Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Leon Merindukan Serra?


__ADS_3

"Cit, kenalin ini Leona, teman baru aku." Serra memperkenalkan Leona pada teman baiknya.


"Leona." Leona mengulurkan tangannya.


"Nacita." Nacita membalas uluran tangan itu dengan malas.


Nacita menelisik penampilan Leona yang terlihat cantik dari atas sampai bawah. Yang paling membuat Nacita tambah iri adalah body nya yang di idamkan oleh para kaum adam.


"Kau sudah selesai makan?" Tanya Serra basa basi.


Nacita hanya mengangguk dan berlalu untuk duduk di bangku nya.


"Kau harus kembali ke kelas mu. Atau kau akan di cap jelek kalau sampai telat masuk kelas." Ucap Nacita dari bangkunya.


Katanya terdengar mengusir.


"Ya. Kau harus kembali sebelum bel berbunyi." ucap Serra yang terdengar seperti perhatian. Dan itu berhasil membuat hari Nacita bergemuruh, ia cemburu.


"Pergilah! Kenapa kau masih disini?" Nacita kembali menunjukkan taringnya.


Kata sarkasnya kembali keluar.


Leona menatap tajam kearah Nacita saat menyadari kalau Nacita tidak menyukai kehadirannya.

__ADS_1


Nacita sebenarnya sedikit ngeri melihat pandangan itu. Tapi pura-pura tidak tau.


"Ya sudah aku keluar ya, bocah menggemaskan." Leona sengaja mengatakan itu sambil mencubit kecil pipi Serra agar Nacita tambah marah.


Dan benar saja, Nacita menunjukkan wajah permusuhan ketika Leona habis melakukannya.


Leona pun keluar dari kelas itu dengan angkuh.


-


Leona langsung mendapatkan tatapan tajam dari Leon saat masuk kelas.


"Bagaimana bisa dia menatap ku seperti itu? Mengerikan sekali!" pikir Leona tapi ia pura-pura tidak tau.


Selama pelajaran berlangsung, Leon hanya melamun. Tanpa Leon sadari, ia melamunkan segala sesuatu tentang Serra.


Sosok yang selama ini mengganggunya. Tapi seharian ini hari Leon terasa sangat sepi karena tidak ada Serra.


Tidak ada lagi yang membuatnya kesal, tidak ada lagi yang membuat hati jatuh bangun.


Dan Leon sangat rindu dimana ia di jungkir balik oleh sosok Serra.


Bahkan merindukan bibir menggoda yang telah ia cicipi beberapa kali. Manisnya bibir ranum yang menggoda imannya.

__ADS_1


Leon menggeleng menyadari lamunan mesumnya.


"Leon."


Leon tersentak kaget saat ada seorang guru yang memanggilnya dengan keras.


Seluruh siswa menatap aneh kearah Leon. Dan saat itu pula Leo baru menyadari kalau ia ditegur karna melamun dikelas.


"Ini baru pertama kalinya Loh, Leon melamun di kelas." Teman sebangku Leona berbisik pelan.


"Benarkah?" tanya Leona tidak percaya.


"Selama ini Leon selalu perfect dalam berbagai hal. Bahkan ia tidak pernah salah ataupun keliru, baik saat mengerjakan soal atau pun bersikap." Ucap teman sebangku Leona lagi masih berbisik.


"Berarti dia sosok yang menjunjung tinggi kesempurnaan?" Tanya Leona penasaran, ia harus mendapatkan banyak informasi tentang Leon agar bisa membalas kelakuan Leon yang seenaknya mengganggunya.


Padahal mereka tidak saling kenal. "Buat apa dia memperdulikan ku?"Pikir Leona saat itu.


"Iya. Dia selalu terlihat sempurna dilihat dari mana saja." Jawab teman sebangku Leona.


Leona tersenyum puas mendengar itu. Sepertinya ia punya rencana emas agar bisa membalas Leon.


"Kalau Serra berhasil bersanding dengan Leon, otomatis Leon akan kualahan menanggapi sikap ceroboh Serra. Aku harus bisa membantu Serra untuk menahlukkan cowok super dingin yang arogan itu. Dengan begitu Leon akan lebih sering merasa malu. Ha ha ha.. Tunggu saja pembalasan ku." Pikir Leona penuh dengan rencana licik dalam otak nya.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2