Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Kembaran Leon


__ADS_3

Bagi yang belum membaca 'Hot Mother and Ceo' aku kasih tau biar ngga bingung.


Leon, Leo dan Leona adalah saudara.


.,.......................................................


Sudah 3 tahun, Leon menahan beratnya rindu. Rindu yang ternyata pada orang yang selama ini sudah menganggu kehidupannya.


"Leon, kau akan kembali ke Indonesia?" Tanya Leona.


"Ya. Tak apa bukan kalau aku kembali duluan kesana?" tanya Leon agak sungkan, karna Leona lah yang sudah merawat dia sampai sembuh.


"Ya, kembalilah. Karna sudah ada yang menunggu kepulangan mu disana." Ucap Leona sambil tertawa, ia masih ingat betul teman bodoh nya yang pasti akan kesulitan menjalani hidup tanpa Leon.


"Terima kasih Leona. Aku akan membalas kebaikan mu nanti." Ucap Leon tulus.


"Tidak perlu. Oh ya, Leon. Aku pernah bertemu dengan ibu mu, Okta." Ucap Leona.


"Kau pernah bertemu dengan nya sebelumnya?" Tanya Leon.


Okta menjadi tambah gila saat di sekap dan di siksa oleh Kenzo. Jika Leon terlambat sedikit saja menyelamatkan ibunya, maka habis sudah semuanya.


"Ya, tapi entah mengapa aku merasa ibu mu mirip dengan seseorang." Leona sedikit berfikir.


"Serra." Ucap Leon.


"Yaps, Serra. Mengapa aku baru menyadari nya, ya. Pantas saja. Eits, tapi tunggu. Kalau ibu mu mirip dengan Serra, lalu kau dan Serra adalah..." Leona terhenti, bagaimana nasib cinta mereka kalau ternyata mereka adalah saudara.


"Bu Okta hanya ibu angkat bu." Ucap Leon menjawab segala kebingungan Leona.


"Aku ingin mempertemukan mereka, tapi ibu angkat ku belum sembuh. Aku hanya takut kalau Serra menjadi tambah sedih." Ucap Leon.


Leona menepuk pundak Leon, berharap ia bisa memahaminya.


Mereka terdiam sejenak, Leona ingin bertanya sesuatu tapi yang tidak


🌷🌷🌷


Serra saat itu sedang bersantai di sebuah Cafe. Serra menyeruput jus yang sudah di pesannya.


"Manis, seperti rasa ku pada mu." Ucap Serra mengomentari rasa jus yang di minumnya.


🌷🌷🌷🌷


Leo adalah sosok yang sangat dingin semenjak kehilangan kembaran nya.


Saat itu Leo sedang menunggu orang yang sudah menmenjebaknya dalam ikatan sebuah pernikahan.

__ADS_1


Stevani Bilqis. Teman sekelasnya yang sudah ia bully habis-habisan di sekolah.


Mereka ketemuan di Cafe yang sama dengan Serra.


Serra Melihat Leo ketemu Stevani. Serra mengira Leo adalah Leon.


Dan itu sukses membuat Serra terbakar rasa cemburu.


"Aku kira aku sudah melupakan dia, karna memang aku sudah lama tidak memikirkan nya. Tapi, mengapa hati ku masih saja sakit melihat mereka." Gumam Serra.


Serra kemudian pergi dari tempat itu karena sudah tidak tahan dengan kemesraan mereka.


🌷🌷🌷🌷


Leon sekarang sudah menginjakan kaki di Bandara Soekarno-Hatta.


Dia kembali ke tanah air, untuk menjemput seseorang yang sudah membuat ia selalu kepikiran.


Pagi yang cerah, Serra melangkahkan kakinya kedalam kampus.


Kampus yang di pilih Serra untuk meraih mimpi memang bukan kampus yang terkenal dan keren seperti Universitas Indonesia.


Walau masih tergolong sederhana untuk ukuran kampus pada umumnya, tapi kampus Serra cukup lengkap.


Serra di kejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba meraih tangan nya dan memeluknya.


Serra membeku seketika. Pasalnya Serra masih ingat dengan rasa ini. Ini adalah Leon.


Serra hanya terdiam dan terisak. Ia sangat merindukan sosok yang sudah lama pergi.


Setelah melepas rasa rindu, Leon pun melepas pelukannya dan mengangkat wajah Serra agar melihat ke arah nya.


