Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Mengubah Takdir tidak semudah itu!


__ADS_3

Ketika ada seorang petani yang hanya berdo'a tanpa menanam padi, tanpa merawatnya.


Petani itu tidak akan mendapatkan apa-apa.


Tapi seorang petani yang menanam padi dan merawatnya. Baru petani itu berdo'a agar diberi panen yang melimpah.


Petani itu adalah orang yang beruntung.


Berdo'a saja tanpa berusaha itu, sia-sia.


_Pernah dengar_


.


.


🌷🌷🌷🌷


Setelah tragedi yang membuat Leon harus kehilangan kedua orang tuanya, Leon saat itu berniat untuk memberi makan para hewan peliharaan nya yang tersembunyi di salah satu hutan yang sudah ia beli.


Namun di perjalanan, Leon bertemu dengan Troy.


Troy yang sangat mengenal wajah Leon pun menyapa.


"Leon!"


"Siapa kau?" Tanya Leon yang saat itu ingatan nya baru hilang beberapa bulan.


"Aku Troy. Kenapa kau bisa melupakan ku? Hey, apa otak mu sedang geser?" Tanya Troy tidak percaya di lupakan bosnya.


"Kita saling mengenal?" Leon bertanya tidak percaya.


"Ya. Kau adalah bos ku. Kau yang sudah merubah hidup ku dan teman teman ku menjadi lebih baik." Jawab Troy yang ternyata salah satu anak buah Leon.


"Jelaskan apa saja yang kau tau tentang ku." Leon penasaran apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


"Kau adalah pahlawan kami....(Troy menceritakan awal mereka bertemu)" Ucap Troy menggebu bercerita.


"Jadi kau bawahan ku." Tanya Leon senang. Ternyata ia adalah orang yang baik.


Troy sedikit kesal saat disebut 'Bawahan'. Leon tidak pernah mengatakan seperti itu sebelumnya, bahkan Leon membolehkan semua anak buahnya untuk memanggil hanya nama.


"Mulai sekarang panggil aku Boss." Ucap Leon dengan sombongnya.


"Apa?" Kini Troy dibuat semakin kaget.


"Tapi aku sudah biasa memanggil mu Leon."


"Panggil Bos atau aku akan melemparkan mu ke kandang harimau." Leon mengancam.


"I.. Iya." Troy takut. Pasalnya ia tau betul watak Leon yang tidak pernah main main.


Ternyata peliharaan yang mau dikasih makan sama Leon adalah dua Harimau jantan dan betina milik Leon.


Ya, sejak tinggal bersama Kenzo, Leon membeli dua harimau untuk menemani harinya yang sepi dan datar.


Kemudian Troy menceritakan juga kalau 9 orang lainya yang telah diselamatkan Leon terbunuh oleh gengster 'Red Blood.'


"Siapa ketuanya?" Tanya Leon merasa geram karena ternyata anak buahnya dibunuh.


"Thomas. Mereka menyerang kediaman kita dan mulai melancarkan aksi mereka. Kita kalah karena kita tidak memegang senjata, aku berhasil menyelamatkan diri karena aku bersembunyi di kobokan belakang rumah. Maaf kan aku Leon." Jawab Troy menyesal karena tidak becus menjaga para temannya.


Troy sangat takut saat Leon menatap tajam kearahnya.


"Tarpani Boy." Leon memanggil nama lengkap Troy pertanda kalau dia marah.


"Iya bos."


"Aku tidak menerima kata maaf. Kita balas mereka. Cari tau lebih banyak tentang mereka." Leon memerintah sambil menggeram kesal.


"Baik Bos."

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


"Ini adalah soal yang harus kau kerjakan." Ucap Leona sambil menyondorkan sebuah kertas berisi soal.


"Ini adalah soal yang biasanya lebih banyak muncul di saat ujian nasional. Aku melihat beberapa soal tahun lalu yang sudah aku cari susah payah di gudang sekolah. Jadi jangan kecewakan aku!" Ucap Leona galak.


"Ya." Jawab Serra.


Selama ini ia sudah berusaha sangat keras jadi ia yakin ia pasti bisa menjawab semua soal itu.


-


"Serra, kau hanya bisa menjawab 20 soal?" tanya Leona dengan kesal saat mengecek jawaban Serra.


"Apa kah jawaban ku benar?" Tanya Serra berharap.


"Walau pun benar tapi seharusnya kau bisa mengerjakan semuanya!" Bentak Leona emosi.


Menjelaskan materi rumit untuk Serra sudah menguras segala emosinya dan sekarang ia harus di buat geram lagi, ternyata Serra ada yang tidak faham.


"Susah kok Leona." Serra membela diri.


"Susah bagaimana?" Leona sudah tidak bisa mengontrol emosi nya lagi.


"Soal nya sulit difahami." Serra memonyong kan bibirnya.


"Ya ampun! Soal itu hanya di putar-putar. Sebenarnya matematika gampang kalau kamu memahaminya. Kan kamu sudah hafal semua rumusnya, dan caranya juga udah aku jelasin."


"Iya. Tapi aku tidak faham. Soalnya saja tidak faham, apalagi jawabannya."


Leona hampir saja menabrakkan kepalanya ke dinding mendengar jawaban Serra.


Sedangkan Serra cuma nyengir merasa tidak bersalah.


"Ternyata Mengubah Takdir tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi takdir orang bodoh yang ingin menjadi pintar." pikir Serra merasa down.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2