
"Ck, biasa saja Ra, remaja itu bebas mengekspresikan apa saja yang ada dalam benak mereka. Masa remaja harus kita gunakan sebaik mungkin sebelum kita terjun dimasyarakat. Karna jika nanti kita sudah tau berapa sulitnya kehidupan di masyarakat, kita akan merindukan masa indah dimasa SMA. Kalau kamu ngga percaya, tanya saja para ibu-ibu sekarang yang udah punya suami dan anak. Pasti mereka akan menyesal kalau masa remaja mereka hanya mereka gunakan untuk bermain-main." Ucap Leona menuturi Serra agar tidak hanya berjuang tapi juga harus menikmati.
"Jangan muter-muter kamu bilangnya, ngomong saja langsung apa maksud mu. Aku ngga faham soalnya." Serra nyengir kuda, merasa sedikit malu karena ketahuan otaknya tidak menampung kata yang begitu banyak.
"Gini loh, masa remaja memang waktu yang tepat untuk kita berjuang. Disaat mereka bermain game, kita belajar untuk mimpi kita. Disaat mereka nonton bioskop, kita mencari dari berbagai sumber tentang mimpi yang akan kita gapai. Di saat mereka berleha-leha, kita bekerja keras untuk meraih mimpi kita." Leona menjelaskan panjang lebar.
Leona menjeda sejenak agar Serra mencerna apa yang sudah ia katakan.
"Kau faham?" Tanya Leona. Ia takut si otak dengkul ini masih tidak faham.
"Iya. Mulai lah sesuatu dari awal, disaat para pesaing mu hanya bersantai tanpa mempersiapkan rencana mereka di masa depan." Ucap Serra sedikit berfikir.
__ADS_1
"Mantap! Itu benar. Sepintar apapun orang, kalau udah merasa cukup dengan ilmunya dan tidak mau belajar lagi. Mereka adalah orang yang merugi. Sedangkan mereka akan dikalahkan oleh orang bodoh yang selalu mengasah kemampuannya walaupun otak nya dangkal seperti milik mu." Canda Leona sambil mengacak gemas rambut Serra.
"Ck, aku kesal ini loh. Beraninya kau berkata seperti itu." Serra menghentakkan kakinya kesal.
Tidak bisa kah Leona sedikit berbohong agar Serra senang walau itu cuma membual.
"Aku mengatakan yang sebenarnya. Jadi aku tidak bersalah." ucap Leona tanpa rasa bersalah dan langsung melangkah kedepan sambil melipat kan tangannya di depan dada.
Serra yang masih agak kesal pun meninju udara dimana tadi wajah Leona berada disana.
Dan entah mengapa Serra menurut dan menyusul Leona.
__ADS_1
Serra merangkul pundak Leona dan mereka bercanda bersama. Mereka terlihat seperti sahabat yang sudah lama kenal. Padahal mereka baru saja bertemu.
"Serra." Panggil Leona saat mereka sudah sampai didepan pintu rumah sederhana Serra.
"Hm.. Apa? Ayo masuk kedalam." Serra mengajak sahabat barunya itu bercengkrama kedalam rumah.
"Maaf. Mungkin lain kali karena aku harus segera pulang. Aku hanya mau bilang sama kamu." Leona menjeda sejenak...
"Kamu jangan menghabiskan tenaga mu untuk selalu belajar. Kau akan loyo saat Ujian Nasional nanti. Coba kau atur waktu belajar mu agar produktif." Leona memberi saran untuk teman barunya.
"Ya, akan aku fikir kan saran dari mu." Ucap Serra senang karena ia punya pendukung.
__ADS_1
"Subuh adalah waktu paling efektif untuk belajar, juga sekitar jam 6 malam sampai kamu ngantuk. Saat kamu sudah lelah, coba letakkan dulu buku belajar mu dan rileks kan dulu otak mu biar fresh kembali. Kamu bisa olahraga atau bisa mendengar kan musik, atau aktivitas lainnya yang membuat mu senang. Saat mood kamu udah balik lagi, baru kamu lanjutkan belajar." Leona menuturi sahabat nya itu agar berhasil.
To be continued