"Aku kembali untuk menepati janji mu." Ucap Leon.


"Janji?" Tanya Serra bingung. Seingatnya ia tidak punya janji apapun sama Leon.


"Ck, kau ini. Selain bodoh dan ceroboh, ternyata kau juga pelupa. Menyebabkan sekali." Ucap Leon tergelak.


Tangannya yang tadinya memegang dagu Serra, pun mencubit pipi Serra yang tambah berisi.


"Jangan merusak riasan ku." Ucap Serra galak saat ingat kemarin, Leo yang ia kira Leon sedang ketemuan sama cewek lain.


Hati Serra bergemuruh mengingat itu.


"Ha.. ha.. Sejak kapan kau perduli dengan penampilan? Biasanya juga tampil acakadur." Ucap Leon tergelak.


"Aku ini sudah besar, tentu saja aku harus tampil perfect setiap hari." Ucap Serra sarkas.

__ADS_1


Serra sudah menetapkan dalam hati nya kalau ia tidak akan lagi mau berdekatan dengan Leon.


Kemarin saja dia bermesraan dengan wanita lain, sekarang dia merayu Serra.


Sungguh, Serra baru tau kalau ternyata Leon adalah buaya darat.


Apa kepalanya baru saja kebentur hingga geser. Kenapa Serra merasa Leon sudah berubah.


Dulu Leon sangat dingin dan tidak tersentuh. Tapi Leon yang sekarang adalah Leon yang hangat dan penuh perhatian.


"Kau tidak sedang berusaha untuk selalu terlihat perfect biar cocok bersanding dengan ku, bukan?" Leon bertanya dengan percaya diri.


Serra hampir tersedak air liurnya sendiri mendengar itu. Apa yang di hadapannya ini adalah Leon yang sungguhan?


"Kau itu ternyata narsis sekali. Aku baru menyadari nya." Ucap Serra yang langsung pergi dari sana.


Leon bingung mendengar itu namun tidak memperdulikan, dan Leon melangkah kearah ruang dosen masih dengan gaya angkuhnya.


🌷🌷🌷🌷


Serra memakan makanannya dengan lahap sambil mengingat apa yang sudah Leon lakukan pagi ini.


"Sepertinya ia kerasukan setan genit saat di luar negeri." gumam Serra sambil mengunyah cepat.


Serra menghentikan aktivitas nya saat melihat Leo keluar dari hotel bersama dengan seorang wanita.


Serra semakin salah faham dan mengira kalau itu adalah Leon, mengingat wajah mereka sangat mirip.


🌷🌷🌷🌷


Serra kemudian mendatangi mereka dan langsung menyiram Leo dengan jus yang ada di tangan Serra.


Serra sengaja membawanya untuk memberi pelajaran pada orang yang dikira sudah merayunya, padahal bukan Leo.


"Kurang ajar sekali. Siapa kau! Beraninya kau melakukan hal ini padaku? Kau mau mati ya?" Leo marah. Tidak terima telah di permalukan oleh gadis ngga jelas ini.


"Tentu saja aku berani. Kau fikir kau bisa seenaknya saja, huh? Tadi pagi kau merayu dan meluk aku tanpa izin. Dan sekarang kau jalan dengan cewek lain. Dari hotel pula!" Teriak Serra marah.


Serra merasa dia bukanlah cewek murahan yang gampang di rayu lalu di buang begitu saja.


"Apa?" Kini Fanny yang kaget mendengar ucapan Serra.


"Hey, apa maksudmu? Kapan aku merayu mu?" Leo bergidik mendengar ucapan Serra.


Dari mana datangnya wanita ini? Bisa-bisanya dia mengatakan hal yang tidak pernah Leo lakukan?


"Ck, dasar lelaki buaya! Tidak bisa di percaya. Ingat ya Leon, aku bukanlah Serra yang dulu lagi. Aku sudah lama melupakan rasa ku padamu, semenjak kau menghilang. Aku sudah tidak memikirkan mu lagi! Jadi, jangan lagi menemui ku. Mulai sekarang kau dan aku berakhir!" Teriak Serra lantang.

__ADS_1


Serra kemudian berlari menjauhi tempat itu sambil menangis, dari lubuk hatinya ia terluka. Rasa itu... Masih ada.


To be continued


__ADS_2