
"Kapan aku pernah bilang seperti itu?" Tanya Leon heran.
"Jangan Sok lupa! Kamu berkata ingin menjadi Sleeping Investor karena malas bekerja!" Ucap Rafa menggebu.
"Aku memang lupa." Ucap Leon jujur.
"Sudahlah, ini meja makan. Ayo habiskan sarapan kalian sebelum dingin. Ayo Leon. Makan yang banyak. Leo, ayo duduk sini mommy ambil kan nasi." Sang ibu beraksi.
Semuanya pun nurut dan melakukan apa yang di perintahkan sang ratu.
Zila sangat senang karena akhirnya semua sudah kembali. Tinggal Leona yang belum tau arah jalan pulang.
🌷🌷🌷🌷
"Boy, kau akan ke jepang?" Tanya Rafa.
"Ya dad." Ucap Leon mantap.
"Kak, boleh aku ikut dengan mu? Aku juga ingin bertemu dengan Leona." Leo mengiba.
"Tidak perlu." Leon ingin kesana sendiri karna masih ada yang mau ia bicarakan dengan Leona.
"Ayolah kak, aku ingin mengerjai Leona. Please..." Leo meminta dengan menunjukkan wajah paling imut agar Leon luluh.
Akhirnya setelah memakai berbagai tipu daya, Leon pun menyetujuinya.
__ADS_1
"Yes! Kakak memang yang terbaik! Aku do'a kan kakak cepat nikah ya, aku udah nikah duluan soalnya." Ucap Leo dengan wajah tengilnya.
Memang Leo sudah menikah dan aku akan ceritakan di season 2 nanti. Sekarang fokus kisah Leon dulu.
🌷🌷🌷🌷
Leon sekarang sedang ada di kampus milik Serra.
"Serra." Leon memanggil saat sudah melihat targetnya.
Serra hanya berjalan mengabaikannya. Dia masih marah sama Leo yang Serra kira Leon.
"Hey, mengapa kau dingin sekali pada ku? Apa yang terjadi?" Tanya Leon heran.
Ada apa dengan orang yang sudah mengejar cinta nya ini?
"Hey, kenapa kau jadi marah pada ku? Kau tidak merindukan ku? Kemana Serra yang polos dan menggemaskan yang dulu aku kenal?" Ucap Leon yang mampu membuat Serra merona.
Namun Serra menyembunyikan wajahnya dan segera menetralkan kembali ekspresi nya.
"Aku... Aku berhenti mencintai mu. Jadi jangan muncul lagi di hadapan ku. Cinta ku, cinta ku telah pergi saat dirimu pergi. Kau fikir aku akan selalu terbelenggu rasa yang tidak pasti?" Ucap Serra dengan penuh keberanian.
Serra berbohong, Serra mengatakan nya karna takut terluka. Dia fikir, Leon adalah lelaki buaya yang suka berganti wanita.
"Pergi kau!" Serra mengusir dan berniat akan pergi dari sana. Namun Leon mencegahnya dan membawa Serra dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Lepaskan aku! Lepaskan!" Serra meronta dalam dekapan Leon.
Bahkan Serra menangis, hatinya terasa perih saat membayangkan Leon juga memeluk wanita kemarin.
"Kau ini kenapa menghindari ku? Dan kau bilang apa? Aku lelaki buaya? Kau ini sangat tidak mengenal ku ternyata. Kenapa kau menuduh yang tidak-tidak, tentang ku?" Tanya Leon sambil mengacak gemas rambut Serra.
Leon sangat senang melakukannya, ternyata rasa rindunya sudah akut. Leon tidak akan melepaskan orang yang sudah mengisi hatinya ini.
"Lepaskan! Kau merusak rambut ku!" Serra merajuk.
"Cup." Leon mengecup bibir Serra yang di monyong kan.
"Hei!" Serra protes saat Leon melepaskan bibirnya.
"Aku merindukan bibir merona milik mu. Kau duluan yang mencium ku dan membuat ku candu. Jadi terima akibatnya." Ucap Leon yang kemudian kembali mel*mat bibir Serra yang selalu menggoda imannya.
Serra mendadak kaget dan menerima ciuman itu, bahkan Serra membalasnya
Mereka bermain tanpa tau tempat. Serra memukul pelan dada Leon saat nafasnya mulai tersengal.
"Manis sekali. Cup." Leon mengecup kembali bibir Serra sebagai penutup.
"Aku akan kembali." ucap Leon kemudian pergi meninggalkan Serra.
Serra mengerutuki kebodohannya yang selalu saja terbuai oleh pesona sang pria arogan.
__ADS_1
To be continued