Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Dia sudah melupakan ku


__ADS_3

Pagi harinya, Nacita menunggu kedatangan Serra.


"Serra." Teriak Nacita dari kejauhan setelah melihat dengan jelas kalau ia sudah menemukan target nya.


Serra yang masih fokus dengan hafalannya langsung menyahut dan memekik senang.


"Nacita!"


Serra kemudian berlari mendekati Nacita dan memeluknya erat seakan sudah berpisah lama sekali.


"Aku merindukan mu, Nacita." Ucap Serra.


Serra bahkan lupa kapan terakhir kali ia bermain dengan teman baiknya ini.


"Aku juga. Kangen banget sama kamu." Serra membalas pelukan Nacita tidak kalah erat.


"Ayo masuk." Serra mengajak teman lamanya itu masuk bareng.


"Ayo."


Mereka kemudian melangkah kedalam kelas bersama dan bercanda sepanjang perjalanan.


Saat jam istirahat.


"Serra, ke kantin yuk." Ajak Nacita pada Serra, berharap Serra mau melakukan aktivitas seru lagi seperti dulu.

__ADS_1


"Aku bawa cemilan." Ucap Serra sambil mengeluarkan makanan yang sudah ia bawa dari rumah.


"Tapi aku maunya kekantin. Ayo, aku kangen makan bakso berdua sama kamu." Ajak Nacita.


Nacita ingin egois sekali saja. Karna sangat merindukan momen seru dulu.


"Tapi aku harus belajar. Nanti kalau kamu sudah selesai, kita belajar bareng disini." Serra mencoba mengajak Nacita untuk melakukan kegiatan yang positif dari pada bermain.


"Serra, cuma makan sebentar masak kamu ngga mau!" Nacita mencoba untuk bersabar. Nacita merasa sudah sangat kehilangan sosok teman yang pengertian.


"Aku hanya tidak punya banyak waktu untuk bermain." Ucap Serra jujur.


"Tidak punya waktu gimana? Kamu kemarin jalan bareng Leona. Mentang - mentang udah punya teman baru, aku yang lama dilupakan. Kirain aku barang rongsokan apa! Kalau sudah sepah dibuang!" Jerit Nacita dalam hati.


"Ya sudah!" Ucap Nacita kesal. Nacita kemudian pergi kekantin sendiri dengan perasaan kesal.


"Cobalah pahami keinginan Serra. Aku yakin Serra pasti punya alasan tersendiri mengapa ia melakukan itu." Ara memberi pengertian saat mereka sudah sampai di kantin dan menunggu pesanan datang.


"Tapi dia sudah melupakan ku!" Nacita tidak terima disalahkan.


Serra yang sudah mengabaikannya tapi malah dia yang dimarahi sama Ara.


"Dia tidak melupakan mu, dia hanya menggunakan waktu nya yang tinggal sedikit untuk belajar."


"Kau jangan membelanya!" pekik Nacita sambil menggebrak meja kantin sampai para murid menatap kaget kearah mereka.

__ADS_1


"Shutt.." Ara menaruh tangannya di mulut agar Nacita faham dan mau diam.


"Pelan pelan." Ucap Ara berbisik.


"Kau membuat ku emosi! Aku tidak suka disalahkan. Aku hanya korban disini." Bentak Nacita masih marah.


"Iya kamu benar. Iya Serra yang salah. Sudah. Ayo makan, baksonya udah datang." Ucap Ara sambil menusuk sepotong bakso.


"Ayo buka mulut mu." Ara menyuapi Nacita.


Nacita pun menerima suapan bakso itu dan mengunyahnya dengan perasaan kesal.


Ara hanya bisa menggelengkan kepalanya, cewek kalau cemburu atau marah memang mengerikan.


-


Sedangkan di dalam kelas, Leona sengaja menemui Serra karna mau bertanya bagaimana dengan belajar nya.


"Bagaimana, kau bisa mengerjakannya?" Tanya Leona saat sudah sampai di kelas.


"Ini soal matematika. Aku kalau tidak dijelaskan dulu, aku tidak akan faham." Ucap Serra jujur.


Saat belajar soal matematika, Leon akan mengorbankan banyak waktu untuk memberi Serra penjelasan.


"Nanti sepulang sekolah aku akan kerumah mu." Ucap Leona yang dijawab senyum manis dari Serra.

__ADS_1


Nacita yang baru kembali dari kantin bersama Ara sangat kesal melihat kedekatan mereka.


To be continued


__ADS_2