Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Penilaian Leo pada Serra


__ADS_3

"Boy, kau hanya datang sendiri? Mana Leo?" Tanya Rafa pada Leon karna seharusnya mereka sudah berkumpul bertiga jam segini karena ada hal penting yang harus dibahas.


"Leo sibuk mengurus ngidam nya istrinya. Kita mulai saja dulu dad. Nanti di bagian penyerangan biar Leo yang menjadi garda terdepan." Ucap Leon.


Rafa dan Leon kemudian meretas markas musuh yang ternyata tidak terlalu cerdik.


Kenzo yang ternyata bergabung dengan kelompok penyeludupan narkoba, mereka ternyata lupa kalau Leon sangat hebat dalam meretas.


"Boy, mereka bodoh atau apa?" Tanya Rafa tergelak.


"Ya, mereka sangat bodoh. Mereka sudah tau kalau kita adalah pasangan ayah dan anak yang merajai komputer. Tapi masih memasang CCTV di markas mereka." Ucap Leon.


"Marcellino Lorenzo. Dia adalah seorang pengusaha yang ternyata sangat sukses. Sukses nya bukan dari perusahaan legalnya, tapi dari bisnis ilegal nya yang ternyata memberikan banyak sekali keuntungan." Kata Leon sambil mengotak-atik komputer nya.


"Hanya orang yang merugi kan negara. Cari kelemahannya boy, buat dia hancur duluan baru kita siksa bajingan Kenzo juga asisten nya." Kata Rafa kesal.


"Pasti dad. Kau sudah menyiapkan ruang penyiksaan untuk mereka?" Tanya Leon masih memainkan komputer nya.


"Sudah selesai, Leona katanya mau menyumbang racun yang bisa membuat mereka tidak akan mudah mati cepat, tapi akan selalu kesakitan setiap harinya." Ucap Rafa merasa bangga.

__ADS_1


Ketiga kecambah dari dirinya, sekarang menjelma menjadi manusia penuh bakat. Leon dengan kejeniusannya, Leo dengan kemampuan pertahanan, dan Serra yang pandai dalam penelitian.


"Bagus dad."


"Tentu saja, kapan kau akan memperkenalkan mantu baru buat daddy?"


Sebelum Leon menjawab, sebuah panggilan ia terima dari saudaranya, Leo.


"Kau dimana?" Tanya Leon. Namun sebuah jawaban khawatir terdengar.


"Kak gawat. Apakah gadis pendek, kecil, kurus kering, dengan wajah baby face adalah kekasih mu?" Tanya Leo pada kakaknya.


"Kenapa?" Tanya Leon lagi.


"Dia lahir di tahun yang sama dengan kita." Ucap Leon jengah. Sepertinya Serra baru saja bertemu dengan Leo.


Leon jadi ingin tau reaksi Serra saat tau kalau ternyata dirinya punya kembaran.


"Benarkah?" Leo kaget, gadis tadi kecil sekali. Leo fikir masih bocah ingusan.

__ADS_1


Kemudian terdengar suara Fanny yang menegur Leo.


"Kau ini malah menyudutkan kakak ipar, cepat kasih tau kakak ipar! kalau tadi kekasih nya marah." Tegur Fani.


"Aku lupa! Kak, tadi bocah mu kesini. Dia salah faham. Dia ngira aku kakak yang sedang selingkuh. Cincin kakak ada pada ku. Dianya pergi entah kemana, kak." Lapor Leo.


Leon langsung mematikan panggilan nya mendengar itu.


Leon meretas keberadaan Serra melalui CCTV jalan dekat keberadaan Leo melalui komputer yang lain.


Setelah lama mengikuti jejak taksi yang membawa Serra, Leon lega saat Serra kekampus.


"Dad, aku pergi dulu." Leon pamit.


"Tapi ini belum selesai, boy." Rafa heran, ada apa dengan semua putranya.


Yang satu masih sibuk dengan istrinya, yang satu juga terlihat cemas.


"Daddy pulang saja, ada yang lebih mendesak dari ini. Minta mommy masak yang banyak, aku mau bawa pulang kekasih ku." Ucap Leon.

__ADS_1


"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Daddy akan segera pulang." Ucap Rafa antusias.


To be continued


__ADS_2