhan.dan hadiahnya wow fantastic,aku bisa membantu ibu membuka usaha konter dan warung.sebenar Lina malu untuk minta kepada Marco.walau mereka sudah menjadi suami istri.Rani mengambil salep untuk mengobati memar pada kakinya karena sepatu yang ia kenakan semalam.setelah selesai ia melangkah keluar dari kamarnya menuju dapur dan membuat jus membawa ke taman samping.Rani tahu Marco masih sibuk dengan pekerjaannya.Rani menikmati kesendiriannya.sambil memasang hedset di telinganya Rani mendengar lagu.sambil bermain ayunan.hmmm serasa kembali ke masa kecil semua terasa indah.kalau boleh ingin kembali kemasa itu tanpa beban.Rani menghembuskan napasnya.apa aku sanggup berjalan di samping Marco"" seringkali pertanyaan itu selalu muncul dalam hatinya.terkadang Rani berpikir takut kehilangan Marco.Tuhan aku selalu memohon padamu.Rani memejamkan matanya menikmati kesejukan udara di iringi alunan musik dari hp nya.

__ADS_1


__ADS_2