
"Aduuuuuuuuhhhhhh."
"Serra, maaf maafkan aku. Aku hanya terkejut mendengar ucapan mu. Kenapa juga kamu harus marah? Padahal aku cuma menggendong mu!" Leon bukanya menolong tapi malah memarahi Serra.
Mendengar itu Serra mengencang kan tangisannya.
"Huaa.. Dasar lelaki jahat! Kau sudah membuat ku jatuh. Tubuh ku kesakitan. Tapi sekarang malah ngomel ngga jelas." ucap Serra masih menangis.
"Kamu jatuh karena salah mu sendiri." ucap Leon.
"Huaaaa......" Serra mengencangkan tangisannya saat sadar, selain arogan, sombong, play boy, ternyata Leon juga adalah orang yang tidak peka.
Orang jatuh ngga segera di tolongin tapi malah di omelin.
"Kau harus tanggung jawab! Tubuh ku sudah kesakitan semua, jadi kamu harus layani aku sampai sembuh! Kamu harus menjadi budak ku!" Ucap Serra.
Serra mau balas dendam, Serra akan membuat Leon kerepotan meladeni sifat cerobohnya.
__ADS_1
Namun Leon malah senang mendengar itu, dengan begitu ia akan sering bertemu Serra dan akan mempermudah jalannya untuk merebut kembali hati yang pernah untuk nya.
"Oke, aku akan menjadi pelayan mu sampai kau sembuh." Ucap Leon kemudian mengalungkan tangan Serra kelehernya dan menggendong lagi Serra.
Sesekali Serra mengumpat marah karena Leon masih sempat mencuri ciuman tatkala wajah mereka berdekatan.
"Bagaimana bisa aku melupakan mu, kalau kau selalu seperti ini? Apa memang semua lelku seperti Leon?" gumam Serra.
Namun Serra tidak mau memikirkan hal lain. Ia ingin egois sebentar dan menyandarkan kepalanya di dada Leon.
"Leon, aku harap kamu tidak play boy lagi. Aku membuat mu tidak bisa berpaling dari ku." Pikir Serra.
"Sepertinya kamu sudah tidak waras Serra, Leon hanya sedikit memanjakan mu saja kau sudah terlena. Payah kamu jadi perempuan!" Gerutu Serra memarahi diri sendiri tapi masih menikmati kecupan kecil dari Leon.
......……………......
Serra sangat kesal saat Leon terus saja mengikuti nya, Leon memang pindah kekampus itu, tapi Leon mengambil jurusan bisnis.
__ADS_1
Tapi seharian ini Leon mengikuti langkah kemana Serra pergi, bahkan dosen yang mengajar di kelas Farmasi, kelas dimana jurusan Serra, dosen itu tidak berani menegur kelakuan aneh Leon.
"Kau, bisa tidak jangan mengikuti ku lagi!" Teriak Serra saat sudah sangat jengah dengan kelakuan Leon.
"Aku suka melakukannya, jadi terima saja. Bukankah aku harus menjadi budak mu sampai b*kong mu sembuh." Ucap Leon sambil meremas sedikit b*kong Serra.
Serra sangat marah ketika sadar kelakuan biadap Leon.
"Kau ini mesum sekali! Itu ku sudah sembuh dan aku tarik lagi kata-kata ku tadi, kau tidak perlu menjadi budak ku! Kau bebas! Pergi sana jangan ganggu aku lagi!" Serra berteriak marah.
Orang ini mesum sekali. Bahkan di tempat umum pun Leon tidak malu.
"Kau tidak boleh plin plan kayak gitu. Aku sudah menjadi budak mu. Dan aku rela di jadikan apa saja." Ucap Leon pasrah. Serra sangat jengkel mendengarnya.
"Tapi tidak harus mengikuti kemana pun aku pergi. Itu sangat mengganggu ku!" Teriak Serra.
"Sayang, seorang budak harus menjaga dan memastikan majikannya baik-baik saja. Aku harus terus bersama mu agar aku tidak khawatir." Ucap Leon jujur. Serra sudah berada dalam hati nya dan yang akan ia jadikan ratu dalam hidup nya.
__ADS_1
To be continued