
Serra berkaca-kaca mendengar penuturan Leona yang begitu tulus dan benar.
Dengan cepat Serra mengangguk menyetujui.
"Ya.. Aku akan melakukan apa yang sudah kamu bilang." Ucap Serra yang kini sudah menangis tersedu.
Bertemu dengan Leona membuat Serra mendapatkan banyak hal yang bermanfaat.
Leona yang tau kalau Serra menangis karna baper pun bergegas memeluknya berharap bisa menenangkan hati temannya itu.
"Kamu memilih jalan hidup yang benar. Aku mendukung niat mu untuk lebih maju lagi. Katakan saja padaku kalau kamu butuh bantuan." ucap Leona tulus sambil mengelus rambut Serra yang sudah agak berantakan diterpa angin.
Serra dengan senang hati membalas pelukan hangat dari seorang sahabat.
"Terima kasih, Leona." Ucap Serra yang masih sesegukan.
"Ya. Kita teman bukan? Kita harus saling membantu dan saling berbagi. Setiap masalah pasti ada solusinya. Oh ya, tadi pagi kau menantang Leon. Lalu gimana kamu belajar nya?" Tanya Leona penasaran.
Mendengar itu Serra mengencang kan tangisannya. Sekarang ia tambah pusing karena tidak ada yang mengarahkannya.
"Aku tidak tau." Kata Serra disela tangisannya.
__ADS_1
Serra tidak mungkin mengemis minta diajari lagi sama Leon, disaat dia sendiri yang memutuskan untuk menatang Leon.
"Baiklah, aku bisa membantu mu." Ucap Leona.
"Benarkah? Kau akan membantu ku?" Tanya Serra berbinar.
Serra tau temannya ini cukup pintar, dan Serra butuh kecerdasan nya, walau tidak sejenius Leon, tapi Leona bisa diandalkan dan orang nya juga nyaman diajak bicara.
Kali ini Serra benar-benar bersyukur. Memang benar kata pepatah, mulai saja dulu apa yang kamu inginkan.
Rintangan apapun itu yang akan menghalangi langkah mu, pasti akan ada solusinya.
Kalau berhenti ditengah jalan kan, sama saja. Perjuangan melelahkan yang kita jalani di awal akan menjadi sia-sia.
"Ya. Aku akan membantu mu." Ucap Leona.
"Makasih ya Leona. Aku tidak akan melupakan mu menjadi salah satu teman yang wajib ku doakan." Ucap Serra senang.
"Jangan membual saja. Tunjukkan padaku kalau kau bisa. Saat lulus nanti, jangan lagi menemui aku kalau kau belum sukses." ucap Leona.
"Memangnya kamu mau kemana nanti? Kita tidak satu kampus saja?" Pinta Serra.
__ADS_1
Pasti akan lebih seru lagi kalau mereka selalu bersama.
Leona terdiam karena sejujurnya ia tidak tau kapan musuhnya menemukannya dan bisa saja ia kembali dikurung di Italia.
"Hei, kenapa kau diam saja? Kau akan pergi lagi?" Tanya Serra.
"Aku tidak tau, jika saja aku benar-benar menghilang maka saat itu aku pergi. Jadi jangan merasa kehilangan." Ucap Leona tulus.
"Jangan gitu dong Leona. Aku tidak mau kehilangan kamu." rengek Serra bak anak kecil yang tidak di belikan permen.
Leona tidak menjawab, tapi mengalihkan pembicaraan.
"Mulai besok kau belajarnya sama aku. Ujian sudah sebentar lagi. Dan saat pelajaran tambahan disekolah kau harus tetap fokus. Jangan karna Leon kau kehilangan semangat belajar mu." Ucap Leona menuturi lagi.
"Siap Ibu Negara! Hamba siap mematuhi perintah anda." Ucap Serra tergelak.
Saat mereka sedang berbahagia, tak jauh dari tempat mereka berada, ada seorang gadis yang cemburu melihat kemesraan mereka.
"Serra, kamu adalah teman ku selama ini. Tapi mengapa kau dengan mudahnya melupakan kenangan kita." gumam wanita itu.
To be continued
__ADS_1