Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Pertemuan


__ADS_3

Sesuai rencana, Leon akan mendatangi tempat dimana orang yang sudah mengusiknya berada.


"Kau sudah menyiapkan apa yang sudah aku perintahkan?" Tanya Leon pada Troy saat dirinya memilih senjata yang akan ia gunakan.


Leon memilih pistol yang ringan namun memiliki kualitas yang tiada tandingannya.


"Ya Bos. Semua sudah siap, tinggal menunggu perintah dari anda." Jawab Troy.


Mereka kemudian menuju lokasi, dimana anak buah Leon menunggu mereka.


🌷🌷🌷🌷


"Dad, aku mau ke markas. Ada yang menyerang markas dan mengepung nya." Leo memberi laporan.


Leo memakai pakaian serba hitam dan tak lupa, pistol kesayangan dia juga ia bawa.


Leo adalah penembak jitu, dan pistol adalah benda berharga untuk menghabisi musuh dengan cepat tanpa basa-basi.


"Ck, bagaimana bisa musuh menemukan markas kita? Padahal tempat yang kita pilih sangatlah aman." Ucap Rafa agak bingung.


"Sudah lah dad. Jangan banyak bicara." Geram Leo yang kemudian langsung pergi.


"Mau kemana dad?" Tanya Leo saat Rafa mengikutinya.


"Hey, Markas itu masih milik daddy. Daddy belum mewariskannya pada mu. Jadi daddy harus ikut." Ucap Rafa percaya diri.


Leo mendengus mendengar nya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


"Pergi lah kalian dari sini. Atau kau akan menyesalinya." Teriak Lucas yang sudah berada di Markas.


"Ck, kemana Tuan kalian? Suruh keluar Tuan kalian sebelum ku hancur kan markas nya menjadi debu." Troy berteriak sangat lantang.


Sudah dari kecil, Troy dilatih oleh Leon. Bahkan kemarahan Troy adalah ancaman bagi mereka.


"Punya urusan apa kau sama kami? Siapa yang menyuruh mu?" Tanya Lucas.


Lucas sudah lama ikut Rafa dan tidak takut sama bocah yang masih ingusan ini. Karna memang Troy usianya tidak beda jauh sama Leon.


Walau hampir 25 tahun, tapi postur Troy yang pendek dan wajah yang terlihat lebih muda.


Membuat Troy masih terlihat seperti anak SMA.


"Kenapa kau ingin sekali bertemu dengan Tuan ku?"


"Karna dia telah mengusik ketenangan Tuan ku!" Teriak Troy lantang.


Di sela mereka, Leon keluar dari mobil yang tak jauh dari keduanya.


"Kalian berisik sekali. Kau harus menyimpan tenaga mu untuk pertempuran nanti." Ucap Leon saat sudah berada di depan mereka berdua.


"Tuan Muda."


"Bos."

__ADS_1


Ucap Lucas dan Troy secara bersamaan.


Mereka kemudian saling pandang.


"Kau. Kenapa kau menghormati bos ku?" Troy bertanya keheranan.


"Tuan Muda adalah Tuan ku. Kenapa kau juga menghormati nya?" Lucas tambah pusing.


"Jangan membual! Siapa yang kau sebut Tuan mu? Sejak kapan Bos ku punya anak buah yang sudah tua bangka seperti kalian semua." Ucap Troy ceplos.


"Jaga ucapan mu, bocah ingusan." Lucas geram tidak terima di tuduh tua bangka padahal wajahnya masih terlihat muda.


"Aku bukan bocah ingusan lagi. Aku bahkan bisa menikahi bocah perawan mu. Aku sudah dewasa, jadi jangan remehkan aku." Troy tidak terima juga di katain bocah ingusan.


"Kau! Beraninya kau berkata kurang ajar pada orang tua." Ucap Lucas kini tambah kesal karna nama anaknya di bawa.


"Tuh kan, sekarang baru ngaku kalau memang sudah tua." Ucap Troy penuh kemenangan.


"Kelian kenapa jadi berdebat." Ucap Leon menengahi.


🌷🌷🌷🌷


"Leon!" Teriak dua orang pria berbeda generasi yang ternyata sangat lah mirip dengan Leon.


To be continued


-

__ADS_1


Dua bab lagi nanti habis tarawehπŸ™


__ADS_2