Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Calon Menantu


__ADS_3

Tak lama kemudian, Leon dan Serra sudah sampai ke mansion Sarfaraz.


"Selamat datang, sayang." Zila menyambut sambil memeluk Serra.


"Selamat datang di keluarga Sarfaraz." Ucap Rafa dengan bingung, ia merasa pernah melihat gadis kecil ini.


Serra juga terkejut saat melihat wajah Rafa.


"Tuan."


"Gadis kecil."


Ucap keduanya.


"Loh, daddy mengenal nya?" Tanya Leon penasaran.


"Ya. Daddy pernah tertembak, dan gadis ini yang sudah menyelamatkan daddy. Ya, kan anak manis." Ucap Rafa dengan ekspresi lucu.


"Aku bukan bayi." gumam Serra dalam hati.


"Ya. Saya hanya menemukan Tuan di depan rumah ku." Ucap Serra pasrah.


"Ck, kau memanggilku Tuan lagi." Kata Rafa kesal.


"Panggil aku Daddy." Pinta Rafa.


Serra kikuk mendengar itu, "Em, tapi..." Ucap Serra terhenti saat Leon membisikkan sesuatu padanya.

__ADS_1


"Baby, kau akan menuruti permintaan daddy ku, bukan?" bisik Leon di telinga Serra.


Serra merasa sangat geli dengan bisikan itu, tubuhnya bergidik mendengar panggilan yang menurutnya sangat lah sexy itu.


🌷🌷🌷🌷


Suasana ruang makan itu terlihat hangat, tatkala Rafa juga Zila sedang mencoba dekat dengan calon menantunya.


Serra sangat gugup bahkan berdebar kuat tatkala ia hanya sendiri kesana.


"Aku menyesal hanya kemari sendiri. Andai aku mengajak kakak, pasti aku tidak akan segugup ini. Leon juga tidak bilang bilang kalau mau kesini! Tau gitu kan aku pakai baju yang layak tadi." Pikir Serra dalam hati.


Sekarang Serra hanya memakai kaos biasa dipadukan dengan jeans.


Kalau saja Serra tau akan bertemu dengan calon mertua, Serra akan memakai dress cantik dan berdandan agar terlihat cantik.


"Terima kasih, mom." Ucap Serra tulus dengan senyum mekar.


"Iya. Mommy buatin semua ini khusus untuk kamu. Ayo dihabiskan." Ucap Zila.


Serra menyuapkan sesendok kedalam mulutnya dengan perasaan terharu.


"Apakah memang seperti ini, rasa diperhatikan oleh seorang ibu?" Pikir Serra merindukan ibunya.


Serra memandang keluarga Leon yang penuh canda tawa.


"Aku merasa memiliki sebuah keluarga." pikir Serra kemudian menghabiskan makanan nya dengan lahap.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya sayang, apakah enak?" Tanya Zila.


"Enak banget, Mom. Sampai ketagihan aku." Ucap Serra menunjukkan senyum nya.


"Enak, karna aku memakannya bersama dengan kalian." pikir Serra.


🌷🌷🌷🌷


Sepanjang perjalanan pulang, Leon merasa aneh dengan perubahan sikap Serra yang murung.


"Serra, kau kenapa? Mengapa terlihat sedih begitu. Apa ada yang membuat mu tidak nyaman? Atau ada yang mengganjal di hati mu saat bertemu dengan kedua orang tuanya ku?" Tanya Leon hati-hati.


Serra hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Leon menepikan mobilnya dan meraih tubuh Serra agar menghadap kearahnya.


"Ayo, tatap mataku." pinta Leon sambil mengangkat dagu Serra.


Serra menatap lekat manik mata yang indah dengan segala kesempurnaan dan ketampanan yang melekat di wajah Leon.


"Kenapa kau sedih? Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" Tanya Leon sambil membelai pipi Serra yang masih gembul.


Serra menangis mendengar itu.


"Hey, kenapa kau malah nangis?" Ucap Leon dibuat tambah bingung. Ada apa lagi dengan Serra.


Leon membawa Serra dalam pelukannya saat tangisan gadis itu tak kunjung reda.


"*Nyaman sekali. Ya Tuhan, terima kasih telah mengirimkan seseorang yang begitu tulus mencintai ku yang penuh kekurangan ini." pikir Serra.

__ADS_1


To be continued*


__ADS_2