Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Menjadi Penguntit


__ADS_3

Seharian ini Leon sudah menahan diri untuk tidak mengingat nama Serra. Leon mendengus kesal saat tau kalau dirinya sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Serra.


Sepulang sekolah, Leon sengaja hanya berjalan kaki agar bisa melihat sosok yang sudah mengisi hari nya.


Hanya dengan memastikan kalau Serra baik-baik saja, membuat hati Leon yang tadinya gusar jadi berbunga.


"Ada apa dengan ku?" Pekik Leon kesal saat menyadari kalau dia tengah mengikuti Serra.


Leon kemudian menaiki bis yang kebetulan lewat dan meninggalkan Serra sendiri.


-


"Loh kemana ibu ku?" Tanya Leon saat sampai di rumah sakit.


"Anu.. Tadi Nyonya besar sudah baikan dan pergi, kami sudah mencegahnya tapi beliau memaksa. Maafkan kami yang tidak berdaya Tuan." Suster itu menunduk.


Kesalahannya adalah ia tidak bisa mencegah kepergian Nyonya besar nya.


"Pergilah." Ucap Leon menahan emosi.


Karna jika suster itu ada disana, maka mereka akan melihat kemarahan Leon yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Ibu angkat Leon, Olaf. Memang kadang akan menjadi seperti orang gila saat stres. Dan bisa sembuh lagi kalau dalam mood yang stabil.


Setelah mencoba untuk meredakan amarahnya, Leon langsung menelpon anak buahnya.


"Cari dimana ibuku. Sekarang!" Ucap Leon dengan nada kesal bercampur amarah.


-


Seperti biasa, Leona akan menikmati hari nya saat pulang ke sekolah. Di tengah perjalanan, Leona di kejutkan dengan pemandangan yang membuatnya jengkel.


Yaitu preman kelas teri yang sedang mengganggu seorang wanita paruh baya yang terlihat memiliki banyak uang.


Sebut saja preman itu si Sono dan si Situ.


"Tolong... Siapapun tolong." Wanita itu memberontak.


"Jangan melawan atau kau akan menyesal. Cepat berikan perhiasan mu pada kami. Kami akan melukai mu kalau kau tidak menuruti perintah kami!" Gertak Situ, salah satu preman.


"Teriakan mu itu sangat kencang. Gendang telinga ku hampir putus mendengar nya. Hentikan atau aku akan menelanj**ngi mu disini." Ancam Si Sono yang sudah kesal dan ingin segera menyelesaikan misi untuk mendapat uang instan walau pakai jalan yang haram.


"Ampun... Tolong!" Wanita itu sudah terlihat tidak berdaya diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Tolong..." Wanita itu hampir putus asa.


"Hei kalian hentikan!" Teriak Leona.


Mereka pun menghentikan aktivitas mereka dan saling pandang.


Mereka tersenyum sinis saat melihat anak SMA cantik yang telah hadir di antara mereka.


"Hei, nona manis. Kamu bisa bergabung bersama kami nanti setelah kami menyelesaikan urusan kami." Ucap salah satu dari mereka.


"Ck, kau fikir aku berminat? Pergilah kalian. Aku memberi kalian kesempatan untuk kabur karena kalian bukan lah tandingan ku." Ucap Leona memperingati mereka agar tidak melanjutkan lagi kegiatan merampok mereka.


"Ayolah Nona. Kau tenang saja, kau akan menikmati nya nanti bersama kami. Biarkan kami menyelesaikan urusan kami dulu dengan wanita ini." Ucap Situ.


"Hey, kenapa kau masih juga melawan? Aku bilang cepat serahkan berlian mu!" Gertak si Sono.


Wanita itu bergetar dan melucuti seluruh perhiasannya, namun belum juga wanita paruh baya itu melakukannya, Leona sudah memukul si Sono dan si Situ.


-


Setelah tangannya sembuh, Enzo kembali kerumah sakit karena sudah banyak pasien yang menunggu kedatangannya.

__ADS_1


Hari ini Enzo di kejutkan dengan pasien yang datang dengan gejala yang baru saja dilihat oleh Enzo.


To be continued


__ADS_2