
"Leon!"
Leon yang saat itu sedang meretas dengan komputer nya pun tercengang kaget.
Ia belum siap kalau Pamannya ini tau ia sedang menyelidikinya.
"Paman!" Dengan reflek Leon menutup laptopnya dan menghampiri pamannya dengan gugup.
"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" Tanya Kenzo marah.
"Paman.. Aku.."
"Okta! Kau menyembunyikan seorang wanita!" pekik Kenzo tidak percaya.
Leon sangat kaget mendengar itu. Bagaimana nasib ibu angkatnya sekarang?
"Paman, jangan sakiti ibu ku." Leon mengiba.
Kenzo tersenyum smirk saat anak buah yang sudah ia siapkan memborgol tangan Leon.
"Cuih. Berani melawan ku maka kau harus mendapatkan hukuman." Kenzo meludah ke sembarang arah dan menyuruh anak buahnya membawa Leon ke mobil.
"Paman, jangan sakiti ibu ku." Leon masih berusaha memberontak.
-
Leona pulang ke rumah dengan kesal. Di sepanjang perjalanan Leona menggerutu.
"Bagaimana bisa aku terjebak dengan gadis bodoh itu. Semua ini gara-gara rasa ingin balas dendam ku dengan Leon." Leona merasa frustasi.
Niatnya membantu Serra agar bisa mengganggu Leon dan membuatnya kesal malah berujung kepada kekesalan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanya Leona pada dirinya sendiri saat beberapa mobil menyalip mobil mewahnya.
Leona kemudian mengikuti para mobil itu.
"Perasaan ku sangat tidak enak. Semoga saja tidak terjadi apa-apa." gumam Leona dalam hati.
Setelah mengikuti, Leona di buat tambah kaget saat melihat Leon dibawa paksa kesebuah pabrik terbengkalai yang berada di tengah hutan.
"Seharusnya aku senang bukan, kalau Leon di siksa. Tapi mengapa hati kecil ku memberontak dan ingin menyelamatkan nya." batin Leona berkecamuk.
-
"Lepaskan!" Leon memberontak.
"Diam kau!" Kenzo marah karena suara Leon begitu berisik.
"Hajar dia sepuas kalian." Kenzo memerintahkan anak buahnya.
Leon kemudian di pukuli, di tendang, dan di injak oleh para anak buah yang sudah di perintahkan oleh Kenzo.
"Paman, aku tidak akan memaafkan mu." Leon bersumpah saat dia sudah tidak berdaya karena ia juga tidak bisa melawan orang terlatih yang mengeroyoknya.
"Dalam mimpi mu. Karna kau akan mati malam ini juga." Kenzo tertawa setelah berkata.
Saat Leon sudah di ambang kematian, karna lehernya di cekik pakai kaki.
Tepat itu juga, datang beberapa orang yang memakai pakaian sama.
Mereka datang kesana tanpa suara dan tidak ada ekspresi di wajah mereka.
Anak buah Kenzo menjadi waspada.
__ADS_1
"Siapa kalian?" Tanya Kenzo kesal, semua berjalan melenceng dari rencana awal.
Para orang berwajah datar itu tidak menjawab dan hanya berdiam diri.
"Tembak!" Teriak Kenzo memerintah.
Walau bagaimana pun anak buah Kenzo lebih banyak.
"Dor... Dor... Dor..."
Suara tembakan yang di lepaskan para anak buah Kenzo.
Namun mereka tercengang saat para orang asing itu hanya diam. Tidak melawan dan tidak terluka sama sekali.
Kenzo dan Leon yang masih setengah sadar juga kaget.
"Siapa mereka? Mereka bukan manusia? Kenapa mereka tidak terluka sama sekali?" pikir Leon.
Tak lama kemudian muncul cahaya putih di tengah orang yang sedang berbaris itu.
Cahaya itu adalah lampu dari motor kedap suara.
Motor itu pun melaju sampai di tengah para orang yang sudah berseteru.
Turunlah seorang gadis cantik bak model dari atas motor.
Gadis itu membuka helm nya perlahan.
Saat wajah gadis itu terlihat, Leon sangat kaget melihatnya.
Gadis itu mengedipkan sebelah matanya, seperti menggoda mereka semua.
__ADS_1
To be continued