
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa kau menjadi kakak ku?" Bentak Leona.
"Awalnya aku juga tidak mempercayai nya, tapi kita memang saudara. Aku juga tidak tau apa yang terjadi. Saat aku berusia 7 tahun, saat itu aku terbangun dengan keadaan tidak mengingat apapun, aku merasa kehilangan entah apa. Seseorang bernama Kenzo mengaku sebagai paman ku." Leon menjeda cerita nya.
"Tapi aku tidak pernah di beri kasih sayang seperti layaknya sebuah keluarga. Entah mengapa aku merasa kalau Kenzo hanya memanfaatkan aku saja. Cerita lah padaku, apa yang terjadi pada mu sebenarnya. Setelah operasi, aku baru tau kalau dalam darah ku ada zat berbahaya yang bisa membuat aku lupa ingatan. Berbeda dengan penjelasan Kenzo yang berkata kalau aku terbentur." Ucap Leon. Leon tidak mau memanggil paman lagi.
Leona terdiam mendengar itu, dalam hati Leona juga mencurigai hubungan nya dengan Leon, mengingat darah mereka sama dan Leona selalu merasa sangat merindukan sosok Leon padahal Leona tidak pernah bertemu sebelumnya.
"Kau.. Benar kakak ku?" Ucap Leona terisak.
Leona sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi. Selama ini ia hidup tanpa gairah dan tanpa arah.
"Ya. Percayalah padaku. Kita pulang." Ucap Leon sendu, karena sangat terlihat jelas kalau Leona sedang tidak baik-baik saja.
"Apa ayah ibu ku masih hidup?" Tanya Leona lagi, masih dengan tangisannya.
__ADS_1
"Ya. Mommy sama Daddy selama ini menunggu mu." Ucap Leon iba.
"Tapi, aku..." Lidah Leona kelu. Ia ingin jujur, tapi takut kalau keluarga nya tidak akan menerimanya.
"Kenapa, hm? Apa yang terjadi? Katakan semua yang kamu fikir kan pada kakak. Jangan takut, oke." Ucap Leon setelah berdiri dari duduknya dan memeluk erat adiknya yang cengeng ini.
Nyaman.
Leona merasa sangat nyaman. Leona membalas pelukan itu tak kalah erat.
"Ya tuhan.. Terima kasih. Aku telah menemukan tempat untuk berkeluh kesah disaat keputusasaan hampir membuat ku ingin mengakhiri hidup." Pikir Leona.
Leona bahagia, ternyata ia memiliki sebuah keluarga.
Leon hanya diam, mencoba menjadi pendengar yang baik.
__ADS_1
"Selama di Italia, Olaf selalu menjadikan aku eksperimen. Setiap dia sudah meneliti sebuah serum, dia akan menyuntikkan nya padaku. Olaf juga pembuat obat obat palsu yang berbahaya. Olaf akan menjual dengan harga yang paling murah. Olaf akan menyuntikkan obat itu padaku kemudian melihat reaksinya. Aku selalu di jadikan bahan percobaan, jadi tubuh ku sudah terkontaminasi banyak bakteri, kuman, dan Zat berbahaya lainnya. Jadi aku... Aku menjadi wanita super kuat yang bahkan bisa mengangkat sebuah mobil." Ucap Leona menjelaskan.
Leon sangat terpukul mendengarnya. Leon mengelus kepala Leona dengan sayang.
"Hidup mu lebih menderita dari pada kakak, kakak minta maaf. Seharusnya kakak bisa menjadi kakak yang baik untuk kamu, yang selalu melindungi mu dan yang paling bisa kamu banggakan. Maaf kan kakak yang tidak berguna ini." Pikir Leon.
Leo yang ternyata sendari tadi mengikuti Leon, mendengar semua pembicaraan keduanya.
Tangan Leo mengepal saat tau kalau saudara nya selama ini tidak baik-baik saja.
"Aku akan membalas mereka, Kak!" Pikir Leo dalam hati dan segera pergi meninggalkan tempat itu agar tidak ketahuan.
Leo kemudian menceritakan semua yang terjadi pada saudara nya kepada ayahnya.
Rafa sangat geram mendengar itu dan mencari tahu lebih lanjut. Seseorang yang bernama 'Kenzo dan Olaf.'
__ADS_1
Rafa akan memastikan kalau mereka menyesali perbuatan biadap keduanya.
To be continued