Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Salah faham


__ADS_3

Enzo memegang hasil pemeriksaan adiknya. Disitu tertulis bahwa kondisi otak Serra agak terganggu karena efek samping dari serum yang masuk dalam tubuhnya.


Ada zat berbahaya yang merusak beberapa fungsi otak.


Enzo memijit kepalanya yang akhir-akhir ini terasa sakit.


Enzo juga keadaanya kurang sehat karna bahan Serum itu juga mengikis kesehatan organ dalamnya.


"Siapa orang yang sudah membuat aku dan Serta menderita? Kami punya salah apa sama mereka?" Gumamnya.


Kendala Enzo hanya satu, uang. Dan juga sebagai dokter, ia tidak punya banyak waktu untuk menyelidikinya sendiri.


Enzo melangkah kan kakinya untuk kembali pulang karena hari sudah mulai malam.


Karna merasa haus, Enzo mampir disalah satu supermarket terdekat untuk membeli Minuman dingin.


-


Leona, gadis itu tengah berdiri di depan super market untuk menikmati es kreamnya.


Seorang pria hidung belang mendekat dari belakang tanpa diketahui oleh Leona.


Pria hidung belang itu kemudian meremas bokong sintal Leona sebentar dan melarikan diri dari sana.


Leona menghembuskan nafas kesal dan berbalik dengan pelan.


Enzo berjalan keluar pintu supermarket sambil memainkan hp miliknya tanpa tau apa yang terjadi pada Leona.


Saat Leona berbalik, pria hidung belang yang sebenarnya sudah berjalan menjauh seakan tidak melakukan kesalahan.

__ADS_1


Sedangkan di belakang Leona sekarang adalah Enzo.


Jadi Leona menganggap kalau Enzo lah yang meremas bokongnya.


"Hei Cabul!" pekik Leona sambil menatap tajam Enzo.


Enzo yang sibuk dengan hp nya pun mendongak dan menatap kearah Leona.


Enzo melihat ke sekelilingnya dan hanya ada mereka berdua disana.


"Aku?" Tanya Enzo dengan tangan kanan menunjuk dirinya dan tangan kiri masih memegang hp.


"Ya. Kau cabul menjijikkan." Umpat Leona.


"Dasar bocah kecil. Jaga ucapan mu!" Teriak Enzo tidak terima dikatai cabul.


"Kamu yang harus menjaga tangan mu dengan baik. Atau kau akan kehilangannya." Ancam Leona.


"Jangan sok bijak. Ngaku saja. Kamu kan yang udah mainin bokong Sexy milik ku?" ucap Leona sedikit tinggi.


"Hei jangan menuduh sembarangan!" Enzo mengelak karna memang ia tidak melakukannya.


Enzo memang tidak pernah dibelai wanita, dan tidak akan mengemis belaian dari wanita.


"Cih, pasti tidak ada yang mau pacaran sama kamu bukan, makannya kau melampiaskan nafsu mu pada sembarang orang!" Kata Leona mengintimidasi lawannya.


"Sudah ku bilang bukan! Aku ini lelaki matang, mapan, plus tampan. Bonusnya aku ini penyayang. Banyak cewek yang pada ngejar-ngejar aku. Jadi jangan asal bicara." Ucap Enzo berdusta.


Pasalnya tidak ada wanita yang mendekati nya karna uangnya pas-pasan.

__ADS_1


"Oh ya?." Ucap Leona masih tidak percaya.


Leona memutari tubuh Enzo sambil menatap Lelaki yang sudah ia anggap hidung belang.


"Lalu bagaimana bisa kau ada dibelakang ku?" Leona bertanya penuh selidik.


Ia sangat yakin kalau yang sudah melecehkan dirinya adalah lelaki ini.


"Tentu saja mau keluar, kau fikir aku adalah kucing penjaga supermarket yang akan beranak didalam sana." Kesal Enzo.


"Ya. Nanti kalau anaknya sudah keluar, maka kau harus menyusuinya dengan s*su mu yang kecil itu." Ucap Leona sambil tergelak.


"Jaga ucapan mu anak kecil. Masih bayi gitu sudah berani berkata kotor." Enzo geram di hina sama bocah.


"Aku hanya mengatakan fakta om hidung belang. Lain kali jangan ulangi lagi perbuatan mu yang merugikan itu." Ancam Leona yang masih menganggap Enzo pria hidung belang.


"Aku tidak melakukan apapun!" Ucap Enzo.


"Kau pelakunya." Kekeuh Leona.


"Kamu salah faham."


"Tidak perlu mengelak."


"Bukan aku!"


"Kamu!"


"Bukan!"

__ADS_1


To be continued


__ADS_2